Cara Menentukan Arah Kiblat Sholat yang Tepat dan Akurat Bila Sedang Bepergian Jauh

Rabu, 16 Desember 2020 12:44 Penulis: Dhia Amira
Cara Menentukan Arah Kiblat Sholat yang Tepat dan Akurat Bila Sedang Bepergian Jauh
Ilustrasi (credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Kiblat merupakan hal penting untuk seorang muslim saat akan melakukan kegiatan sholat. Karena salah satu syarat sahnya sholat dengan menghadap kiblat. Arah kiblat adalah arah dari suatu tempat ke Ka'bah di Masjidil Haram, Mekkah dengan jarak yang terdekat. Menjadi salah satu syarat sah sholat, tentu saja cara menentukan arah kiblat tidak boleh dianggap sepele.

Secara umum, posisi Negara Indonesia terhadap ka'bah adalah kira-kira 112 derajat arah barat laut. Ada banyak cara mencari arah kiblat. Namun, penting untuk mengukurnya dengan akurat. Kalian bisa memanfaatkan aplikasi ponsel untuk menentukan arah kiblat. Ada pula cara mengetahui arah kiblat dari bayangan matahari yang dianggap cukup akurat.

Bahkan tiap tahunnya ada waktu di mana posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah. Waktu ini dapat menjadi patokan untuk menentukan atau membetulkan arah kiblat kalian. Ada banyak sekali cara menentukan arah kiblat kalian, bahkan bila sedang dalam perjalanan jauh dan tidak menemukan masjid untuk beribadah dan mengetahui arah kiblat, maka kalian bisa menggunakan cara-cara ini.

Dan kira-kira apa saja ya cara menentukan arah kiblat yang tepat serta akurat? Dilansir dari berbagai sumber, inilah beberapa cara menentukan arah kiblat yang wajib kalian ketahui. Yuk langsung saja dicek KLovers.

1. Pengertian dan Sejarah Kiblat

Kiblat berasal dari bahasa Arab, yakni qiblah yang merupakan bentuk derivasi (masdar) dari kata qabila, yang berarti acuan untuk menghadap. Sehingga kata qiblah sendiri artinya hadapan, yaitu sesuatu di mana orang-orang menghadap kepadanya. Dalam syariat islam, istilah qiblah ini kemudian digunakan secara khusus untuk sesuatu yang dihadapi orang-orang Islam ketika mengerjakan sholat.

Secara istilah, kiblat dapat diartikan sebagai arah menuju Ka'bah yang ada di Makkah. Lewat jalur terdekat, yang mana setiap muslim dalam mengerjakan sholat harus menghadap ke arah tersebut. Dalam sejarah agama samawi, ada dua tempat suci yang pernah ditetapkan sebagai kiblat dalam sholat, yaitu Baitul Maqdis (Bait al-Muqaddas) di Palestina dan
Baitullah atau ka'bah di Masjidil Haram Mekah.

Sampai sekarang, Baitul Maqdis masih menjadi kiblatnya kaum Yahudi. Nabi Muhammad saw sendiri pernah menghadap kiblat Baitul Maqdis ini ketika beliau masih di Mekah dan di Madinah sampai 16 bulan (atau 17
bulan). Setelah itu, kemudian turun wahyu mengenai kiblat ke Ka'bah yang ada di Masjidil Haram, dan kiblat inilah yang menjadi kiblat semua muslim seluruh dunia hingga hari akhir. (Surat Al-Baqarah [2]: 142-150)

2. Lokasi Kiblat

Sebelum mengetahui cara menentukan arah kiblat yang akurat, kalian juga harus mengetahui lokasi kiblat dengan baik. Bagi umat muslim, tentu mengetahui bahwa kiblat berada di tengah-tengah Masjidil Haram, Mekkah yang merupakan lokasi Ka'bah. Menghadap ka'bah wajib saat menunaikan ibadah sholat apa pun kecuali pada keadaan tertentu. Ini seusai dengan dalil Imam Abu Ishak Ibrahim bin Ali Yusuf Al Fairuzzabadi Al Syairazi dalam kitab Al Muhadzdzab fi Fiqh Al Imam Al Syafi'i, yang berbunyi:

"Menghadap kiblat merupakan syarat sah sholat kecuali dalam dua kondisi, yakni ketika kondisi teramat bahaya (perang berkecamuk) dan sholat sunnah yang dikerjakan saat perjalanan."

Arah kiblat bisa berbeda dari satu daerah ke daerah lain atau negara ke negara lain. Tiap lokasi atau titik di mana kalian sedang berada memiliki posisi lintang dan bujur yang berbeda-beda. Secara umum, posisi Negara Indonesia terhadap ka'bah adalah kira-kira 112 derajat arah barat laut. Akan tetapi perkiraan mengenai posisi Kabah ini masih menjadi perdebatan.

Ada pendapat yang bilang bahwa menghadap tepat ke arah barat sudah dianggap sama dengan menghadap kiblat. Namun ada yang mengatakan bahwa posisi Indonesia terhadap ka'bah tidak tepat ke barat. Posisi ka'bah adalah menyerong ke kanan sedikit sebesar 112 derajat arah barat laut. Jika posisi Kabah di Masjidil Haram dihitung dari arah utara, maka posisi Indonesia adalah sebesar 294,2 derajat.

3. Cara Menentukan Arah Kiblat Terdahulu

Dalam ilmu falak, kiblat adalah arah terdekat menuju ka'bah melalui great circle pada waktu mengerjakan ibadah sholat. Ka'bah atau Baitullah adalah sebuah bangunan suci yang merupakan pusat berbagai peribadatan kaum muslimin yang terletak di kota Mekah. Ka'bah berbentuk kubus yang dalam bahasa arab disebut muka'ab. Dan dari kata itulah muncul sebutan ka'bah.

Masalah kiblat adalah masalah arah, yakni arah Ka'bah di Mekah. Arah Ka'bah ditentukan dari setiap titik atau tempat di permukaan bumi dengan melakukan perhitungan dan pengukuran. Oleh sebab itu, perhitungan arah kiblat pada dasarnya adalah perhitungan yang dimaksudkan untuk mengetahui ke arah mana Ka'bah di Mekah itu dilihat dari suatu tempat di permukaan bumi.

Sehingga semua gerakan orang yang sedang melaksanakan sholat, baik ketika berdiri, rukuk, maupun sujudnya selalu berimpit dengan arah yang menuju ka'bah. Cara menentukan arah kiblat pada periode awal adalah menggunakan miqyas atau tongkat Istiwa. Cara ini memanfaatkan bayangan matahari sebelum dan setelah zawal atas tongkat Istiwa, hal ini untuk menentukan arah barat dan timur sejati.

Ini berpedoman pada bayangan dari ujung tongkat yang jatuh pada lingkaran yang titik pusatnya adalah tongkat Istiwa tadi. Setelah ditentukan arah barat dan timur sejati untuk menentukan arah kiblat, maka digunakanlah Rubu' Mujayyab sebagai alat bantu untuk mengukur koordinat arah kiblat.

4. Hukum Menghadap Arah Kiblat

Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat sahnya sholat yang ditetapkan oleh al Quran dan Hadits. Salah satunya adalah Al Quran surat Al-Baqarah ayar 150 yang berbunyi:

"Wa min haisu kharajta fa walli waj-haka syatral-masjidil-haram, wa haisu ma kuntum fa wallu wujuhakum syatrahu li'alla yakuna lin-nasi 'alaikum hujjatun illallazina zalamu min-hum fa la takhsyauhum wakhsyauni wa li'utimma ni'mati 'alaikum wa la'allakum tahtadun"

Yang artinya: Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

5. Menggunakan Aplikasi

Selain menggunakan cara tradisional, saat ini kalian sudah dapat dengan mudah menentukan arah kiblat dengan banyak sekali teknologi canggih. Dan salah satunya yaitu menggunakan aplikasi di smartphone. Kalian bisa memanfaatkan banyak aplikasi yang bisa diunduh gratis di App Store (sistem operasi IOS) dan Google Play (sistem operasi Android).

Di toko aplikasi ini kalian akan menemukan ratusan bahkan ribuan aplikasi untuk menentukan arah kiblat dengan mudah. Beberapa aplikasi yang dapat menentukan arah kiblat ialah Visual Qiblah, Islamic Compass Qibladirection, Find Qibla Pro, Qibla Locator, dan masih banyak lagi.

Kalian bisa menggunakan satu dari aplikasi-aplikasi ini untuk menentukan kiblat dengan tepat dan akurat. Cukup dengan menginstalnya, aplikasi tersebut akan menentukan arah kiblat sesuai dengan lokasi kalian berada saat ini. Tapi pastikan bahwa smartphone kalian sudah mendukung fitur kompas bawaan ya KLovers.

6. Menggunakan Kompas

Kemudian cara menentukan arah kiblat yang lainnya yaitu dengan menggunakan kompas. Hampir mirip dengan aplikasi di smartphone kalian. Namun ini kalian menggunakan kompas. Kalian bisa memanfaatkan kompas baik itu kompas tradisional atau kompas digital di smartphone, bahkan ada juga kompas kiblat yang dipasang di sajadah.

Kompas kiblat adalah sebuah kompas biasa yang dilengkapi tabel atau daftar arah kiblat dari kota-kota besar. Selain itu terdapat kompas elektronik yang menggunakan satelit untuk memperoleh koordinat setempat sehingga dapat menunjukkan arah kiblat secara otomatis. Caranya cukup tempatkan kompas pada tempat kalian akan melaksanakan sholat, lalu cari arah barat di mana kiblat berada.

7. Menggunakan Matahari

Dan cara menentukan arah kiblat yang terakhir yaitu dengan menggunakan matahari. Cara ini sebenarnya digunakan untuk membuat arah kiblat kalian lebih akurat lagi, dan menjadi salah satu cara menentukan arah kiblat yang tradisional. Tiap tahunnya ada waktu di mana posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah. Waktu ini dapat menjadi patokan untuk menentukan atau membetulkan arah kiblat. Bahkan kalian bisa mencobanya sendiri di rumah untuk membetulkan arah kiblat yang lebih akurat.

Menurut keterangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), arah kiblat dapat dilihat dengan akurat pada saat jatuhnya kalibrasi arah kiblat. Fenomena ini kerap disebut, Kulminasi Agung, atau Rasdul Qiblah dalam istilah Arab. Rasdul Qiblah secara harfiah berarti meluruskan kiblat. Ini terhitung ada dua waktu Kulminasi Agung yang dapat menjadi kalibrasi arah ka'bah, yaitu tiap 28 Mei dan 16 Juli.

Pada tahun kabisat, waktu ini terjadi pada 27 Mei dan 15 Juli. Menurut keterangan LAPAN, pada waktu ini seluruh bayangan benda yang tegak lurus permukaan Bumi akan menghadap ke arah kiblat. Pada tahun 2020 yang bertepatan dengan tahun kabisat, Rasdul Qiblah jatuh pada Rabu 27 Mei 2020 dan Rabu 15 Juli 2020. Di Indonesia waktu yang tepat untuk kalibrasi arah ka'bah adalah pada pukul 16.18 WIB pada 27 Mei 2020 dan pukul 16.27 WIB pada Rabu 15 Juli 2020.

Itulah beberapa cara menentukan arah kiblat sholat yang tepat dan juga akurat. Tentu saja kalian harus membenarkan arah kiblat ketika akan melaksanakan sholat, itu karena arah kiblat menjadi sarat sah sholat. Bila tidak sesuai arah, maka sholat kalian pun bisa menjadi tidak sah.

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI