Cara Konsumsi Jengkol untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami

Penulis: Shani Ramadhan Rasyid

Diperbarui: Diterbitkan:

Cara Konsumsi Jengkol untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami
Ilustrasi jengkol

Kapanlagi.com - Jengkol, si raja makanan khas nusantara, berhasil merebut hati banyak pencinta kuliner di tanah air! Meskipun aromanya yang kuat bisa jadi kontroversial, jengkol telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan kuliner Indonesia yang kaya. Tak hanya menggugah selera, jengkol juga menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan.

Salah satu klaim yang paling banyak dibicarakan adalah kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol. Banyak orang percaya bahwa rutin mengonsumsi jengkol dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Namun, apakah klaim ini benar adanya?

Tak hanya itu, jengkol juga kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jadi, bagi Anda para pencinta kuliner yang ingin tahu lebih dalam tentang jengkol dan segala manfaatnya, simak penjelasan menarik berikut ini yang dirangkum Kapanlagi.com dari berbagai sumber, Rabu (22/1).

1. Perlu Dikonsumsi Terbatas

Jengkol, si hijau yang sering jadi perdebatan, ternyata menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan kita! Menurut hellosehat, makanan ini kaya akan nutrisi penting seperti vitamin C, zat besi, kalsium, dan fosfor, yang semuanya berperan dalam memperkuat sistem imun, menjaga kesehatan tulang, dan mencegah anemia.

Tak hanya itu, serat dalam jengkol juga membantu melancarkan pencernaan, sementara kandungan antioksidannya berfungsi melindungi tubuh dari radikal bebas yang bisa mempercepat penuaan dan memicu penyakit kronis. Namun, ingatlah untuk menikmati jengkol dengan bijak! Terlalu banyak mengonsumsinya bisa menyebabkan masalah pencernaan akibat asam jengkolat yang terkandung di dalamnya. Jadi, nikmati kelezatannya, tapi jangan berlebihan!

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Benarkah Jengkol Menurunkan Kolesterol?

Meskipun jengkol seringkali disebut-sebut sebagai solusi untuk menurunkan kolesterol, klaim tersebut belum didukung oleh bukti ilmiah yang memadai. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jengkol mengandung senyawa yang dapat memperlebar pembuluh darah dan berpotensi menurunkan tekanan darah, namun efek ini tidak berhubungan langsung dengan penurunan kadar kolesterol.

Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa pola makan yang sehat dan gaya hidup aktif adalah kunci utama dalam mengelola kolesterol. Jika Anda menghadapi masalah kolesterol tinggi, konsultasikanlah dengan dokter Anda untuk mendapatkan saran diet yang tepat.

Alodokter pun menegaskan, "Hingga kini, belum ada data atau penelitian yang jelas mengenai manfaat jengkol untuk menurunkan kadar kolesterol, sehingga tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai solusi."

3. Risiko Konsumsi Jengkol Berlebihan

Jengkol, yang dikenal dengan segudang manfaatnya, ternyata menyimpan sisi gelap di balik kelezatannya. Kandungan asam jengkolat yang ada di dalamnya bisa menjadi momok jika dikonsumsi berlebihan, berpotensi memicu pembentukan kristal di ginjal dan menimbulkan rasa nyeri saat berkemih, yang sering disebut kejengkolan.

Tak hanya itu, terlalu banyak menyantap jengkol juga bisa membuat napas dan urine kita beraroma tajam yang tak sedap. Maka dari itu, penting untuk memperhatikan batasan konsumsi jengkol, yang sebaiknya tidak melebihi 75-90 mg per hari, sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.

4. Cara Aman Mengonsumsi Jengkol

Agar bisa menikmati jengkol tanpa khawatir akan efek sampingnya, penting untuk mengolahnya dengan cara yang tepat.

Merebus jengkol menggunakan air garam atau daun jambu biji bukan hanya efektif mengurangi kandungan asam jengkolat, tetapi juga mampu menghilangkan aroma khasnya yang tajam, sehingga lebih ramah di lidah banyak orang.

Selain itu, jangan lupa untuk mengimbangi konsumsi jengkol dengan makanan lain yang kaya serat dan protein, sehingga Anda dapat merasakan semua manfaatnya tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.

5. Jengkol untuk Penderita Kolesterol Tinggi

Bagi penderita kolesterol tinggi, jengkol bukanlah musuh yang harus dihindari sepenuhnya! Dengan porsi yang bijak, jengkol yang kaya akan antioksidan dan protein nabati bisa menjadi teman sehat di meja makan.

Namun, jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memasukkan jengkol ke dalam menu harian, agar konsumsi tetap aman dan risiko gangguan kesehatan bisa diminimalisir. Dengan pengawasan yang tepat, jengkol dapat menjadi bintang dalam diet seimbang Anda!

6. Kombinasi Jengkol dengan Makanan Lain

Agar bisa merasakan manfaat jengkol secara optimal, cobalah menggabungkannya dengan makanan sehat lainnya seperti sayuran hijau segar, ikan yang kaya omega-3, atau kacang-kacangan yang bergizi. Kombinasi ini tidak hanya akan memperkaya asupan nutrisi Anda, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Namun, sebaiknya hindari menyantap jengkol bersamaan dengan makanan tinggi lemak jenuh atau gula yang dapat membahayakan kesehatan. Sebagai alternatif yang menggugah selera, Anda bisa mengolah jengkol dengan cara ditumis bersama rempah-rempah pilihan, sehingga cita rasanya semakin nikmat tanpa harus khawatir tentang kalori berlebih.

7. Mitos dan Fakta tentang Jengkol

Jengkol, si buah kontroversial yang sering menjadi bahan perbincangan, ternyata dikelilingi oleh beragam mitos, salah satunya adalah kemampuannya dalam menyembuhkan berbagai penyakit. Meskipun jengkol memang kaya manfaat, konsumsi berlebihan bisa berisiko menimbulkan efek samping yang tak diinginkan.

Salah satu anggapan yang perlu diluruskan adalah bahwa jengkol dapat secara signifikan menurunkan kadar kolesterol. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang dapat mendukung klaim tersebut.

Maka dari itu, penting bagi kita untuk selalu mengandalkan informasi yang berbasis ilmiah dalam mengeksplorasi manfaat makanan yang kita konsumsi.

8. Apakah jengkol aman untuk penderita kolesterol tinggi?

Jengkol ternyata bisa menjadi sahabat bagi penderita kolesterol tinggi, asalkan dinikmati dengan bijak dan tidak berlebihan! Dengan porsi yang tepat, jengkol dapat tetap menjadi bagian dari pola makan yang sehat tanpa mengkhawatirkan lonjakan kolesterol.

9. Bagaimana cara mengolah jengkol agar lebih sehat?

Merebus jengkol dengan campuran air garam atau daun jambu biji bukan hanya cara yang cerdas, tetapi juga ampuh untuk mereduksi kadar asam jengkolat dan menghilangkan aroma tajamnya yang seringkali mengganggu.

10. Apakah jengkol benar-benar bisa menurunkan kolesterol?

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang memadai untuk mendukung pernyataan bahwa jengkol mampu secara signifikan menurunkan kadar kolesterol.

11. Apa saja manfaat jengkol selain untuk kolesterol?

Jengkol, si biji ajaib yang seringkali dipandang sebelah mata, ternyata menyimpan segudang manfaat luar biasa! Kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan, jengkol tidak hanya mampu memperkuat sistem imun tubuh, tetapi juga menjaga kesehatan tulang dan mencegah anemia.

12. Berapa jumlah konsumsi jengkol yang disarankan per hari?

Untuk menjaga kesehatan, disarankan agar wanita tidak mengonsumsi jengkol lebih dari 75 mg per hari, sementara pria sebaiknya membatasi asupan mereka hingga 90 mg per hari.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/srr)