Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Hutang? Ini Penjelasannya

Selasa, 04 Mei 2021 13:33 Penulis: Anik Setiyaningrum
Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Hutang? Ini Penjelasannya
Ilustrasi (Credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa bayar hutang? Mungkin, pertanyaan itu yang biasa datang di benak kalian ketika mendekati habisnya bulan Ramadan. Apalagi, jika kalian sudah merasa banyak punya hutang puasa.

Nah, pertanyaan bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa bayar hutang punya penjelasan yang panjang. Sebelumnya, kalian perlu mengetahui hukum masing-masing puasa tersebut. Puasa syawal hukumnya sunnah, sedangkan puasa bayar hutang hukumnya wajib. Meski sunnah, puasa syawal sangat dianjurkan atau bisa disebut sunnah muakkad. Hal tersebut bisa kalian lihat dalam riwayat Muslim dan Tirmidzi dari Abu Ayyub al-Anshari berikut ini.

"Siapa yang berpuasa Ramadan dan melanjutkannya dengan enam hari pada Syawal maka itulah puasa sepanjang tahun."

Nah, untuk mengetahui bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa bayar hutang, silakan simak penjelasan yang dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

 

 

 

1. Prioritas Puasa Syawal atau Puasa Bayar Hutang?

Seperti sudah disebutkan di atas bahwa puasa Syawal hukumnya sunnah muakkad. Namun, permasalahan muncul ketika seseorang punya hutang puasa bulan Ramadan karena melewatkan beberapa hari dengan atau tanpa alasan tertentu.

Sebagian umat muslim biasanya masih memiliki tanggungan utang puasa Ramadan. Seperti halnya para perempuan yang haid, orang sakit, maupun musafir.

Lantas, ketika hendak menjalankan ibadah puasa syawal, mana yang lebih didahulukan?

Puasa sunnah syawal hanya boleh dikerjakan jika puasa Ramadan telah dilakukan dengan sempurna. Sementara orang yang memiliki puasa hutang Ramadan tidak dikatakan telah melaksanakan puasa Ramadan. Karena itu, orang yang memiliki hutang puasa Ramadan dan ingin melaksanakan puasa syawal harus mengganti hutang puasa Ramadan-nya terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa syawal.

Fatwa Imam Ibnu Utsaimin tentang wanita yang memiliki utang puasa ramadan, sementara dia ingin puasa syawal,

"Jika seorang wanita memiliki hutang puasa Ramadan, maka dia tidak boleh puasa syawal kecuali setelah selesai qadha. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Barangsiapa yang melaksanakan puasa Ramadan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal..."

"Sementara orang yang masih memiliki hutang puasa Ramadan belum disebut telah berpuasa ramadan. Sehingga dia tidak mendapatkan pahala puasa 6 hari di bulan syawal, kecuali setelah selesai qadha." (Majmu' Fatawa, 19/20).

Hal itu menunjukkan harus menyempurnakan puasa hutang dahulu, baik yang bersifat langsung maupun qadha. Kemudian setelah itu puasa syawal agar terealisasikan pahala yang ada dalam hadis. Karena orang yang masih mempunyai tanggungan Ramadan masih dikatakan 'puasa sebagian Ramadan' bukan 'puasa seluruh Ramadan'.

 

 

2. Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Bayar Hutang

Setelah mengetahui bahwa ternyata ada yang lebih diprioritaskan antara puasa Syawal dan Puasa hutang, mungkin kalian sudah bisa menebak bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa bayar hutang. Nah, agar tidak hanya berasumsi, langsung saja simak penjelasan berikut ini.

Menurut Prof Ali Jum'ah Muhammad, menggabungkan puasa sunah ke dalam puasa wajib hukumnya boleh. Namun, hal ini tidak berlaku sebaliknya, yaitu menyatukan puasa wajib dalam niat puasa sunnah. Pendapat ini banyak dirujuk oleh mayoritas ulama.

Pandangan ini menggunakan analogi hukum pada kasus sholat dua tahiyyat al-masjid dua rakaat. (Al-Bajirami dalam Hasyiah-nya). Penjabarannya, bila seseorang sholat dua rakaat saat memasuki masjid dengan niat sholat wajib (subuh, misalnya), ia mendapat pahala sunnah tahiyyat al-masjid.

Selain itu, terdapat pula pandangan yang memperbolehkan penggabungan puasa syawal dengan berniat mengqadha puasa Ramadan.

Puasa Syawal dengan berniat mengqadha puasa Ramadan, sekaligus meniatkannya sebagai puasa sunnah enam hari. Dia meraih pahala keduanya. (As-Suyuthi dalam al-Asybah wa an-Nazhair dan ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj).

Dari penjelasan di atas, jawaban dari pertanyaan bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa bayar hutang dapat disimpulkan boleh dengan niat puasa Ramadan sebagai puasa wajib sekaligus puasa Syawal sebagai puasa sunnah.

 

 

 

3. Anjuran Ketika Menjalankan Puasa Syawal dan Puasa Bayar Hutang

Sebelum masuk pada anjuran, alangkah lebih baik jika kalian juga mengetahui hukum lain tentang pelaksanaan puasa syawal dan puasa bayar hutang ini. Adapun mereka yang tidak berpuasa Ramadan tanpa uzur, diharamkan untuk mengamalkan puasa sunnah syawal. Mereka wajib mengqadha segera hutang puasanya. Sedangkan mereka yang tidak berpuasa Ramadan karena uzur tertentu, makruh mengamalkan puasa sunnah Syawal.

Hal tersebut bisa dilihat dalam penjelasan berikut ini.

"Masalah di Tanbih dan banyak ulama menyebutkan bahwa orang yang tidak berpuasa Ramadan karena uzur, perjalanan, masih anak-anak, masih kufur, tidak dianjurkan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Abu Zur'ah berkata, tidak begitu juga. Ia tetap dapat pahala sunnah puasa syawal meski tidak mendapatkan pahala yang dimaksud karena efeknya setelah Ramadan sebagaimana tersebut di hadis. Tetapi jika ia sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadan tanpa uzur, maka haram baginya puasa sunnah. Masalah yang disebutkan Al-Mahamili mengikuti pandangan gurunya, Al-Jurjani. (Orang hutang puasa Ramadan makruh berpuasa sunnah, kemakruhan puasa sunnah bagi mereka yang tidak berpuasa Ramadan karena uzur)," (Lihat Syamsuddin Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan ketiga, 2003 M/1424 H, juz III, halaman 208).

Nah, terdapat jawaban yang dianjurkan untuk menjawab pertanyaan bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa bayar hutang, yaitu lebih sempurna dan utama jika dipisah dan dikerjakan masing-masing. Puasa syawal sendiri dan puasa bayar hutang sendiri. Pahala yang diperoleh dari penggabungan dua amalan wajib dan sunnah tersebut tidak sama jika dilakukan secara terpisah-pisah.

Nah, itulah penjelasan mengenai pertanyaan bolehkah puasa syawal digabung dengan puasa bayar hutang. Semoga bisa mencerahkan.

 

 

 

(kpl/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI