Diperbarui: Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Olahraga menjadi hobi favorit para Gen Z belakangan ini. Bukan cuma ingin mendapatkan tubuh yang fit dan sehat, Gen Z jika rajin berolahraga akan berkontribusi pada penampilan mereka yang lebih menarik. Makanya, banyak Gen Z yang rajin ngegym, lari, bersepeda dan olahraga seru lainnya di sela-sela kesibukan mereka sebagai pekerja kantoran.
Hanya saja beberapa di antara kamu mungkin perlu menyesuaikan diri untuk tetap fit selama bulan Ramadan ini. Tak jarang maunya tetap berolahraga tapi rasanya tipker alias semangat tipis badan kering selama berpuasa. Nah, supaya rutinitas berolahraga tetap jalan selama bulan puasa, berikut ini kiat jitu menjaga performa #StayExcellent buat para sports enthusiast!
Advertisement
Credit: serezniy/Depositphotos.com
Mengatur waktu istirahat yang cukup selama Ramadan sangat penting untuk menjaga kesehatan dan produktivitasmu. Buatlah jadwal harian yang mencakup waktu untuk ibadah, pekerjaan, dan istirahat. Kamu bisa menerapkan Pomodoro, yaitu metode yang melibatkan bekerja selama 25-30 menit diikuti dengan istirahat 5 menit, sehingga dapat membantu menjaga fokus dan mencegah kelelahan selama beraktivitas di bulan Ramadan.
Setelah berbuka puasa, berikan waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum melakukan aktivitas berat. Sementara saat malam hari, pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup setiap malam. Tidur yang baik sangat penting untuk pemulihan fisik dan mental, terutama saat berpuasa. Usahakan untuk tidur lebih awal agar bisa bangun untuk sahur dengan lebih segar.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Credit: BongkarnGraphic/Depositphotos.com
Waktu yang paling ideal untuk berolahraga adalah 1-2 jam setelah berbuka puasa. Pada saat ini, tubuh sudah mendapatkan asupan makanan dan cairan yang cukup, sehingga kamu dapat berolahraga dengan lebih nyaman dan aman. Jika kamu lebih suka berolahraga di malam hari, waktu setelah salat Tarawih juga termasuk pilihan yang baik. Hal ini dapat memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan setelah berbuka sebelum melakukan aktivitas fisik.
Berolahraga 30 menit sebelum berbuka puasa juga bisa menjadi pilihan, terutama untuk latihan ringan seperti jalan cepat. Namun, pastikan untuk tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat, karena tubuh biasanya sudah kehilangan banyak energi jelang waktu berbuka. Selain itu, melakukan olahraga ringan sebelum sahur juga bisa menjadi alternatif. Hal ini dapat membantu meningkatkan metabolisme dan mempersiapkan tubuh untuk menjalani puasa sepanjang hari.
Advertisement
Credit: chingyunsong/Depositphotos.com
Pahami bagaimana tubuh kamu merespons puasa. Jika kamu merasa lelah atau lemah, pertimbangkan untuk mengurangi intensitas dan durasi latihan. Dengarkan sinyal tubuhmu dan sesuaikan latihan sesuai kebutuhan. Sebaiknya batasi durasi latihan menjadi 15-30 menit untuk menjaga energi. Latihan yang lebih pendek namun konsisten lebih baik daripada sesi panjang yang justru dapat menyebabkan kamu kelelahan berlebihan.
Selama puasa, pilihlah latihan dengan intensitas ringan hingga sedang. Aktivitas seperti berjalan, yoga, atau latihan kekuatan ringan lebih dianjurkan dibandingkan dengan latihan berat yang dapat menguras energi. Lakukan latihan setelah berbuka puasa atau sebelum sahur, sehingga kamu dapat berlatih dengan lebih efektif tanpa merasa lelah. Setelah berolahraga, jangan lupa melakukan pendinginan dan stretching untuk membantu mengurangi ketegangan otot dan mempercepat pemulihan.
Credit: IgorVetushko/Depositphotos.com
Saat sahur, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal memberikan energi yang bertahan lama, sedangkan protein dari telur, yogurt, atau kacang-kacangan membantu pemulihan otot. Lemak sehat dari alpukat atau minyak zaitun juga penting untuk asupan energi. Sertakan makanan berserat seperti sayuran dan buah-buahan dalam menu sahur. Serat membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga kamu tidak cepat merasa lapar saat berpuasa.
Sementara saat berbuka puasa, mulailah dengan minum air dan sedikit makanan manis seperti kurma untuk mengembalikan energi dengan cepat. Setelah itu, tunggu sekitar 30 menit sebelum mengonsumsi makanan utama. Berbukalah dengan sajian yang mengandung karbohidrat sederhana untuk pemulihan energi, serta protein dan sayuran. Misalnya, nasi dengan lauk protein seperti ayam atau ikan, ditambah sayuran segar. Atur porsi makan agar tidak berlebihan. Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering, terutama saat berbuka, untuk membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik.
ISOPLUS
Saat berpuasa, tubuh memang lebih mudah mengalami dehidrasi. Sementara bagi para sport enthusiast, rasa haus setelah latihan menjadi hal yang tak terpisahkan. Oleh karena itu, latihan di bulan puasa bakal menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Nah, supaya performa kamu sebagai sport enthusiast #StayExcellent selama bulan puasa ini, pastikan juga untuk menjaga hidrasi tubuh dengan baik.
Buat kamu yang baru mulai gaya hidup aktif dan sehat, olahraga selama berpuasa tidak akan menjadi halangan selama memiliki cairan tubuh yang cukup dan seimbang. ISOPLUS dengan kandungan 7 ion lengkapnya menjadi solusi hidrasi yang tepat ketika sahur dan berbuka untuk menjaga hidrasi tubuh sepanjang hari dengan Hidrasi Cepat dan Jaga performa bagi tubuh. Jadi, #StopTipker dan #StayExcellent saat puasa dengan ISOPLUS ya!
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kly/tmi)
Advertisement
Potret Dekorasi Rumah Yura Yunita, Kaya Ornamen Estetik
Gaya Busana Audi Marissa Buat Lebaran 2025, Padu Padankan Warna Putih dan Hitam
7 Potret Levian Anak Lesti Kejora Lincah dan Imut Joget Velocity, Rizky Billar Heran Siapa yang Ngajarin
Unboxing Hampers Lebaran Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, Isinya Melimpah
Foto Chat Kim Sae Ron Setelah Diminta Bayar 700 Juta Won oleh Gold Medalist, Sebut Dunianya Hancur - Merasa Ditipu