Ekskavasi Situs Pendem Temukan Sumuran Di Tengah Bangunan dan Gerabah Bergaya Eropa

Ekskavasi Situs Pendem Temukan Sumuran Di Tengah Bangunan dan Gerabah Bergaya Eropa
Ditemukan sumur ditengah bangunan © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Kapanlagi.com - Ekskavasi situs Pendem Kota Batu menemukan Sumuran yang terletak di tengah-tengah bangunan. Sumuran berukuran 2,1 meter X 2,1 meter berada di tengah bangunan candi dengan kedalaman yang masih terus digali.

Arkeolog Wicaksono Dwi Nugroho, Ketua Tim Ekskavasi Badan Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, Jawa Timur menyampaikan, tim berhasil menampakkan luasan candi 7,5 meter X 7,5 meter. Sementara sebuah sumuran berada di tengah-tengah candi tersebut.

"Hasil penggalian ini, kita berhasil menampakkan bentuk bangunan seluas 7,5 meter X 7,5 meter. Kemudian kita temukan lubang Sumuran yang merupakan tengah dari candi seluas 2,1 M X 2,1 M," kata Wicaksono Dwi Nugroho di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Senin (17/2).

Kata Wicaksono, temuan sumuran tersebut memastikan bahwa bangunan tersebut merupakan sebuah candi. Arah hadapnya ke timur, menunjukkan candi tersebut merupakan tempat peribadatan dengan mengacu pada patung nandi dan yoni yang ditemukan tidak jauh dari lokasi.

"Temuan ini memperkuat bahwa ini merupakan bangunan candi yang berasosiasi pada temuan yoni dan arca nandi yang tidak jauh dari lokasi," tegasnya.

1. Peninggalan Abad 10 Mataram Kuno

© KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Situs tersebut, kata Wicaksono, diduga peninggalan abad 10 masa Mataram Kuno dengan mengacu pada Prasasti Sanguran. Sehingga penemuan tersebut dinilai sangat berarti bagi sejarah Kota Batu, kendati memang masih dibutuhkan kajian kesejarahan secara mendalam.

"Karena selama ini kita mencari temuan candi yang ada di Kota Batu. Kota Batu sendiri berasosiasi dengan prasasti Sanguran dari abad 10 Masehi. Letak ditemukan (prasasti Sanguran) tidak jauh dari situs ini. Dari catatan Belanda (Ver Berg), ditemukan di Desa Ngandat (Junrejo)," terangnya.

Bukti arkeolegis menandakan arah masuk menghadap ke timur, sehingga memang menunjukkan bahwa situs tersebut merupakan candi peribadatan dan bukan pendharmaan. Sementara ukuran dimensi batanya lebih besar dari yang pernah ditemukan sebelumnya baik di situs Trowulan maupun Sekaran (Tol Malang).

Situs Pendem dimendsi ukuran batanya 35 X 26 X 9-10 Cm, sementara situs Sekaran berukuran 33 X 25 X 8 Cm. Situs Sekaran juga diperkuat temuan koin dan keramik dari masa Dinasti Song yang juga sekitar abad 10-11.

"Kemungkinan situs Pendem ini lebih tua lagi, dari abad ke-10. Ini juga menunjukkan berkaitan dengan Prasasti Sanguran dari abad ke-10, yang menandakan Kota Batu ini sangat penting pada era Mataram Kuno," katanya.

"Kalau lebih tua lagi masuk akal. Karena tidak jauh dari sini ditemukan Prasasti Sanguran (928 M)," tambahnya.

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

2. Sumber Biji Besi

© KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Jika benar mengacu pada Prasasti Sanguran candi yang didirikan itu diperuntukkan bagi para pande besi di Kota Batu yang membuat pusaka-pusaka bagi Mataram Kuno. Selain itu letak situs pendem yang berada di pingiran sungai menjadi pembenar kalau tempat tersebut menjadi sumber biji besi.

Prasasti Sanguran sendiri berada di Skotlandia, karena saat itu dijadikan hadiah Gubernur Rafles untuk seorang jenderal sahabatnya. Prasasti dalam bahasa Jawa kuno berisi peresmian Desa Sanguran menjadi tanah sima oleh Sri Maharaja Rakai Pangkaja, Dyah Wawa Sri Wijayaloka Namestungga pada 14 Suklapaksa, Bulan Srawana, Tahun 850 Saka atau 2 Agustus 928 Masehi.

3. Temuan Koin dan Gerabah

© KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Selama proses ekskavasi juga ditemuan koin Belanda dari Nedherland Indie tahun 1825 dan koin bertulis Java bertahun 1801. Juga ditemuan fragmen gerabah dan botol bergaya Eropa yang menandakan pada 1800-an situs tersebut masih eksis berada di permukaan tanah.

"Massa itu masih terlihat, namun dirubuhkan dan dihancurkan, kemudian dipendam oleh batu-batu kali yang banyak ditemukan di lubang Sumuran. Mungkin ada pergantian kepercayaan pada masa itu," terangnya.

4. Dipercaya Sebagai Penyeimbang

Sementara di lubang Sumuran ditemukan batu sungai dengan jumlah lebih dari satu truk. Lubang Sumuran sendiri memang dipercaya sebagai penyeimbang energi bumi dengan energi langit pada masa kepercayaan Hindu Syiwa.

"Ini (pemendaman) menjadi memori masyarakat, peristiwa itu dikenal pemendaman yang menjadi nama desa. Kita mengetahui nama desa ini karena ada sesuatu yang dipendam, yaitu candi ini," tegasnya.

Selain itu juga masih ditemukan pagar luar candi, sehingga dididuga bangunan tersebut merupakan konpleks dengan berbagai bangunan pelengkap. Masyarakat juga kerap menemukan bata seukuran yang ditemukan di barat dan timur berjarak sekitar 6 meter.

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending