Memahami Arti Persuasi dalam Teks Beserta Struktur dan Contohnya

Kamis, 25 November 2021 19:22
Memahami Arti Persuasi dalam Teks Beserta Struktur dan Contohnya
Ilustrasi (Credit: Unsplash)


Kapanlagi Plus - Sebagai orang yang tertarik pada bidang iklan dan komunikasi, memahami arti persuasi merupakan hal yang penting. Hal tersebut bisa menjadi jurus bagi kalian untuk mengajak atau menarik perhatian audiens terhadap suatu hal, entah itu produk atau gerakan tertentu.

Arti persuasi adalah bujukan secara halus untuk meyakinkan orang lain terhadap suatu hal. Kalian bisa menyampaikan teks persuasif dalam berbagai bentuk, seperti tulisan, video, atau aksi secara langsung. Kalian juga perlu memperhatikan struktur atau susunan teks tersebut agar bisa menarik audiens.

Arti persuasi dalam sebuah gerakan biasanya berfungsi untuk mengimbau orang lain mengenai isu tertentu yang dianggap penting. Nah, agar lebih jelas, silakan simak berbagai informasi mengenai persuasi beserta contoh berikut ini.

1. Arti Persuasi

Sebelum masuk ke penjelasan mengenai struktur teks, simak terlebih dahulu pengertian tentang persuasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti persuasi adalah ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya atau bujukan halus.

Ada pula paragraf persuasi yang memiliki tujuan untuk membuktikan pendapat penulis. Ciri khas paragraf persuasif yaitu bersifat membujuk atau meyakinkan pembaca dengan cara halus. Dengan begitu, persuasi bisa dikatakan memiliki tujuan untuk mempengaruhi seseorang agar meyakini sesuatu yang kalian yakini.

Menurut Wiyanto dalam buku "Terampil Menulis Paragraf", paragraf persuasi bertujuan meyakinkan, mengajak atau mempengaruhi pembaca melakukan sesuatu seperti yang tertulis dalam paragraf tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pola komunikasi persuasi berbeda dengan komunikasi sehari-hari. Kalian perlu menyiapkan poin-poin penting yang disusun dengan bahasa yang menarik untuk mempengaruhi audiens.

Sebagai contoh yang mudah ditemui, kalian bisa memperhatikan teks persuasi pada konten kampanye menjelang pemilihan umum. Untuk membangun citra, konten kampanye pemilihan umum biasanya menggunakan diksi khas, seperti "merakyat", "jujur", atau "amanah" .

2. Struktur Teks Persuasi

Setelah memahami arti persuasi, kini saatnya masuk ke pembahasan struktur teks. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pola komunikasi persuasi berbeda dengan pola komunikasi sehari-hari. Hal itu terjadi karena terdapat struktur yang memang sengaja disusun untuk teks persuasi. Untuk mengetahuinya, kalian bisa memperhatikan susunan teks persuasi berikut ini.

1. Pengenalan Isu

Pengenalan isu atau pengantar berada di awal paragraf. Pengenalan atas isu yang akan kalian angkat memang diperlukan sebagai dasar pengembangan pada kalimat selanjutnya.

2. Rangkaian Argumen

Rangkaian argumen bisa kalian isi dengan pendapat kalian terhadap isu yang sebelumnya sudah disampaikan. Untuk mendukung pendapat, sertakan pula data yang relevan. Dengan begitu, pendapat kalian tak hanya akan terdengar seperti komentar tak berdasar. Dengan begitu, tentu argumen kalian akan lebih meyakinkan.

3. Pernyataan Ajakan

Kalian bisa mulai menyatakan ajakan setelah selesai menyampaikan argumen. Gunakan kalimat-kalimat dorongan kepada para pembaca atau pemirsa untuk melakukan sesuatu yang relevan dengan argumen kalian. Tak harus vulgar, ajakan kalian juga bisa secara tersirat.

4. Penegasan Kembali

Kalian perlu memberi penegasan ulang di akhir paragraf persuasi. Kalian bisa mengisinya dengan kalimat penutup yang khas, seperti "dengan demikian" atau "oleh karena itu. Bisa juga dengan semboyan yang menarik.

3. Contoh Teks Persuasi dalam Kampanye

Arti persuasi sebagai bujukan halus bisa kalian temukan dengan mudah dalam iklan. Biasanya, iklan memang punya semboyan yang dibuat khusus untuk menarik pelanggan. Bahasa yang dipilih pun bisa disesuaikan dengan trend yang kekinian, dibuat fleksibel, dan singkat. Dengan begitu, pembaca atau pemirsa lebih nyaman ketika berusaha menangkap pesannya.

Hal itu dilakukan agar produk jadi mudah diingat. Setelah calon pelanggan mengingatnya, ia akan membelinya jika suatu hari membutuhkan. Efek menarik, mengingat, kemudian membeli produk memang tujuan dari iklan. Selain itu, teks persuasi juga sering digunakan dalam kampanye gerakan tertentu, seperti menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Melansir Bola.com, berikut ini terdapat contoh yang bisa kalian perhatikan.

- Pengenalan Isu

Sampah merupakan isu yang cukup meresahkan. Perhatikan sekitar, masih banyak sampah besar maupun kecil berserakan di sekitar kita. Terkadang banyak orang menyepelekan bahwa sampah kecil itu tanpa mengetahui dampak yang akan ditimbulkannya. Sekecil apa pun, sampah ya sampah.

- Rangkaian Argumen

Sampah yang kita buang di mana saja tidak akan hilang sendiri. Apalagi jika sampah tersebut merupakan sampah anorganik atau sampah yang tidak dapat diuraikan oleh tanah.

Namun, bukan berarti kita dapat membuang sampah organik ke mana saja. Sampah terurai tetap tidak akan menghilang secara instan. Membuang sampah di mana saja tetap berisiko mengundang penyakit yang tidak diinginkan.

Belum lagi dampak langsung yang membuat kita tidak nyaman. Baunya akan sampai ke hidung kita juga yang membuangnya. Sebelum mengeluh, keluhkanlah diri sendiri yang tidak membuang sampah ke tempatnya.

- Pernyataan Ajakan

Oleh karena itu, buanglah sampah pada tempatnya. Sesederhana itu, maka berbagai dampak negatifnya akan terhindarkan. Hargailah orang-orang yang selama ini berjasa menjaga kebersihan. Mereka bangun dan bekerja jauh lebih awal dari kita, kedinginan, kelelahan, karena ulah kita yang membuang sampah sembarangan.

- Penegasan Kembali

Menghargai mereka sama dengan kita menghargai diri sendiri karena saat kita membuang sampah sembarangan, kita akan menjadi pribadi yang kotor seperti sampah itu sendiri. Mari buang sampah pada tempatnya dan jagalah kebersihan.

Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai arti persuasi beserta contoh yang bisa kalian pahami.

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI