Kenapa Kucing Dianggap Sebagai Hewan Sakral di Era Mesir Kuno?

Kamis, 04 Maret 2021 07:31 Penulis: Wuri Anggarini
Kenapa Kucing Dianggap Sebagai Hewan Sakral di Era Mesir Kuno?
(c) Shutterstock

Kapanlagi Plus - Kebudayan Mesir kuno menyimpan banyak cerita dan mitos yang cukup mindblowing. Beberapa bahkan masih bertahan dan dipercaya masyarakat Mesir hingga kini. Misalnya saja cerita tentang kucing yang dianggap sebagai makhluk suci, sehingga masyarakat Mesir benar-benar menjunjung tinggi dan menganggapnya keramat.

Kenapa kucing bisa dianggap sebagai hewan sakral di kebudayaan Mesir kuno? Ternyata begini penjelasannya.

Jelmaan dari Dewa dalam Mitologi Mesir

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Dalam kepercayaan masyarakat Mesir kuno, disebutkan bahwa dewa dan dewi yang mereka sembah memiliki kekuatan untuk menjelma ke dalam wujud binatang. Salah satunya adalah Bastet yang dikenal memiliki kekuatan untuk berubah wujud menjadi kucing.

Bastet yang berwujud setengah kucing dan setengah perempuan ini dikenal sebagai penjaga rumah hingga penjaga penyakit. Inilah yang kemudian membuat kucing menjadi makhluk domestik yang banyak dipelihara di dalam rumah.

Pelindung Rumah dan Makanan

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Sampai sekarang, kucing dikenal sebagai hewan pemburu yang memangsa tikus atau ular. Ternyata, kemampuan yang satu ini sudah diakui sejak masa Mesir kuno. Karena skill berburu yang bisa diandalkan, banyak masyarakat Mesir kuno yang memelihara kucing untuk melindungi rumah mereka dari binatang seperti tikus dan ular yang bisa merusak persediaan bahan makanan.

Bedanya, perlakuan istimewa diberikan oleh masyarakat Mesir kuno yang memelihara kucing di dalam rumahnya. Anabul ini didandani dengan berbagai perhiasan mewah sebagai tanda yang menunjukkan bahwa kucing adalah hewan suci.

Hukum yang Melindungi Kucing

(c) Shutterstock(c) Shutterstock

Kecintaan masyarakat Mesir kuno terhadap kucing juga terlihat dari munculnya hukum yang melindungi kucing. Di masa tersebut, masyarakat diancam hukuman mati jika sengaja atau tidak sengaja membunuh makhluk mungil tersebut. Nggak hanya itu, perdagangan kucing baik di dalam maupun luar negeri juga dianggap ilegal. 

Masyarakat Mesir juga menghormati hewan peliharaan yang satu ini dengan cara memumikan kucing jika ada yang mati. Bahkan, ada juga kucing yang dikubur bersama dengan pemiliknya sebagai tanda cinta terhadap hewan peliharaan.

Hingga saat ini, kucing masih jadi hewan kesayangan kaum urban modern yang bisa menemani sekaligus memberikan hiburan yang dibutuhkan. Biarpun kebudayaan tanah air nggak menganggapnya sebagai makhluk suci, tapi banyak cara yang bisa dilakukan para cat lovers untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap anabul yang satu ini. Misalnya lewat food treat istimewa dari brand berkualitas yang bisa menjaga kesehatan pets kesayangan, seperti yang dihadirkan oleh Muezza.

Muezza memiliki serangkaian nutrisi penting untuk menjaga kesehatan kucing kesayangan. Sebut saja Omega 3 dan Omega 6 yang berperan penting untuk memperkuat tulang dan gigi serta menyehatkan kulit dan bulunya.

Makanan kucing halal ini juga mengandung ekstrak Yucca Schidigera yang berperan untuk menghambat penyerapan bakteri berbahaya di saluran cerna. Dengan begitu, kesehatan kucing bisa lebih terjamin. 

Nah, sertifikasi halal Muezza sendiri diperoleh dari The Central Islamic Committee of Thailand. Tersedia dalam empat varian rasa, yaitu Mackerel, Salmon, Tuna, dan Ocean Fish, yuk buruan beli stok Muezza hanya di Shopee dan Tokopedia!

Beli Muezza di Shopee Beli Muezza di Tokopedia 

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI