Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Video rombongan mobil Jeep Rubicon terlibat adu mulut dengan petugas wisata Bromo viral di media sosial. Rombongan berusaha memasuki wisata kawasan gunung Bromo yang ditutup oleh petugas dengan portal.
"Terjadi lagi, rombongan mobil robicon memaksa masuk Bromo dengan dalih ada undangan Gubernur, " demikian caption dalam postingan akun TikTok @widiandharmasinggi.
Video rombongan mobil Jeep Rubicon terlibat adu mulut dengan petugas wisata Bromo viral di media sosial. Rombongan berusaha memasuki wisata kawasan gunung Bromo yang ditutup oleh petugas dengan portal.
"Terjadi lagi, rombongan mobil robicon memaksa masuk Bromo dengan dalih ada undangan Gubernur, " demikian caption dalam postingan akun TikTok @widiandharmasinggi.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Seorang pria dari rombongan tersebut mengaku mempunyai undangan acara Fashion Show Bromo. Acara tersebut katanya digelar tanggal 20 Desember bersama Gubernur Jawa Timur.
"Acara tanggal 20 minggu besok. Tanggal 20 sama acaranya gubernur," kata pengemudi dengan membawa handy talkie.
Advertisement
Sementara petugas menegaskan bahwa acara tersebut baru akan digelar pada 3 Desember. Petugas pun tidak memberikan izin rombongan tersebut masuk dan meminta berbalik. Petugas tersebut juga mengaku kalau baru saja mengantarkan tim survey dari panitia acara tersebut.
Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat membenarkan kejadian sebagaimana dalam video tersebut. Rombongan tersebut berusaha memasuki kawasan lautan pasir dan sekitarnya.
"Itu kejadian Sabtu, 19 November pukul 13.33 WIB, ada rombongan kendaraan jenis rubicon dan landcruiser mencoba masuk kawasan (laut pasir dan sekitar).. Dan dicegat oleh petugas TNBTS," ungkap Sarif Hidayat, Selasa (22/11).
Sarif menjelaskan bahwa semua komunitas kendaraan memang dilarang masuk ke Bromo pasca kasus ratusan Pajero masuk ke lautan pasir pada Agustus 2022. Sejak peristiwa itu, TNBTS tidak mengeluarkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi).
Dijelaskan oleh Sarif, sebelumnya memang diterbitkan Simaksi dengan sejumlah syarat dan ketentuan yakni tidak lebih dari 20 kendaraan dan 40 orang, serta tidak di waktu-waktu hari libur atau week end. Sehingga ditegaskan bahwa memang semua kendaraan dilarang memasuki kawasan tersebut.
"Tapi pada perkembangannya di lapangan ada 'kesulitan' bahkan 'konflik', sehingga kemudian kebijakan tersebut kami kaji dan evaluasi kembali," jelasnya.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/dar/dyn)
Advertisement
Apa Saja Ciri-Ciri Penyakit Jantung pada Urine? Yuk Waspada, Ini Penjelasannya
Aktor Hollywood Val Kilmer, Rekan Main Tom Cruise dalam Film 'TOP GUN' Meninggal Dunia
Apa Itu Post-Holiday Bues Usai Libur Lebaran? Ini Gejala dan Cara Mengatasinya
Rendang hingga Opor, Ini Deretan Masakan Pelengkap Ketupat yang Wajib Ada saat Lebaran
Cara Memasak Rendang agar Daging Empuk dan Santan Tidak Pecah, Tips Sajian Matang Sempurna