Reduce Adalah Mengurangi Sampah dengan Membatasi Pemakaian Produk, Inilah Contoh Tindakannya

Rabu, 16 Desember 2020 12:11 Penulis: Puput Saputro
Reduce Adalah Mengurangi Sampah dengan Membatasi Pemakaian Produk, Inilah Contoh Tindakannya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Kelestarian lingkungan jadi salah satu isu yang kian ramai diperbincangkan. Permasalahan mengenai sampah dan polusi juga banyak dibahas. Konsep 3R jadi salah satu solusi untuk menanggulangi masalah sampah yang menumpuk. Reduce adalah salah satu dari bagian 3R, selain reuse dan recycle. Tak seperti reuse dan recyle yang sudah cukup populer, masih banyak yang tidak mengerti apa itu reduce?

Konsep 3R terdiri atas reuse, recycle, dan reduce. Reuse berarti menggunakan kembali produk atau barang yang sudah digunakan sebelumnya, sehingga tidak menumpuk menjadi sampah begitu saja. Sedangkan, recycle berarti mendaur ulang atau mengubah barang bekas menjadi produk baru yang bisa kembali dipakai. Lantas, bagaimana dengan reduce?

Reduce adalah usaha menanggulangi masalah sampah yang menumpuk dengan cara mengurangi penggunaan barang. Reduce diyakini bisa menjadi satu langkah untuk menyelamatkan linkgungan. Bagaimana penjelasannya? Simak ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Pengertian Reduce Adalah

Seperti yang disinggung sebelumnya, reduce adalah salah satu dari tiga bagian dari konsep 3R. Reduce dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang atau produk tertentu, sehingga limbah atau sampah yang kita hasilkan juga akan berkurang. Saat sampah berkurang, lingkungan hidup akan lebih sehat dan terjaga.

Di tengah kehidupan yang semakin maju, tanpa disadari masyarakat juga semakin konsumtif. Akibatnya, produksi berbagai barang atau produk sehari-hari juga semakin besar menyesuaikan dengan tingginya permintaan. Dampaknya, sampah yang dihasilkan setiap harinya juga semakin banyak sehingga mengancam kelestarian lingkungan.

Reduce adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah sampah yang menggunung. Meski tidak signifikan, melakukan aksi reduce bisa membawa dampak baik dalam mengurangi produksi sampah sehari-hari. Reduce bisa dilakukan dengan membatasi pemakaian barang-barang tertentu, misalnya baju, aksesoris, kertas, tissu, oli, obat, masker, dan masih banyak lagi lainnya.

2. Tujuan Reduce

Penerapan konsep 3R untuk menyelamatkan lingkungan tentu bukan tanpa alasan. Penerapan reuse, recycle, dan reduce adalah langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Adapun tujuan dari penerapan konsep 3R adalah sebagai berikut.

1. Upaya pelestatian alam dan lingkungan, dampaknya sumber daya alam juga akan lebih terjaga.

2. Meminimalkan emisi gas rumah kaca dan polusi lainnya, sebab sampah dan limbah menjadi salah satu pemicu gas emisi dan polusi. Sehingga, produksi gas emisi dan polusi juga akan ditekan dengan aksi mengurangi sampah dengan menerapkan reduce.

3. Pelepasan karbondioksida ke atmosfer bisa ditekan agar tak memperburuk kondisi alam sekitar.

4. Mengurangi polusi udara, air, dan tanah, lantaran penggunaan barang yang berlebihan hanya akan menjadi sampah telah ditekan.

5. Menghemat pengeluaran karena secara tidak langsung membatasi kegiatan belanja.

6. Mampu menciptakan masa dengan berkelanjutan.

3. Contoh Tindakan Reduce

Mungkin dari sedikit ulasan yang telah dipaparkan kalian sudah mulai paham apa itu reduce. Namun, barang kali juga kalian masih bingung bentuk tindakan apa saja yang tergolong reduce. Berikut beberapa contoh tindakan reduce, yang bisa kalian lakukan.

1. Memilih menggunakan produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.

2. Menghindari pemakaian produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.

3. Menggunakan produk yang dapat diisi ulang.

4. Memaksimalkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.

5. Kurangi penggunaan bahan atau barang yang hanya sekali pakai.

6. Menggunakan kedua sisi kertas saat melakukan fotokopi.

7. Menghindari pembelian dan pemakaian barang-barang yang kurang perlu.

4. Jenis-Jenis Sampah yang Berbahaya

Sebelum melakukan reduce, penting untuk memahami jenis-jenis sampah. Pasalnya, ada sejumlah sampah yang masuk dalam kategori berbahaya. Sampah-sampah dalam golongan ini bisa jadi prioritas kalian dalam melakukan reduce. Sampah apa sajakah itu?

1. Sampah Baterai
Tak banyak yang tahu, baterai mengandung bahan kimia beracun di antaranya merkuri, nikel, dan kadmium. Oleh karena itu, baterai bekas tidak bisa dibuang begitu saja. Sebab, bahan kimia dalam baterai tersebut dapat larut ke dalam tanah atau sistem air. Sebaiknya, bawa baterai isi ulang ke pusat daur ulang lokal terdekat.

2. Sampah Elektronik
Peralatan elektronik yang rusak sering kali jadi sampah yang menumpuk. Sama seperti baterai, sampah bekas alat elektronik juga mengandung logam berat yang membahayakan lingkungan. Jadi, sebaiknya tidak membuang sampah elektronik begitu saja.

3. Sampah Bola Lampu
Selain berbahaya karena bisa melukai, bola lampu juga mengandung merkuri yang tidak baik untuk lingkungan. Jadi, bawa sampah bola lampu ke fasilitas Limbah Berbahaya Rumah Tangga untuk didaur ulang.

4. Sampah Obat-Obatan
Membuang obat-obatan juga tidak boleh sembarangan, apalagi membuangnya ke toilet. Pasalnya kandungan dalam obat-obatan justru akan larut dan menyerap ke tanah. Ada baiknya, sisa obat-obatan dikembalikan ke rumah sakit, agar ditangani secara benar.

5. Sampah Pestisida
Sampah berbahaya bagi lingkungan berikutnya adalah bekas atau sisa pestisida, termasuk pupuk tanaman yang berbasis kimia dan herbisida. Bahan-bahan ini bisa mengancam keseimbangan ekosistem. Sebaiknya bawa bahan-bahan kimia sejenis ini, ke fasilitas Limbah Berbahaya Rumah Tangga.

Itulah di antaranya penjelasan mengenai reduce adalah cara mengatasi masalah sampah dengan mengurangi pemakaian produk tertentu. Semoga bermanfaat, menambah wawasan, dan bisa menginspirasi kalian untuk lebih menjaga lingkungan.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI