Misteri Lailatul Qadar, Kapan Sih Waktunya? Rahasia Ilahi yang Menunggu untuk Diungkap!

Penulis: M Rizal Ahba Ohorella

Diterbitkan:

Misteri Lailatul Qadar, Kapan Sih Waktunya? Rahasia Ilahi yang Menunggu untuk Diungkap!
Ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis Rasulullah SAW (credit: unsplash)

Kapanlagi.com - Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dinanti-nanti oleh seluruh umat Islam, sebuah waktu yang dipenuhi dengan keistimewaan luar biasa. Dalam Al-Qur'an, malam ini digambarkan lebih baik dari seribu bulan, memberikan kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.

Namun, waktu kedatangan malam yang penuh berkah ini tetap menjadi misteri, mendorong umat Islam untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan semangat dan ibadah yang tinggi. Di malam Lailatul Qadar, Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya, memberikan peluang bagi hamba-Nya untuk berdoa dan mendapatkan pengampunan atas segala dosa.

Meski begitu, kapan tepatnya malam yang istimewa ini terjadi masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk bahwa Lailatul Qadar muncul pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan, tanpa kepastian tanggal yang pasti.

Beberapa ulama berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar bisa jatuh pada malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan. Namun, yang pasti, keberkahan malam ini tidak bisa diukur dengan angka semata.

Ketidakpastian waktu tersebut dianggap sebagai hikmah dari Allah, agar umat Islam lebih giat dan sungguh-sungguh dalam mencari keberkahan yang tak ternilai ini. Mari kita sambut malam-malam penuh harapan ini dengan hati yang tulus dan penuh doa!

1. Kapan Lailatul Qadar Terjadi?

Lailatul Qadar, malam yang penuh berkah dan kemuliaan, menyimpan misteri tanggal kejadiannya yang tak bisa dipastikan, meskipun banyak ulama memiliki pandangan berbeda.

Sebagian besar dari mereka sepakat bahwa malam istimewa ini hadir pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dengan peluang lebih besar muncul pada malam ganjil seperti ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Rasulullah SAW pun tidak menyebutkan tanggal pasti, melainkan hanya memberi petunjuk bahwa malam tersebut ada di antara sepuluh malam terakhir.

Para ulama mengajarkan bahwa rahasia ini adalah cara Allah SWT agar umat Islam senantiasa beribadah dengan sepenuh hati, tidak hanya terfokus pada satu malam saja, tetapi menghidupkan seluruh sepuluh malam dengan amal ibadah.

Menurut Syekh Ali Jumah, seorang ulama terkemuka dari Mesir, ketidakpastian ini merupakan kebijaksanaan Allah yang mendorong umat untuk lebih giat mencari pahala dan rahmat-Nya, tanpa menunggu tanda-tanda tertentu.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Panduan Imam Ghazali Mengenai Lailatul Qadar

Imam Al-Ghazali, seorang ulama terkemuka, memberikan wawasan menarik mengenai kapan Lailatul Qadar dapat terjadi, bergantung pada hari pertama Ramadan.

Dalam panduan beliau, jika Ramadan dimulai pada hari tertentu, ada kemungkinan malam yang spesifik menjadi malam yang penuh berkah tersebut.

Contohnya, jika Ramadan dimulai pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar diperkirakan akan muncul pada malam ke-23. Untuk tahun 1446 H, jika Ramadan dimulai pada hari Sabtu, kita bisa mengharapkan kehadiran malam istimewa ini pada malam ke-23, yang jatuh pada Sabtu malam Ahad, 22 Maret 2025.

Namun, penting untuk diingat bahwa waktu pasti Lailatul Qadar adalah rahasia Allah SWT, yang hanya Dia yang mengetahuinya.

3. Tanda-tanda Lailatul Qadar

Meskipun Lailatul Qadar diselimuti misteri, ada beberapa petunjuk yang dapat mengisyaratkan kedatangannya.

Dalam berbagai riwayat, tanda-tanda malam yang penuh berkah ini meliputi langit yang cerah tanpa awan, hawa sejuk yang menyelimuti, serta matahari yang bersinar lembut di pagi harinya.

Suasana malam itu pun terasa begitu tenang, seolah malaikat turun ke bumi untuk menata segala urusan Allah.

Namun, jangan salah, tanda-tanda ini bukanlah jaminan pasti, sehingga umat Islam diajak untuk tetap beribadah dengan sepenuh hati setiap malam di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Dengan begitu, tidak ada satu kesempatan berharga pun yang terlewatkan untuk meraih keistimewaan malam yang agung ini.

4. Amalan untuk Mencapai Lailatul Qadar

Untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan, saat di mana pintu rahmat Allah terbuka lebar.

Di antara amalan yang sangat dianjurkan adalah shalat malam (tahajud), membaca Al-Qur'an, berdzikir, berdoa, serta bersedekah.

Rasulullah SAW pun memberikan teladan dengan meningkatkan ibadahnya dan membangunkan keluarganya untuk bersama-sama meraih malam penuh berkah ini.

Tak kalah penting, memperbanyak istighfar dan memohon ampunan dari Allah SWT menjadi kunci utama, dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW: "Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku," yang sangat dianjurkan untuk dibaca sepanjang malam yang penuh kemuliaan ini.

5. Mengapa Waktu Lailatul Qadar Dirahasiakan?

Kedatangan Lailatul Qadar, yang dirahasiakan oleh Allah SWT, menyimpan hikmah yang mendalam.

Salah satu pelajaran berharga yang dapat kita ambil adalah dorongan bagi umat Islam untuk tidak hanya menunggu satu malam istimewa, tetapi terus menerus berusaha mencari malam penuh berkah ini.

Dengan cara ini, kita diajak untuk memperkuat ibadah dan menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan.

Perbedaan pendapat mengenai waktu Lailatul Qadar juga mengingatkan kita agar tidak terlalu terikat pada tanda-tanda fisik atau penentuan waktu tertentu yang lebih penting adalah melaksanakan ibadah dengan tulus dan penuh semangat, terlepas dari malam yang mana kita berada.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/rao)