Diperbarui: Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Siapa yang bisa menolak pesona bakwan? Gorengan renyah ini selalu berhasil mencuri perhatian, terutama saat bulan Ramadan tiba. Di setiap sudut Indonesia, hampir semua pedagang takjil menjadikan bakwan sebagai menu andalan yang tak boleh dilewatkan. Dengan cita rasa gurih dan tekstur lembut di dalam serta renyah di luar, bakwan telah lama menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa. Selain itu, harganya yang terjangkau dan ukuran kecilnya membuat bakwan menjadi camilan yang mengenyangkan dan sangat digemari oleh berbagai kalangan.
Popularitas bakwan di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, memang tak terbantahkan. Hampir semua rumah makan di Jawa menyediakan bakwan sebagai pelengkap yang sempurna. Keberadaannya yang mudah ditemukan dan harganya yang ramah di kantong menjadikannya camilan sejuta umat.
Namun, tahukah Anda bahwa bakwan bukanlah makanan asli Indonesia? Makanan ini memiliki sejarah panjang yang berasal dari China, di mana dulunya bakwan dibuat dari daging, bukan sayuran. Seiring berjalannya waktu, resep bakwan beradaptasi dengan bahan-bahan lokal yang lebih terjangkau, sehingga menjadikannya salah satu gorengan khas Indonesia yang tak tergantikan.
Advertisement
Lalu, bagaimana perjalanan bakwan hingga menjadi menu takjil favorit di bulan Ramadan? Yuk, kita simak fakta-fakta unik seputar bakwan, mulai dari asal-usulnya hingga alasan mengapa makanan ini tetap bertahan sebagai hidangan favorit masyarakat Indonesia, seperti yang dirangkum oleh KapanLagi.com, Minggu (2/3).
Tahukah kamu bahwa bakwan, camilan renyah yang kita nikmati sehari-hari, ternyata memiliki akar yang dalam di budaya kuliner China? Dalam bahasa Hokkien, "bak" berarti daging dan "wan" berarti bola, sehingga bakwan awalnya adalah bola daging goreng yang menggugah selera.
Sejak abad ke-17, para perantau dari negeri tirai bambu membawa hidangan ini melalui jalur perdagangan, namun seiring waktu, resepnya pun berevolusi. Dengan harga daging yang melambung tinggi, masyarakat lokal mulai berkreasi dengan menggantinya menggunakan sayuran segar seperti wortel, kol, dan tauge yang dicampur tepung, lalu digoreng hingga kecokelatan.
Inovasi ini menjadikan bakwan lebih terjangkau dan digemari berbagai kalangan. Selain itu juga menjadikannya camilan favorit yang mudah ditemukan di pasar tradisional hingga gerobak pedagang kaki lima.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Bakwan memang menjadi primadona kuliner di tanah air, dengan setiap daerah berkreasi menghadirkan variasi yang menggugah selera, seperti bakwan Malang, bakwan Pontianak, ote-ote Surabaya, hingga bala-bala dari Jawa Barat. Masing-masing daerah menambahkan sentuhan khas pada bahan dan bumbu, menciptakan cita rasa yang unik.
Di Jawa Timur, ote-ote menjadi bintang dengan ukuran yang lebih besar dan potongan udang segar yang tersembunyi di dalamnya, menambah kelezatan yang tiada tara. Tak lengkap rasanya menikmati ote-ote tanpa sambal pedas, baik itu cabai rawit atau sambal petis hitam yang menggoda.
Sementara itu, di Jawa Barat, bakwan semakin nikmat saat dipadukan dengan sambal goang yang pedas manis atau sambal terasi yang menggugah selera.
Advertisement
Setiap sore di bulan Ramadan, pedagang gorengan di pinggir jalan selalu dipenuhi pembeli yang ingin mencari takjil untuk berbuka. Bakwan menjadi salah satu menu yang paling banyak dicari, dan ada beberapa alasan mengapa gorengan ini begitu populer:
Popularitas bakwan sebagai takjil juga dibuktikan dalam survei yang dilakukan Populix tahun 2024, di mana lebih dari 70% masyarakat Indonesia memilih gorengan, termasuk bakwan, sebagai takjil favorit saat Ramadan.
"Gorengan telah bertahan menjadi menu favorit buka puasa selama bulan Ramadan. Terbukti dari survei yang dilakukan Populix tahun 2024, 2023, dan 2022. Presentasenya selalu di atas 70%, bahkan gorengan selalu dipilih baik saat berburu takjil di pasar Ramadan maupun masak sendiri di rumah." tulis laman communication.uii.ac.id
Selain bakwan, ada berbagai jenis gorengan lain yang juga sering hadir sebagai menu berbuka puasa. Beberapa di antaranya adalah:
Gorengan memang menjadi favorit masyarakat Indonesia, tetapi bakwan tetap memiliki tempat spesial, terutama karena fleksibilitasnya yang bisa dibuat dengan berbagai bahan tambahan, seperti bakwan jagung, bakwan udang, hingga bakwan kornet.
Meskipun lezat dan menggugah selera, konsumsi gorengan seperti bakwan perlu dibatasi, terutama selama bulan Ramadan. Pasalnya, gorengan yang dimasak dengan minyak berulang kali mengandung lemak trans yang bisa berbahaya bagi kesehatan, seperti:
Kementerian Kesehatan RI menyarankan agar konsumsi gorengan tidak berlebihan, terutama saat berbuka puasa. Sebagai alternatif, Anda bisa mencoba:
Dengan cara ini, Anda tetap bisa menikmati bakwan sebagai takjil tanpa harus khawatir dengan dampak negatifnya bagi kesehatan.
"Jadi, mengonsumsi gorengan saat buka puasa sebenarnya boleh-boleh saja Namun, jangan berlebihan, ya. Cukup makan 1 potong gorengan favoritmu untuk memanjakan
Di Jawa Barat, bakwan lebih dikenal sebagai bala-bala, yang artinya "berantakan" dalam bahasa Sunda, menggambarkan tampilan bakwan yang tidak beraturan.
Tidak, bakwan berasal dari China, awalnya dibuat dari daging sebelum akhirnya beradaptasi menjadi gorengan sayur di Indonesia.
Bakwan mudah ditemukan, murah, dan mengenyangkan, sehingga menjadi pilihan utama takjil saat berbuka puasa.
Gunakan minyak baru, goreng dengan air fryer, dan imbangi dengan makanan bergizi seperti sayur dan buah.
Bakwan umumnya berbahan dasar sayuran seperti kol dan wortel, sedangkan perkedel jagung menggunakan jagung sebagai bahan utama.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/mni)
Advertisement
Tips Anti Gagal Membuat Lontong yang Pulen dan Tidak Mudah Keras, Mudah Dicoba
Tips Anti Gagal Membuat Lontong yang Pulen dan Tidak Mudah Keras, Mudah Dicoba
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas