Fidyah Puasa 2026: Ketentuan, Cara Bayar, dan Niat

Fidyah Puasa 2026: Ketentuan, Cara Bayar, dan Niat
Fidyah Puasa 2026: Ketentuan, Cara Bayar dan Niat (credit: image by AI)

Kapanlagi.com -

Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat wajib. Namun dalam kondisi tertentu, ada sebagian orang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa karena alasan yang dibenarkan dalam syariat. Dalam situasi seperti ini, Islam memberikan keringanan berupa fidyah sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.

Seorang muslim harus memahami apa yang menjadi ketentuan fidyah. Pasalnya, sebagai pengganti ibadah wajib, fidyah harus dilakukan dengan benar sesuai ketentuan menurut syariat. Maka dari itu, penting untuk tahu mulai dari siapa saja yang wajib membayarnya, bagaimana cara membayar fidyah, hingga bacaan niat yang menyertainya.

Nah, untuk mengetahui berbagai ketentuan fidyah tersebut, langsung saja simak ulasan berikut yang sudah KapanLagi rangkum dari situs baznas.go.id.

1. Apa Itu Fidyah dalam Islam?

Apa Itu Fidyah dalam Islam? (credit: image by AI)

Seperti yang disebutkan sebelumnya, fidyah adalah tebusan yang diberikan oleh seorang Muslim sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak dapat dijalankan karena alasan tertentu. Tebusan ini umumnya berupa pemberian makanan kepada orang yang membutuhkan atau nilai lain yang setara dengan makanan pokok.

Ketentuan fidyah memiliki dasar dalam Al-Qur'an, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 184, yang artinya:

"(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Q.S. Al Baqarah: 184)

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa orang yang tidak mampu berpuasa dapat menggantinya dengan memberi makan seorang miskin. Tujuan dari fidyah adalah memberikan jalan keluar bagi mereka yang benar-benar tidak mampu menjalankan puasa, sehingga tetap dapat menunaikan kewajiban agama melalui bentuk ibadah sosial.

(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)

2. Golongan yang Diperbolehkan Membayar Fidyah

Tetapi perlu dipahami bahwa tidak semua orang yang meninggalkan puasa wajib dan diganti dengan membayar fidyah. Kewajiban ini berlaku bagi kelompok tertentu yang memang tidak mampu mengganti puasa dengan qadha di waktu lain.

Beberapa golongan yang termasuk dalam kategori tersebut antara lain orang tua renta yang secara fisik sudah tidak mampu menjalankan puasa. Kondisi usia lanjut sering kali membuat tubuh tidak lagi kuat menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Selain itu, orang yang menderita penyakit kronis atau sakit yang kecil kemungkinan untuk sembuh juga dapat mengganti puasa dengan fidyah. Dalam kondisi ini, puasa dianggap terlalu berat untuk dijalankan.

Ibu hamil atau menyusui juga dapat termasuk dalam kelompok yang membayar fidyah apabila mereka khawatir terhadap kesehatan diri sendiri maupun bayi yang dikandung atau disusui.

Dalam beberapa kondisi lain, fidyah juga dapat dibayarkan untuk orang yang telah meninggal dunia namun masih memiliki utang puasa Ramadan.

3. Bentuk Fidyah yang Dapat Diberikan

Bentuk Fidyah yang Dapat Diberikan (credit: image by AI)

Fidyah dapat diberikan dalam beberapa bentuk, salah satunya dengan pemberian makanan kepada orang yang membutuhkan. Tetapi, bentuk yang paling umum adalah makanan pokok seperti beras atau bahan pangan lainnya yang biasa dikonsumsi masyarakat setempat. Pemberian ini dimaksudkan agar penerima dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Selain makanan pokok, fidyah juga bisa diberikan dalam bentuk makanan siap saji. Cara ini sering dilakukan dengan memberikan satu porsi makanan kepada fakir miskin sebagai pengganti satu hari puasa yang ditinggalkan. Di beberapa tempat, fidyah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan makanan pokok yang seharusnya diberikan.

4. Besaran Fidyah yang Harus Dibayarkan

Besaran fidyah umumnya dihitung berdasarkan jumlah hari puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadan. Setiap satu hari puasa yang tidak dijalankan diganti dengan satu kali pemberian makanan kepada orang miskin.

Dalam pandangan beberapa mazhab, terdapat perbedaan ukuran fidyah. Mazhab Syafi�i dan Maliki menetapkan fidyah sebesar satu mud atau sekitar 675 gram makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

Sementara itu, mazhab Hanafi menetapkan jumlah yang lebih besar, yaitu dua mud atau sekitar 1,5 kilogram makanan pokok per hari.

Dalam praktik di Indonesia, nilai fidyah sering kali disesuaikan dengan harga makanan yang berlaku di suatu daerah. Sebagai contoh, di wilayah tertentu seperti Jabodetabek, nilai fidyah diperkirakan sekitar Rp60.000 per orang untuk satu hari puasa.

5. Golongan Orang yang Berhak Menerima Fidyah

Golongan Orang yang Berhak Menerima Fidyah (credit: image by AI)

Fidyah diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan, yaitu golongan fakir miskin. Pemberian ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan mereka sekaligus menjalankan kewajiban ibadah bagi orang yang membayar fidyah.

Penyaluran fidyah dapat dilakukan secara langsung kepada fakir miskin di sekitar lingkungan tempat tinggal. Cara ini memungkinkan pemberi fidyah mengetahui secara langsung siapa penerima manfaatnya.

Selain itu, fidyah juga dapat disalurkan melalui lembaga amil zakat yang terpercaya, seperti Badan Amil Zakat Nasional, agar distribusinya lebih terorganisasi dan tepat sasaran.

6. Cara Membayar Fidyah dengan Benar

Cara membayar fidyah pertama-tama dilakukan dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan selama bulan Ramadan. Jumlah hari tersebut menjadi dasar untuk menentukan besaran fidyah yang harus dibayarkan.

Setelah itu, tentukan bentuk fidyah yang akan diberikan, apakah berupa makanan pokok, makanan siap saji, atau uang yang nilainya setara dengan makanan tersebut.

Langkah berikutnya adalah menyalurkan fidyah kepada fakir miskin yang berhak menerima. Penyaluran bisa dilakukan secara langsung maupun melalui lembaga amil zakat yang mengelola dana fidyah secara profesional.

7. Waktu Pembayaran Fidyah

Fidyah dapat dibayarkan pada beberapa waktu yang diperbolehkan dalam praktik ibadah. Sebagian orang memilih membayar fidyah pada saat bulan Ramadan ketika mereka tidak menjalankan puasa pada hari tertentu. Cara ini dianggap lebih praktis karena langsung mengganti puasa yang ditinggalkan.

Fidyah juga dapat dibayarkan setelah bulan Ramadan berakhir. Bahkan pembayaran masih diperbolehkan sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Meski demikian, banyak ulama menganjurkan agar fidyah tidak ditunda terlalu lama. Membayar fidyah lebih cepat dianggap lebih baik agar kewajiban tersebut segera tertunaikan.

8. Bacaan Niat Membayar Fidyah

Bacaan Niat Membayar Fidyah (credit: unsplash.com)

Dalam setiap ibadah, niat menjadi bagian penting karena menentukan tujuan dari amalan yang dilakukan. Pada dasarnya niat cukup dilakukan di dalam hati. Namun, melafalkan niat juga diperbolehkan agar membantu seseorang lebih fokus dan khusyuk saat menunaikan kewajiban tersebut.

Bacaan niat fidyah yang umum digunakan adalah:

"Nawaitu an ukhrija fidyata as-shaumi lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya berniat mengeluarkan fidyah puasa karena Allah Ta'ala."

9. Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan fidyah dalam puasa Ramadan?
Fidyah adalah tebusan yang diberikan oleh seorang Muslim sebagai pengganti puasa Ramadan yang tidak dapat dijalankan karena alasan tertentu, biasanya dalam bentuk makanan atau nilai yang setara.

Siapa saja yang wajib membayar fidyah?
Fidyah wajib dibayarkan oleh orang yang tidak mampu berpuasa dan tidak dapat menggantinya dengan qadha, seperti orang tua renta, penderita penyakit kronis, ibu hamil atau menyusui dalam kondisi tertentu, serta orang yang meninggal dunia dan masih memiliki utang puasa.

Apa saja bentuk fidyah yang dapat diberikan?
Fidyah dapat berupa makanan pokok seperti beras, makanan siap saji, atau uang yang nilainya setara dengan makanan yang diberikan kepada fakir miskin.

Berapa besaran fidyah yang harus dibayar?
Besaran fidyah umumnya setara dengan satu porsi makanan untuk satu orang miskin setiap hari puasa yang ditinggalkan. Dalam praktik di Indonesia, nilainya sering disesuaikan dengan harga makanan di suatu daerah.

Kepada siapa fidyah diberikan?
Fidyah diberikan kepada fakir miskin yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Bagaimana cara membayar fidyah dengan benar?
Caranya dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan, menentukan besaran fidyah, lalu menyalurkannya kepada fakir miskin secara langsung atau melalui lembaga amil zakat.

Kapan waktu yang tepat membayar fidyah?
Fidyah dapat dibayarkan selama Ramadan ketika tidak berpuasa, setelah Ramadan berakhir, atau sebelum datangnya Ramadan berikutnya.

Temukan berbagai ulasan menarik dan bermanfaat lainnya di kapanlagi.com. Kalau bukan sekarang, KapanLagi?

(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)

Rekomendasi
Trending