Latih Motorik Anak Kala Pandemi dengan Push Bike, Sepeda Tanpa Pedal yang Sedang Hits

Sabtu, 16 Januari 2021 14:11 Penulis: Dhia Amira
Latih Motorik Anak Kala Pandemi dengan Push Bike, Sepeda Tanpa Pedal yang Sedang Hits
Acara Push Bike Yogyakarta, Desember 2020 (Credit: Dhia Amira)


Kapanlagi Plus - Di masa pandemi yang belum bisa dibilang mereda ini, ada banyak sekali gaya hidup sehat yang digandrungi oleh masyarakat. Salah satu gaya hidup sehat tersebut adalah bersepeda. Tidak hanya orang dewasa, remaja, dan lansia saja yang melakukan kegiatan ini, namun juga anak-anak. Uniknya tren bersepeda bagi anak-anak ini menggunakan push bike.

Yup! Push bike merupakan sepeda mini khusus untuk anak yang tidak memiliki pedal dalam menggerakkan sepeda. Sepeda tersebut akan bergerak dengan kaki anak-anak itu sendiri, dan menjadi sepeda imbang untuk belajar keseimbangan dan mengemudi. Tentu saja sepeda ini begitu tren di Indonesia, salah satunya di Yogyakarta.

 

1. Komunitas Di Yogyakarta

Antusiasnya para orangtua di Yogyakarta terutama bagi yang anak-anaknya suka bermain push bike, membuat beberapa teman-teman di Yogyakarta berinisiatif untuk membuat sebuah perkumpulan atau komunitas push bike yang dinamakan dengan KBPY (Keluarga Besar Push Bike Yogyakarta). Salah satunya yaitu Bapak Damar yang juga menjadi bagian dari pendiri KBPY.

Pak Damar berkata bahwa, banyak sekali antusiasnya para orangtua serta anak-anak dengan Push Bike ini, sehingga membuat ia dan teman-temannya menjadikan KBPY sebagai wadah untuk perkumpulan pemain Push Bike di Yogyakarta. Perkumpulan ini pun bersifat kekeluargaan, dengan merangkul semua para anak dan orangtua untuk memiliki waktu luang dalam bermain bersama.

Pak Damar juga berkata bahwa, tujuan dari Push Bike ini adalah untuk membuat para orangtua menghabiskan waktu bersama dengan anak-anaknya. Selain untuk memberikan sebuah hiburan dan perkembangan anak itu sendiri.

"Sebenarnya salah satu tujuan KBPY itu adalah untuk orangtua bermain dengan anaknya. Jadi ketika kita melihat orangtua bersama anak-anaknya, berarti tujuan kita sudah benar," ungkap Pak Damar.

 

2. Menjadi Perkumpulan untuk Anak dan Orangtua

Tidak hanya menjadi perkumpulan untuk anak-anak saja, KBPY juga menjadi perkumpulan untuk para orangtua. Dimana dalam perkumpulan ini akan memberikan para orangtua kegiatan parenting, seperti seminar.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi para orangtua yang anaknya ikut dalam kegiatan Push Bike, agar tidak berambisi menang. Namun kegiatan ini untuk lebih membantu para orangtua dalam membentuk karakter anak agar lebih mandiri lagi.

"Jadi kita menjaga agar para orangtua itu tidak berambisi untuk juara, tapi kita berusaha untuk orangtua bagaimana caranya bisa menghandel anaknya menjadi karakter yang lebih mandiri, lebih berani, lebih kuat pokoknya," lanjutnya.

Tidak hanya melakukan kegiatan lomba saja, KBYP juga memiliki kegiatan berupa Play Date. Ini merupakan kegiatan rutin bulanan dimana para anak dan orangtua akan melakukan kegiatan seperti main ke alam bebas dan berekreasi bersama untuk menciptakan sebuah kekompakan antara para riders dan juga orangtua.

"Seharusnya sebelum pandemi kita melakukan play date. Kita main ke kali, kita main ke gunung, kita main ke pantai, terus kita juga main ke playground, kita bareng-bareng ke sana," jelas Pak Damar.

 

3. Menjadi Komunitas Dengan Pengikut Terbanyak

Walaupun KBPY ini baru saja dibuat pada tahun 2018, namun pengikut dari KBPY sendiri sangat banyak, bahkan menjadi salah satu komunitas dengan pengikut terbanyak di Indonesia. 

Tak hanya itu pengikut push bike sendiri setiap bulannya memiliki peningkatan bahkan di kala pandemi ini. Hal ini menjadi bukti bahwa, para orangtua telah menyadari Push Bike menjadi salah satu sepeda anak yang memiliki manfaat luar biasa, terutama dalam hal motorik.

"Banyak, kita tiap bulannya hampir ada 30-40 member yang daftar. Cuma kita stop karena terlalu banyak di bulan Oktober, lalu kita akan buka lagi Januari 2021," ucapnya.

 

4. Prestasi yang Sudah Diraih KBPY

Tidak hanya menjadi perkumpulan biasa saja KLovers, namun KBPY ini juga memiliki prestasi yang luar biasa dalam lomba Push Bike. Anak-anak yang mengikuti komunitas Push Bike di Yogyakarta ini memiliki usia yang beragam. Member termuda dari komunitas ini ada yang baru berusia 20 bulan, dan member tertua berusia 7 tahun.

Tentu saja anak-anak ini memiliki prestasi yang luar biasa dalam bermain Push Bike. "Kalau peningkatan pasti ada, karena riders dari KBPY pernah juara 1 di Malaysia, juara 1 di Singapura. Bahkan harusnya tahun 2020 ini kami mengirim beberapa riders ke Thailand sama ke Malaysia. Cuma gara-gara pandemi akhirnya kita nggak bisa mengirim," cerita Pak Damar.

 

5. Biaya Pendaftaran

Dengan banyaknya hal luar biasa yang bisa para orangtua dapatkan dari mengikuti kegiatan di KBPY ini, tidak heran bila komunitas yang satu ini begitu menjadi primadona di Yogyakarta. Dan bagi kalian para orangtua yang ingin anak-anaknya memiliki pengalaman luar biasa. Serta melatih motorik anak dengan sangat baik, maka kalian bisa langsung mengunjungi Instagram dari Push Bike Yogyakarta @pushpikeyk untuk mendaftar pada periode bulan Januari 2021.

Biaya pendaftaran hanya dikenakan 100.000/anak seumur hidup. Dan dari biaya ini kita akan mendapatkan jersey resmi dari KBPY, lalu mendapatkan id card. Dan id card ini juga akan memberikan diskon belanja online untuk toko yang bekerja sama dengan KBPY.

"Kami pungut biaya 100 ribu, untuk seumur hidup. Nanti yang di dapat, satu dia akan mendapatkan jersey resmi KBPY, lalu dia mendapatkan id card. Id card itu akan dipakai buat, apabila dia jajan ke online shop yang bekerja sama dengan KBPY, dia akan dapat diskon," jelas pak Damar.

Ada banyak sekali hal luar biasa yang dapat dilakukan oleh orangtua untuk anak-anak mereka. Salah satunya yaitu mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan bermain push bike yang mampu mengasah motorik anak sejak mereka masih sangat kecil.

 

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI