Niat Puasa Ayyamul Bidh Rajab Beserta Penjelasan Tentang Keutamaannya

Selasa, 04 Mei 2021 16:22 Penulis: Anik Setiyaningrum
Niat Puasa Ayyamul Bidh Rajab Beserta Penjelasan Tentang Keutamaannya
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Puasa ayyamul bidh rajab adalah puasa sunnah tiga hari pada setiap bulan Qamariyyah. Barang siapa yang menjalankan puasa tiga hari ayyamul bidh, maka sama dengan puasa selama sebulan. Sedangkan jika dilakukan setiap bulan, maka sama dengan puasa selama setahun penuh. Demikian sebagaimana yang kami pahami dalam riwayat di bawah ini:

"Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kau lakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh," (HR Bukhari-Muslim).

Setelah mengetahui keutamaan puasa sunnah ini, sudah seharusnya kalian sebagai seorang muslim untuk memantapkan niat puasa ayyamul bidh rajab yang sudah ada dalam hati. Namun, jika kalian belum mengetahui niat puasa ayyamul bidh rajab, jangan khawatir. Simak informasi mengenai niat puasa ayyamul bidh rajab dan penjelasannya yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

 

1. Penjelasan Mengenai Puasa Ayyamul Bidh Rajab

Sebelum masuk ke bacaan niat puasa ayyamul bidh rajab, alangkah lebih baik kalian mengetahui penjelasannya, misalnya, mengenai penamaan ayyamul bidh.

Menurut keterangan yang terdapat dalam kitab 'Umdatul Qar' Syarhu Shahihil Bukhari yang dilansir dari nu.or.id dijelaskan bahwa sebab dinamai ayyamul bidh terkait dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Riwayat Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya terbakar oleh matahari sehingga menjadi hitam/gosong. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

"Sebab dinamai 'ayyamul bidh' adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarnya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); 'Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)'. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih."

"Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang)," (Lihat Badruddin Al-'Aini Al-Hanafi, 'Umdatul Qari' Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80).

 

2. Bacaan Doa Niat Puasa Ayyamul Bidh Rajab

Bagi umat Islam yang akan berpuasa, diharapkan untuk tidak lupa membaca niat puasa ayyamul bidh. Berikut ini merupakan niat puasa ayyamul bidh

"Nawaitu shauma ayyamil biidhi sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya : "Saya niat puasa ayyamul bidh sunnah karena Allah Ta'ala."

Niat itu dibaca di malam hari sebelum subuh. Ada juga niat yang dapat diucapkan ketika terbit fajar, niat tersebut ialah sebagai berikut:

"Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa ayyamul bidh, sunnah karena Allah ta'ala."

Puasa ayyamul bidh termasuk dalam puasa sunnah. Waktu pelaksanaannya setiap pertengahan bulan. Berdasarkan kalender hijriah, puasa ayyamul bidh dilaksanakan pada tanggal 13,14,15 dari penanggalan komariah.

Anjuran untuk melakukan puasa ayyamul bidh bersumber dari hadis Nabi Muhammad SAW. Dimana Rasulullah juga melaksanakan puasa pada tanggal tersebut.

"Rasulullah SAW biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar," (H.R. Nasai).

 

3. Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Rajab

Niat puasa ayyamul bidh rajab yang sudah ada dalam hati kalian merupakan hal yang harus dirawat karena puasa sunnah ini memiliki banyak keutamaan.

1. Seperti Puasa Selama Satu Tahun Penuh

Banyak disebutkan di dalam hadis-hadis bahwa puasa ayyamul bidh memiliki pahala setara dengan melakukan puasa selama satu tahun penuh.

Satu hari kita melakukan puasa sunnah kita akan mendapatkan kebaikan 10 kali lipat, jika kita berpuasa tiga hari dalam 1 bulan maka kita akan mendapatkan 30 hari kebaikan. Jadi apabila dalam setiap bulannya kita rutin melakukan puasa ini kita akan mendapatkan kebaikan sepanjang tahun.

2. Mengikuti Amalan Rasulullah

Dengan kita melakukan puasa sunnah ayyamul bidh berarti secara tidak langsung kita melakukan kebiasaan yang dilakukan oleh Rasulullah. Dalam hadis riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:

"Rasullullah SAW mewasiatkan padaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan sholat Dhuha, (3) mengerjakan sholat witir sebelum tidur."


3. Sama Dengan Melakukan Puasa Putih

Puasa putih adalah puasa yang dilakukan dengan mengkonsumsi bahan makanan berwarna putih. Pada tanggal 13-15, biasanya bulan sedang dalam kondisi penuh atau yang disebut dengan purnama. Oleh karena itu, puasa ayyamul bidh disebut puasa putih karena kondisi alam yang sedang dalam keadaan terang akibat dari cahaya bulan purnama.

Itulah penjelasan dan niat puasa ayyamul bidh rajab yang bisa kalian baca. Semoga memberi pencerahan.

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI