Diterbitkan:
Setelah menyelesaikan bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa kedua yang dikenal dengan nama puasa Syawal. Sesuai dengan namanya, puasa ini merupakan puasa sunnah yang dapat dikerjakan oleh seluruh umat Islam. Puasa sunnah ini memberikan pahala dan keberkahan, dan tidak dikerjakan pun tidak menjadi masalah. Umumnya, ibadah puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai hari kedua atau ketiga setelah Idul Fitri.
Puasa sunnah Syawal diyakini memiliki keutamaan yang besar. Salah satu keutamaannya adalah mendapatkan pahala yang setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilaksanakan selama enam hari. Namun, masih ada beberapa pertanyaan seputar pelaksanaan puasa Syawal, seperti apakah puasa ini harus dilakukan secara berurutan atau boleh dipisah-pisah, serta bagaimana niat yang harus dibaca, mengingat seringkali umat Islam menjalankannya selama enam hari berturut-turut.
Untuk lebih memahami tentang puasa Syawal, berikut penjelasan lengkap mengenai niat, waktu pelaksanaan, dan ketentuan-ketentuannya menurut ajaran Islam, yang dirangkum Kapanlagi.com dari berbagai sumber.
Advertisement
Dikutip dari mui.or.id, puasa Syawal adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan karena memiliki pahala yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim).
Hal ini dikarenakan dalam Islam, setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan yang berlangsung selama 30 hari setara dengan 300 hari pahala, ditambah dengan enam hari puasa Syawal yang bernilai 60 hari pahala, sehingga totalnya menjadi 360 hari, yang sebanding dengan puasa selama setahun penuh.
Selain mendapatkan pahala besar, puasa Syawal juga menjadi bentuk penyempurnaan ibadah Ramadan dan melatih diri agar tetap istiqamah dalam beribadah setelah Ramadan berlalu. Dengan demikian, puasa ini dapat menjadi kebiasaan baik yang menjaga semangat ibadah sepanjang tahun.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kapan waktu terbaik untuk melaksanakan puasa Syawal dan apakah harus dilakukan secara berurutan.
"Syekh Ibnu Hajar al-Haitami dalam Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj berpendapat bahwa puasa Syawal dapat dilakukan secara terpisah, tidak harus berturut-turut, dengan memilih enam hari yang sesuai kenyamanan dan kesempatan dalam bulan Syawal." tulis laman Baznaz
Advertisement
Niat adalah bagian penting dalam ibadah puasa, termasuk puasa Syawal. Berikut ini adalah bacaan niat yang bisa diucapkan sebelum memulai puasa Syawal:
Niat puasa Syawal sejak malam hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillâhi ta‘âlâ." (Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.)
Namun, berbeda dengan puasa wajib seperti Ramadan, puasa sunnah Syawal masih boleh diniatkan pada pagi hari, asalkan belum makan atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar. Jika seseorang baru memutuskan untuk berpuasa di siang hari, ia dapat membaca niat berikut:
Niat puasa Syawal di siang hari:
نَوَيْتُ صَوْمَ هذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillâhi ta‘âlâ." (Artinya: Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.)
Dengan fleksibilitas ini, umat Islam tetap bisa menjalankan puasa Syawal meskipun tidak sempat berniat dari malam sebelumnya.
Bagi seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadan, muncul pertanyaan apakah puasa qadha bisa digabung dengan puasa Syawal.
Ada beberapa pendapat mengenai hal ini:
Selain keutamaannya dalam Islam, puasa Syawal juga memiliki berbagai manfaat baik dari sisi spiritual maupun kesehatan.
Dengan banyaknya manfaat tersebut, tidak heran jika puasa Syawal menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam.
1. Apakah puasa Syawal harus dilakukan berturut-turut?
Tidak harus. Puasa Syawal boleh dilakukan secara terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
2. Apakah puasa Syawal bisa digabung dengan puasa Senin-Kamis?
Ya, puasa Syawal dapat digabung dengan puasa Senin-Kamis, dan seseorang tetap mendapatkan keutamaan dari kedua puasa tersebut.
3. Apakah boleh puasa Syawal sebelum membayar utang puasa Ramadan?
Sebaiknya qadha puasa Ramadan didahulukan karena hukumnya wajib, tetapi sebagian ulama membolehkan puasa Syawal terlebih dahulu.
4. Apakah niat puasa Syawal harus diucapkan dengan lisan?
Tidak wajib, niat cukup di dalam hati, tetapi disunnahkan untuk dilafalkan agar lebih mantap.
5. Apakah pahala puasa Syawal sama seperti puasa setahun penuh?
Ya, berdasarkan hadits Rasulullah SAW, puasa Ramadan yang diikuti dengan enam hari puasa Syawal setara dengan puasa selama setahun penuh.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/rmt)
Advertisement
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas
8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera