Hukum Memotong Kuku dan Rambut Bagi Orang yang Akan Berkurban

Selasa, 04 Mei 2021 12:22 Penulis: Dhia Amira
Hukum Memotong Kuku dan Rambut Bagi Orang yang Akan Berkurban
Ilustrasi (credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Idul Adha merupakan sebuah hari besar yang dirayakan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Idul Adha dirayakan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah. Pada peringatan hari raya ini, berkurban menjadi satu tradisi yang sunnah dilakukan. Namun sayangnya, belum banyak yang mengetahui bahwa ada hukum memotong kuku dan rambut sebelum berkurban loh KLovers.

Berkurban biasanya diamalkan dengan menyembelih sapi, kambing, atau unta. Amalan ini termasuk sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi umat Islam yang mampu. Sama halnya dengan larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban, sunnah yang sangat dianjurkan. Meski sebenarnya masih ada perdebatan mengenai hukum memotong kuku dan rambut sebelum berkurban.

Namun menurut Imam Malik dan Syafi'i, memotong rambut dan kuku setelah berkurban diberi hukum sunnah. Sementara memotongnya sebelum berkurban diberi hukum makruh. Nah, seperti apa penjelasan dari hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang akan berkurban?

Untuk itu dilansir dari berbagai sumber, inilah penjelasan tentang hukum memotong kuku dan rambut bagi orang kalian yang akan berkurban.

 

1. Hukum Memotong Kuku dan Rambut Sebelum Berkurban

Hukum mengenai larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban sebenarnya sudah menjadi perdebatan lama para ulama. Pendapat Imam Malik dan Syafi'i menghukumi sunnah pemotongan rambut dan kuku setelah berkurban. Sementara pemotongan rambut dan kuku sebelum berkurban dihukumi makruh.

Namun, ada pendapat dari Abu Hanifah yang menghukumi pemotongan rambut dan kuku sebelum berkurban mubah atau boleh dilakukan. Hal ini memiliki arti, pemotongan kuku tidak makruh dan tidak sunnah. Sementara ada pendapat dari Imam Ahmad yang mengharamkannya.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu' menegaskan bahwa disunnahkannya larangan pemotongan rambut dan kuku berkaitan erat dengan pahala. Apabila seorang muslim mengamalkannya, maka seluruh anggota tubuhnya akan diselamatkan dari api neraka karena kesaksiannya. Sebagaimana melaksanakan kurban yang bisa menyelamatkan seseorang dari siksa api neraka.

Sehingga dengan semua penjelasan di atas, sebenarnya melakukan pemotongan kuku dan kurban sebelum melakukan kurban masih belum jelas. Apakah hukumnya sunnah atau wajib. Masih belum disimpulkan hal tersebut dengan pasti. Namun yang pasti adalah, kurban harus diniatkan dengan hati yang bersih karena Allah Ta'ala. Karena Allah SWT paling mengetahui semua hambaNYA.

 

2. Larangan Potong Rambut dan Kuku Sama dengan Ihram Haji

Walaupun hukum memotong rambut dan kuku belum pasti, namun banyak dari masyarakat yang memilih untuk tidak memotong rambut dan kuku. Hal ini karena semua bagian tubuh akan terhindar dari api neraka. Selain karena pahala dan kesaksian seluruh anggota tubuh di akhirat, amalan ini juga disamakan dengan Ihram Haji.

Hal ini berarti pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, seseorang yang akan berihram tidak diperbolehkan memotong kuku. Ini tercantum dalam sebuah hadis yang menjelaskan sebagai berikut:

"Apabila pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah telah masuk dan seorang di antara kamu hendak berkurban, maka janganlah menyentuh rambut dan kulit sedikitpun, sampai (selesai) berkurban." (HR Ibnu Majah, Ahmad, dan lain-lain).

Pendapat ini mengatakan bahwa pemotongan rambut dan kuku hendaknya dilakukan setelah pemotongan hewan kurban selesai dilakukan. Tepatnya dimulai sejak sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Meski begitu, Imam Nawawi membantah dengan mengatakan adanya kesaksian seluruh anggota tubuh yang akan diselamatkan dari api neraka.

 

3. Larangan Potong Rambut dan Kuku Sebelum Berkurban untuk Hewan

Setelah mengetahui tentang berbagai pendapat tentang hukum memotong kuku dan rambut untuk seseorang yang akan berkurban. Berikut ada pula pendapat lainnya yang membahas tentang larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban pada hewan. Pendapat ketiga ini memang tidak cukup populer dalam kitab Fikih Klasik. Hal inilah yang membuat Mula Al-Qari menyebut pendapat ketiga ini cukup unik dan asing.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa larangan potong rambut dan kuku sebelum berkurban sebenarnya untuk hewan itu sendiri. Tepatnya larangan untuk memotong bulu, kuku, dan kulit yang dimiliki hewan kurban. Aisyah RA mendengar Rasulullah SAW pernah bersabda:

"Tidak ada amalan anak adam yang dicintai Allah pada hari Idul Adha kecuali berkurban. Karena ia akan datang pada hari kiamat bersama tanduk, bulu, dan kukunya. Saking cepatnya, pahala kurban sudah sampai kepada Allah sebelum darah hewan sembelihan jatuh ke tanah. Maka hiasilah diri kalian dengan berkurban." (HR Ibnu Majah)

Keunikan dari pendapat ketiga ini kemudian dipertegas dengan adanya riwayat yang dibawa Aisyah Ra. Rasulullah SAW mengatakan bahwa tidak ada amalan yang lebih dicintai oleh Allah SWT pada hari kiamat selain berkurban. Tanduk, bulu, dan kuku dari hewan kurban inilah yang nantinya akan bersaksi pada hari kiamat. Pahala berkurban juga sudah sampai kepada pemiliknya setelah darah sembelihan jatuh ke tanah.

Berikut isi dari hadis tersebut: "Bagi orang yang berkurban, setiap helai rambut (bulu hewan kurban) adalah kebaikan." (HR At-Tirmidzi)

 

4. Amalan Sunnah Saat Idul Adha

Setelah mengetahui tentang penjelasan hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang akan berkurban. Ada pula beberapa sunnah yang bisa dilakukan oleh seseorang yang akan berkurban ataupun seluruh muslim. Amalan ini memiliki hukum sunnah, bila dilakukan akan mendapatkan pahala. Dan bila tidak dilakukan tidak akan mendapatkan dosa. Berikut ini beberapa amalan sunnah yang bisa kalian lakukan:

- Takbir

Amalan sunnah pertama pada Idul Adha adalah melakukan kegiatan takbir. Pada malam Hari Raya Idul Adha, seluruh umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir di setiap masjid, musala, dan rumah-rumah. Dikumandangkannya takbir dimulai sejak terbenamnya matahari hingga imam naik ke mimbar untuk khutbah pada saat sholat Idul Adha dan berakhir pada hari tasyrik tanggal 13 Dzulhijjah.


- Mandi

Kemudian yang kedua yaitu dengan melakukan mandi bersih. Sama seperti saat akan melangsungkan Sholat Idul Fitri, sebelum datang ke masjid atau lapangan, umat Islam yang akan sholat Idul Adha dianjurkan untuk mandi dan bebersih terlebih dahulu. Hal ini boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh. Hal ini dikarenakan tujuan dari mandi adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar, maka mandi sebelum waktu berangkat adalah yang paling baik.


- Pakaian Bersih

Saat Hari Raya Idul Adha, juga dianjurkan untuk memakai pakaian terbaik yang kita miliki. Dianjurkan bagi kita untuk memakai pakaian yang berwarna putih. Sementara bagi lelaki dianjurkan mengenakan wewangian dan wanita tidak. Dalam Kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:

"Disunnahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan juga memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat salat Id maupun yang tidak. Sedangkan untuk kaum perempuan cukuplah ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari-hari, dan janganlah ia berlebih-lebihan dalam berpakaian serta memakai wangi-wangian."

- Berjalan Kaki

Kemudian yang selanjutnya yaitu dengan berjalan kaki menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat. Tujuannya, agar sesama umat muslim saling bertegur sapa dijalan sehingga mempererat tali silaturahmi. Selain itu, juga dianjurkan untuk berangkat lebih awal menuju tempat sholat akan dilaksanakan.

- Tidak Makan

Dan yang terakhir pada perayaan Hari Raya Idul Adha, disunahkan untuk makan setelah selesai melaksanakan sholat. Jika pada Hari Raya Idul Fitri disunahkan untuk makan sebelum melaksanakan sholat, maka pada perayaan Idul Adha umat Islam justru dianjurkan untuk berpuasa sebelum melaksanakan sholat Idul Fitri.

Itulah hukum memotong kuku dan rambut bagi orang yang akan berkurban. Semoga dengan mengetahui semua penjelasan ini, kalian bisa lebih sempurna lagi dalam beribadah pada Allah SWT saat Hari Raya Idul Adha.

 

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI