Grandprix, Baru Usia 24 Sudah Raih Gelar Doktor

Sabtu, 23 September 2017 14:58 Penulis: Tyssa Madelina
Grandprix, Baru Usia 24 Sudah Raih Gelar Doktor
Grandprix. ©2017 Merdeka.com

Kapanlagi Plus - Rata-rata mahasiswa di Indonesia menempuh waktu 3,5 - 4 tahun dalam menyelesaikan masa studi pendidikan S1. Itupun kalau tepat waktu. Untuk yang kuliahnya molor? Bisa-bisa, mereka menghabiskan waktu tujuh tahun demi menggapai gelar sarjana lho, KLovers.

Namun, agaknya hal tersebut tidak berlaku bagi Grandprix Thomryes Marth Kadja. Di usianya yang masih 24 tahun, dia sudah meraih gelar S3! Hal ini secara otomatis membuat Grandprix menyanding gelar doktor termuda di Indonesia. Hebat bukan?

Untuk mendapatkan semua itu, tak serta merta diperoleh secara instan. Pria yang akrab disapa GP ini memulai jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) sejak usia 5 tahun. Pada usia 16 tahun, ia sudah menempuh pendidikan S1 jurusan Kimia di Universitas Indonesia (UI) dan lulus hanya dalam jangka waktu tiga tahun saja.

Menginspirasi anak muda di sekitarnya ©2017 itb.ac.idMenginspirasi anak muda di sekitarnya ©2017 itb.ac.id

Berhasil menyabet gelar sarjana pada usia 19 tahun, pria asal Kupang ini tak berpuas diri. Ia kembali merengkuh pendidikan di ITB. GP menempuh pendidikan dua strata sekaligus dengan mengambil program beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti. Usahanya tersebut terbilang mulus. Hanya dalam rentan waktu lima tahun, dua gelar sekaligus berhasil diraih.

Kecintaannya pada dunia kimia dimulai kala ia menduduki bangku SMA. Bermula dari cara gurunya mengajar, ia pun mulai menyukai pelajaran tersebut. Dari situ, ia mulai memupuk dan memoles kecintaannya pada bidang tersebut hingga mengantarkannya sampai saat ini.

Kunci sukses GP tak lepas dari keseriusannya dalam menggapai apa yang ia inginkan. Ia pun tak pelit untuk berbagi tips bagaimana cara meraih prestasi di usia dini. "Jadi kalau boleh saya ngasih saran, seriuslah dengan apa yang kita kerjakan, tapi jangan lupa, kita adalah makhluk sosial. Jadi semuanya harus seimbang," cetusnya seperti dilansir dari Merdeka.com

Pengalaman GP di atas sekaligus menjadi kacamata bagi kita semua ya, KLovers. Kalau dimana ada kesungguhan, di situ pasti ada jalan.

(mdk/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI