Lebaran Usai, Silaturahim Jangan Putus! Ini Makna Sebenarnya

Penulis: Silvia Estefina Subitmele

Diterbitkan:

Lebaran Usai, Silaturahim Jangan Putus! Ini Makna Sebenarnya
Ilustrasi Masjid

Dalam budaya masyarakat Indonesia, tradisi silaturahim saat Idul Fitri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan hari kemenangan umat Muslim. Sebagai negara dengan populasi mayoritas Muslim, momen ini dimanfaatkan oleh banyak orang untuk memperkuat hubungan kekeluargaan, mempererat tali persaudaraan, serta saling bermaafan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Setiap tahunnya, masyarakat melaksanakan tradisi ini dengan berbagai cara. Salah satu yang paling umum adalah mengunjungi sanak saudara, tetangga dan sahabat untuk bersilaturahim secara langsung. Selain itu, banyak pula yang mengadakan acara halal bihalal, baik dalam lingkungan keluarga besar, komunitas, hingga di instansi pemerintahan dan perusahaan.

Dalam ajaran Islam, menjaga dan mempererat silaturahim memiliki nilai yang sangat penting. Rasulullah SAW sendiri sangat menganjurkan umatnya untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama, bahkan dalam berbagai hadis disebutkan bahwa silaturahim dapat memperpanjang umur dan mendatangkan berkah dalam kehidupan. Oleh karena itu, tradisi silaturahim saat Idul Fitri bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang mendalam.

Penasaran seperti apa makna sebenarnya? Berikut informasi lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (2/4/2025).

1. Arti Penting Silaturahim

Pentingnya silaturahim telah ditegaskan oleh Allah SWT. Bahkan, Allah mengancam akan tidak akan memasukkan siapa saja yang dengan sengaja memutus tali silaturahmi. Dalam hadits riwayat Abu Jabir bin Muth'im meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:


ا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ

"Tidak akan masuk surga orang yang memutus (silaturahmi)." (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits tersebut menunjukkan bahwa memutus tali silaturahmi adalah hal yang sangat dilarang dalam agama, bahkan ancamannya adalah tidak masuk surga. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memanfaatkan libur lebaran dan Idul Fitri ini untuk kembali menjalin tali silaturahmi dengan keluarga yang sudah lama tidak bertemu.

Selain itu, banyak dalil yang memberikan anjuran untuk menjaga tali silaturahim dan manfaat silaturahmi dalam pandangan Islam yang mana penting diketahui bagi Umat Islam guna menjaga silaturahmi menjadi bagian dari ketaqwaan kepada Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut,

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.” (H.R. Bukhari & Muslim).

Disisi lain, terdapat pula dalam Al–Qur’an Surah Al–Baqarah Ayat 83 mengenai anjuran berbudi baik kepada kerabat, sebagai berikut:

“Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak–anak yatim, dan orang–orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari) kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.” (Q.S Al–Baqarah: 83)

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. Makna Silaturahim saat Lebaran

Tradisi silaturahmi yang dilakukan saat Idul Fitri bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi memiliki makna yang sangat mendalam dalam kehidupan sosial dan spiritual umat Muslim. Ada beberapa nilai utama yang terkandung dalam tradisi ini, di antaranya:

1. Momen untuk Memperbarui Hubungan

Seiring berjalannya waktu, kesibukan dan berbagai perbedaan pendapat sering kali membuat hubungan dengan keluarga, kerabat, atau sahabat menjadi renggang. Idul Fitri memberikan kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan yang mungkin telah lama merenggang. Dengan saling mengunjungi dan bertukar kabar, kehangatan dalam hubungan yang sempat berkurang dapat kembali terjalin.

2. Waktu untuk Saling Memaafkan

Setiap manusia tentu pernah melakukan kesalahan, baik secara sengaja maupun tidak. Oleh karena itu, tradisi silaturahmi di Hari Raya menjadi momen yang tepat untuk membuka hati dan saling memaafkan. Dengan tulus meminta dan memberi maaf, hati menjadi lebih ringan, dan hubungan sosial dapat kembali harmonis. Sikap saling memaafkan ini juga mencerminkan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Mempererat Ikatan Kekeluargaan dan Persaudaraan

Silaturahmi juga berfungsi sebagai sarana memperkuat ikatan antaranggota keluarga dan masyarakat. Pertemuan yang terjadi saat Idul Fitri bukan hanya ajang untuk berbagi cerita, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian satu sama lain. Dalam suasana yang penuh kehangatan, setiap individu merasa dihargai dan diakui keberadaannya, sehingga rasa persatuan dalam keluarga dan komunitas semakin erat.

4. Refleksi Spiritual Setelah Sebulan Berpuasa

Idul Fitri adalah momen kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa. Silaturahmi yang dilakukan setelah Ramadhan bukan hanya sekadar tradisi sosial, tetapi juga bentuk refleksi spiritual. Setelah melewati bulan yang penuh pengendalian diri dan peningkatan ibadah, silaturahmi menjadi salah satu cara untuk meneruskan nilai-nilai kesabaran, ketulusan, serta keikhlasan yang telah dilatih selama Ramadhan.

5. Menyebarkan Kebahagiaan dan Berkah kepada Sesama

Lebaran identik dengan suasana kebahagiaan yang dibagikan kepada orang-orang di sekitar kita. Baik melalui kunjungan langsung, berbagi makanan, memberi hadiah kecil, maupun sekadar ucapan penuh kasih, semua itu merupakan bentuk kepedulian yang dapat mempererat hubungan sosial. Semangat berbagi ini juga sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan umatnya untuk saling membantu dan menyebarkan kebaikan.

3. Panduan Melakukan Silaturahim Lebaran agar Lebih Bermakna

Silaturahmi saat Idul Fitri bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momen berharga untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan. Agar kegiatan ini semakin bermakna, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memastikan silaturahmi berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang lebih besar. Berikut adalah beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Persiapkan Hati dengan Niat yang Tulus

Sebelum bersilaturahmi, penting untuk meluruskan niat dan mempersiapkan hati. Anggap silaturahmi sebagai ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta sebagai sarana untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Singkirkan rasa gengsi, ego, atau dendam yang mungkin masih ada, dan bukalah hati untuk saling memaafkan dengan tulus.

2. Rencanakan Kunjungan dengan Baik

Agar kunjungan silaturahmi lebih efektif, buatlah daftar orang-orang yang ingin ditemui, mulai dari keluarga inti, sanak saudara, hingga sahabat dekat. Susun jadwal kunjungan dengan bijak agar tidak terburu-buru atau melewatkan orang-orang yang penting. Jika memungkinkan, hubungi terlebih dahulu untuk memastikan waktu kunjungan yang tepat agar tuan rumah dapat bersiap menerima tamu dengan nyaman.

3. Perhatikan Etika dan Kesopanan

Saat berkunjung, tunjukkan sikap yang sopan dan menghormati tuan rumah. Awali dengan salam, gunakan pakaian yang pantas, dan bersikap ramah kepada semua orang. Selain itu, perhatikan durasi kunjungan agar tidak terlalu lama sehingga tidak merepotkan tuan rumah, terutama jika mereka masih menerima tamu lainnya.

4. Jalin Interaksi yang Bermakna

Silaturahmi bukan hanya tentang datang dan pergi, tetapi juga tentang menjalin komunikasi yang berkualitas. Gunakan kesempatan ini untuk berbincang dengan tulus, menanyakan kabar, mendengarkan cerita mereka, serta berbagi pengalaman positif. Hindari topik yang sensitif atau berpotensi menimbulkan ketegangan agar suasana tetap nyaman dan hangat.

5. Libatkan Anak-anak dalam Tradisi Silaturahmi

Bagi yang memiliki anak, ajak mereka untuk turut serta dalam silaturahmi agar mereka memahami pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan. Jelaskan kepada mereka nilai-nilai seperti menghormati orang yang lebih tua, mengucapkan salam, serta berperilaku sopan saat bertamu. Dengan melibatkan anak sejak dini, mereka akan terbiasa menerapkan nilai-nilai positif ini dalam kehidupan sehari-hari.

6. Berikan Tanda Kasih dengan Oleh-oleh Sederhana

Jika memungkinkan, bawalah oleh-oleh atau hadiah kecil sebagai bentuk perhatian kepada tuan rumah. Tidak perlu sesuatu yang mahal, cukup sesuatu yang bermakna seperti kue lebaran, buah tangan khas daerah, atau barang lain yang bermanfaat. Hal ini dapat menjadi simbol kasih sayang dan penghormatan kepada mereka yang dikunjungi.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/ses)