Mengharukan, Perjuangan Wanita Ini Mencari Ibunya Yang Terpisah 22 Tahun

Kamis, 14 Februari 2019 14:45 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Mengharukan, Perjuangan Wanita Ini Mencari Ibunya Yang Terpisah 22 Tahun
Noorlisaat Fitri dan keluarga (foto: Facebook/Noorlisat Fitri; Facebook/Informasi Banyuwangi)


Kapanlagi Plus - Meski banyak yang mengatakan jika media sosial banyak memberikan efek buruk, namun tidak bagi wanita satu ini. Ya, dia bernama Noorlisaat Fitri. Seorang wanita yang mendapatkan keajaiban dari media sosial.

Memang keajaiban itu ada, bahkan bisa datang pada siapa saja. Dari media sosial inilah ia dipertemukan dengan sosok yang lama ia cari. Noorlisaat terpisah dan tak pernah bertemu dengan ibunya selama 22 tahun.

Hingga pada akhirnya, keinginannya pun terwujud. Bagaimana kisah perjuangan Noorlisaat mencari ibunya ini?

1. Grup Facebook

Awalnya wanita berumur 24 tahun ini bertanya pada sebuah grup di Facebook yang bernama Kumpulan Wong Sragen. Di sana ia menanyakan apakah ada sebuah grup yang berkaitan dengan orang-orang Banyuwangi.

Setelah mengetahui grup tersebut, ia pun langsung mencarinya. Di sana Noorlisaat memosting sebuah foto masa kecil bersama kedua orangtuanya. Tak hanya sekedar foto, namun ia juga menyertakan sejumlah informasi, seperti nama ibunya Ismiyati dan tempat tinggal sang ibu.

"Assalamualaikum lur q dari Sragen. Q gabung ke grup jadi mau cari keberadaan ibu q lur. Nama Ismiyati binti Paer biasa dipanggil Atik/Sutik. Perantauan Malaysia Kuala Lumpur. Informasi yang q dapet rumah daerah Muncar, Banyuwangi. Tolong infonya lur. Terima Kasih," tulisnya seperti yang dilansir dari Brilio.net.

2. Mendapat Titik Temu

Noorlisaat menulisnya pada Minggu (10/2) lalu. Hingga akhirnya perjuangan selama bertahun-tahun menemukan titik hasil. Postingan yang ia buat diposting ulang oleh Grup Informasi Banyuwangi ke laman Grup Isun Banyuwangi.

Di sana ia pun dipertemukan oleh keponakan ibunya yang bernama Rohma Oktavia. Rohma yang melihat unggahan tersebut, langsung berikan komentarnya.

Langsung Menghubungi

Dari Rohma inilah Noorlisaat mendapat kontak ibunya. Ia pun langsung menghubunginya. Tak hanya berkomunikasi dengan Ismiyati saja, namun juga dengan keluarga Ismiyati di Banyuwangi.

Perasaan haru pun menghampirinya. "Udah nggak bisa ngomong lagi mbak. Kemarin nangis terus. Ibu bilang, 'udah jangan nangis lagi, kan udah ketemu'," kata Noorlisaat.

3. Awal Berpisah

Sebelumnya Ia dan ibunya memang bersama bahkan dengan dengan ayahnya juga. Orangtua Noorlisaat kala itu bekerja di Kuala Lumpur. Ia pun sempat tinggal di sana kurang lebih dua tahun. Perceraian kedua orangtuanya lah yang membuat terpisah dengan ibunya.

Noorlisaat dibawa oleh ayahnya dan pulang ke Sragen. Di Sragen, ia pun diasuh oleh nenek dan ibu tirinya. Ia baru mengetahui adanya perceraian saat duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu ia baru tahu, jika yang merawatnya bukanlah ibu kandungnya.

4. Ditentang

Awalnya Noorlisaat ditentang oleh ayahnya dan juga keluarga besarnya untuk mencari Ismiyati. "Sempat dilarang sama keluarga, tapi lama-lama juga diizinin buat ketemu ibu. Mungkin karena kasihan juga ya sama aku," jelasnya.

"Aku baru sadar pasti ada alasan lain kenapa ibu ninggalin aku itu setelah menikah," lanjutnya.

Tekadnya pun semakin bulat untuk mencari ibunya kala dirinya telah menikah. Namun pencarian dilakukan dengan perjuangan. Apalagi ia tak punya banyak informasi, kecuali foto ibunya saat muda.

5. Bertemu

Ia pun mencari informasi apa saja yang berkaitan dengan ibunya. Doa pun selalu ia panjatkan.

"Aku selalu mendoakan ibu supaya bisa ketemu ibu. Di mana dia, masih hidup apa enggak. Kalau sudah meninggal, seenggaknya aku tahu di mana kuburannya biar bisa ziarah," kata ibu satu anak ini.

Akhirnya perjuangan itu terbayar sudah, rencananya ia akan segera bertemu dengan ibunya di Pasuruan Jawa Timur pada Senin (25/2).

(kpl/gen)



MORE STORIES




REKOMENDASI