Niat Puasa Mutih dan Tata Caranya, Ketahui Pantangan Serta Manfaatnya

Selasa, 04 Mei 2021 11:33
Niat Puasa Mutih dan Tata Caranya, Ketahui Pantangan Serta Manfaatnya
Ilustrasi (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Puasa mutih adalah salah satu puasa yang berkaitan dengan tradisi Jawa kuno atau dikenal dengan tirakat kejawen. Puasa ini dijalankan dengan tujuan tertentu mulai dari jodoh, rezeki, keberhasilan hajat ataupun ilmu gaib dan supranatural. Berbeda dengan puasa wajib atau sunnah dalam Islam, niat puasa mutih dilafalkan dengan bahasa Jawa.

Sesuai namanya, puasa mutih dilakukan dengan cara mengonsumsi makanan yang hanya berwarna putih. Misalnya saja meliputi nasi putih, susu putih, gula pasir, telur putih, garam, air putih dan seterusnya. Ini adalah salah satu puasa dalam tradisi Jawa kuno yang dijalankan dengan tujuan tertentu.

Untuk menjalankan puasa mutih, tata caranya terbilang berbeda dengan puasa wajib atau sunnah dalam agama Islam. Sebab puasa ini masih diperbolehkan makan dan minum hanya saja berupa makanan yang berwarna putih baik saat sahur ataupun berbuka.

Untuk lebih jelasnya memahami tentang puasa mutih kalian dapat menyimak melalui ulasan di bawah ini. Berikut niat puasa Mutih, tata cara, pantangan dan manfaatnya telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.

 

1. Pengertian Puasa Mutih

Seperti telah disinggung pada ulasan sebelumnya, puasa mutih adalah salah satu puasa yang dijalankan masyarakat dengan keyakinan terhadap tradisi Jawa kuno atau kejawen. Istilah puasa mutih berasal dari kata mutih yang artinya putih. Artinya puasa ini dilakukan dengan menghindari makanan dan minum selain berwarna putih.

Misalnya saja hanya makan nasi putih tanpa lauk, minum air putih, susu, telur, gula pasir, dan lain sebagainya. Ada beragam tujuan menjalankan puasa mutih di antaranya seperti jodoh, keberhasilan hajat, ilmu gaib dan supranatural dan lain sebagainya.

Sedangkan menurut keyakinan orang Jawa kuno, puasa mutih diyakini bisa membersihkan hati, membersihkan jiwa dan membersihkan dari energi-energi jahat ataupun negatif. Biasanya seseorang yang menjalankan puasa mutih didampingi seorang guru atau sesepuh yang membimbing waktu pelaksanaannya baik tiga hari berturut-turut ataupun maksimal 40 hari lamanya.

 

2. Niat Puasa Mutih

Niat puasa mutih terbilang berbeda dari niat puasa yang dilafalkan dalam ajaran Islam, dimana lafalnya menggunakan bahasa Jawa. Adapun bacaan niat puasa mutih tersebut dapat kalian simak melalui ulasan berikut ini.

"Niat ingsun puasa mutih supaya putih bathinku, putih badanku, putih kaya dining banyu suci kerana Allah Ta'ala."

Artinya: "Saya niat puasa Mutih supaya putih batinku, putih badanku, putih seperti air suci karena Allah Ta'la."

 

3. Tata Cara Puasa Mutih

Setelah memahami bacaan niat puasa mutih, tata cara menjalankan puasa ini sedikit berbeda dengan puasa wajib atau sunnah dalam agama Islam. Namun puasa ini juga diawali dengan membaca niat puasa mutih setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar.

Selain itu sebelum menjalankannya ada baiknya untuk menentukan waktu pelaksanaannya baik selama 3 hari berturut-turut ataupun maksimal hingga 40 hari sesuai dengan bimbingan guru ataupun sesepuh.

Puasa mutih tersebut biasanya dilaksanakan mulai pukul 18.00 hingga diakhiri pada 18.00 keesokan harinya. Sedangkan dalam sejumlah sumber disebutkan puasa mutih dapat dilakukan dengan dua cara yakni:

- Masih diperbolehkan makan dan minum beberapa kali sehari sesuai waktu makan hanya jenis makanan berwarna putih saja.

- Puasa mutih dilakukan dengan hanya satu kali makan saat berbuka puasa dan dilanjutkan hingga bangun tidur di hari kedua lalu kembali makan atau minum hanya jenis makanan berwarna putih saja.

 

4. Bacaan Dzikir Puasa Mutih

Tak hanya menjalankan puasa saja, melainkan ada bacaan dzikir yang bisa diamalkan ketika melaksanakan puasa mutih. Tujuannya tentunya agar mendapatkan keberkahan dan keberhasilan dari puasa mutih. Adapun bacaan dzikir yang diamalkan selama menjalankan puasa mutih sebagai berikut.

"Subhanallah, wal hamdulillah wa laailaaha illallahu allahu akbar."

Dapat diamalkan sebanyak minimal 313 kali dalam semalam.

 

5. Pantangan Puasa Mutih

Setelah memahami pengertian puasa mutih, niat puasa mutih dan tata cara puasa mutih, ada pantangan yang perlu diperhatikan ketika menjalankan puasa ini. Dimana pantangan ini berkaitan dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi yakni hanya berwarna putih. Di antara makanan yang diperbolehkan meliputi:

- Nasi putih tanpa lauk.

- Susu.

- Garam.

- Air putih.

- Telur putih.

- Gula pasir.

- Bawang putih,

- Dan makanan lainnya yang hanya berwarna putih.

 

6. Manfaat Puasa Mutih

Ada sejumlah manfaat puasa mutih yang bisa diperoleh bagi yang melaksanakannya. Manfaat puasa mutih ini ternyata cukup baik bagi kesehatan tubuh mulai dari detoksifikasi tubuh hingga mengurangi kadar gula dan garam dalam tubuh. Adapun beberapa manfaat puasa Mutih bagi kesehatan sebagai berikut.

- Menurunkan kadar gula dan garam dalam tubuh.

- Dapat membantu proses detoks racun dalam tubuh.

- Mengurangi asupan lemak sehingga energi dapat digunakan secara lebih baik.

Manfaat puasa Mutih lainnya:

- Dapat memberikan kekuatan supranatural bagi mereka yang menjalankannya.

- Membuka indra keenam.

- Mendapatkan ilmu gaib seperti ilmu kebal.

- Mendapatkan kesuksesan sebelum melaksanakan hajatan besar.

- Membuang energi negatif yang ada dalam tubuh.

Nah itulah niat puasa mutih dan tata caranya, ketahui pantangan serta manfaatnya. Itulah pembahasan mengenai puasa mutih yang bisa kalian jadikan referensi memahami apa itu puasa mutih.

 

(kpl/nlw)



MORE STORIES




REKOMENDASI