Hari Libur Tahun Baru Islam 2021 Beserta Amalan dan Keutamaan Bulan Muharram

Senin, 09 Agustus 2021 14:44 Penulis: Nurul Wahida
Hari Libur Tahun Baru Islam 2021 Beserta Amalan dan Keutamaan Bulan Muharram
Ilustrasi (credit: shutterstock.com)


Kapanlagi Plus - Pergantian Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H akan jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021. Hanya saja ada perubahan pergeseran hari libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H menjadi tanggal 11 Agustus 2021.

Tahun Baru Islam 1 Muharram diperingati sebagai hari libur atau tanggal merah. Namun, tahun ini pemerintah menggeser tanggal merah atau hari libur Tahun baru Islam 1443 H menjadi 11 Agustus 2021.

"Tahun Baru Islam tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021 M. Hari liburnya yang digeser menjadi 11 Agustus 2021 M," jelas Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin, di Jakarta, Rabu, (04/08) seperti dilansir dari laman kemenag.go.id.

Hal ini seperti tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB. No 712, 1 dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB N 642, 4 dan 4 tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin menjelaskan pergeseran hari libur Tahun Baru Islam 2021 tersebut sebagai bentuk upaya pencegahan dan penanganan penyebaran covid-19 seperti melansir dari laman kemenag.go.id.

Terlepas dari hari libur Tahun Baru Islam 2021 ada beberapa amalan sunnah bulan Muharram beserta keutamaannya yang begitu istimewa. Adapun amalan Tahun Baru Islam, doa Tahun Baru Islam beserta keutamaan Tahun Baru Islam dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.

 

 

1. Sejarah Tahun Baru Islam

Tahun Baru Islam menjadi hari paling bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia. Sebab ada peristiwa bersejarah yang menandai masuknya awal bulan Muharram dalam kalender Hijriah. Sedangkan dalam penanggalan Hijriah, tahun 2021 ini memasuki Tahun Baru Islam 1443 H. Lalu bagaimana sebenarnya sejarah tahun baru Islam yang kita kenal saat ini?

Melansir dari NU Online, sejarah Tahun Baru Islam dalam sebuah riwayat terjadi saat Khalifah Umar bin Khattab menerima sebuah surat dari Abu Musa Al-Asy'ari tanpa keterangan waktu, baik tanggal ataupun hari.

Dari sinilah Khalifah Umar bin Khattab mulai mengadakan suatu pertemuan dan bermusyawarah untuk menentukan penetapan kalender Hijriah berdasarkan peristiwa bersejarah bagi umat Islam. Alhasil dalam musyawarah bersama sahabat Nabi, disepakati penetapan Tahun Baru Islam bertepatan dengan hari hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.

Sebab itulah bulan Muharram menjadi awal penetapan Tahun Baru Islam berdasarkan kalender Hijriah yang terdiri dari bulan Muharram, Shafar, Rabi'ul Awal, Rabi'ul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqa'idah, serta Dzulhijjah.

Tak hanya penetapan awal Tahun Baru Islam, beberapa peringatan hari besar Islam juga tak lepas dari peristiwa bersejarah mulai dari kelahiran Nabi Muhammad SAW ataupun saat wafatnya Nabi Muhammad SAW.

2. Amalan Tahun Baru Islam

Jika ulasan sebelumnya tentang sejarah Tahun Baru Islam yang ditetapkan berkaitan dengan hari di mana Rasulullah SAW hijrah, di bawah ini ada beberapa amalan Tahun Baru Islam yang begitu istimewa. Sebab, bulan Muharram sendiri dikenal menjadi salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Untuk itulah ada baiknya buat kita mengamalkan amalan Tahun Baru Islam atau amalan bulan Muharram dengan maksud mengharap ridha dari Allah SWT. Berikut amalan sunnah Tahun Baru Islam berdasarkan kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyahrus Shudur dilansir dari laman NU Online:

- Melaksanakan sholat.

- Melaksanakan puasa sunnah seperti puasa Asyura dan puasa Tasu'a.

- Bersilaturahmi.

- Memperbanyak sedekah.

- Mandi.

- Menggunakan celak di mata.

- Melakukan ziarah untuk ulama ataupun orang alim.

- Memotong kuku.

- Menjenguk orang sakit.

- Mengusap kepala anak yatim.

- Menambah nafkah untuk keluarga.

- Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

3. Keutamaan Tahun Baru Islam 2021

Termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT, ada beberapa keutamaan Tahun Baru Islam yang begitu istimewa. Sebab itulah penting buat kita selalu mengamalkan berbagai amalan baik di bulan Muharram dengan maksud mengharap karunia dan ridha Allah SWT. Lalu apa saja keutamaan Tahun Baru Islam? Berikut ulasannya tentang keutamaan Tahun Baru Islam 2021 dilansir dari merdeka.com:

- Pahala yang dilipat gandakan.

- Segala bentuk maksiat, kejahatan dan kedzaliman memiliki dosa yang lebih berat dibandingkan bulan lain.

- Menjadi salah satu bulan haram.

- Anjuran untuk melaksanakan puasa dan memperbanyak amalan ibadah baik.

- Menghapus dosa-dosa setahun lalu bagi yang melaksanakan puasa pada sunnah pada 10 Muharram.

4. Doa Awal Tahun Baru Islam 2021 dan Doa Akhir Tahun

Tahun Baru Islam 2021 sudah di depan mata yang akan jatuh pada 10 Agustus 2021. Untuk itulah ada amalan doa awal Tahun Baru Islam seperti ulasan di bawah ini. Adapun doa awal Tahun Baru Islam dapat kalian amalkan dengan bacaannya sebagai berikut dilansir dari laman NU Online:

"Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa 'ala fadhlikal 'azhimi wa karimi judikal mu'awwal. Hadza 'amun jadidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis su'i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram."

Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini."

Sedangkan untuk bacaan doa akhir tahun dapat diamalkan pada hari terakhir di bulan Dzulhijjah. Bacaan doa akhir tahun tersebut dapat diamalkan dengan membacanya 3 kali sebelum maghrib. Adapun bunyi bacaan doa akhir tahun sebagai berikut:

"Allahumma ma 'amiltu min 'amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiha 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'ala 'uqubati, wa da'autani ilat taubati min ba'di jara'ati 'ala ma'shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma 'amiltu fiha mimma tardha, wa wa'attani 'alaihits tsawaba, fa'as'aluka an tataqabbala minni wa la taqtha' raja'i minka ya karim."

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu."

Nah itulah beberapa penjelasan tentang Tahun Baru Islam atau bulan Muharram. Selain itu dengan mengetahui amalan Tahun Baru Islam beserta keutamaan dan doanya dapat menjadi referensi buat kalian memanfaatkan momen bulan mulia ini untuk melakukan berbagai amalan ibadah dan kebaikan.

Sumber: Nu Online, Merdeka.com, Kemenag.go.id

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI