Pengertian dan 6 Ciri-Ciri Gurindam, Ketahui Pula Jenis-Jenis Serta Perbedaannya dengan Pantun

Selasa, 01 Desember 2020 18:22 Penulis: Puput Saputro
Pengertian dan 6 Ciri-Ciri Gurindam, Ketahui Pula Jenis-Jenis Serta Perbedaannya dengan Pantun
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Gurindam adalah salah satu jenis karya sastra lama. Sama halnya pantun, gurindam juga mempunyai ciri khas tersendiri, sehingga sangat menarik untuk dipelajari. Untuk mempelajarinya, kita perlu memahami ciri-ciri gurindam. Pasalnya, gurindam sangat berbeda dengan pantun dan puisi. Meski begitu, gurindam juga bisa menghibur sekaligus memberikan pelajaran hidup.

Saat ini gurindam mungkin memang sudah tak sepopuler pantun atau puisi. Namun mempelajari gurindam tetap perlu dilakukan, sebab bagaimanapun sebagai karya lama gurindam juga termasuk bagian dari budaya. Oleh karena itu, penting untuk tahu ciri-ciri gurindam dan hal-hal lainnya.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasan mengenai ciri-ciri gurindam.

 

1. Pengertian Gurindam

Gurindam sebenarnya merupakan karya sastra lama yang terpengaruh sastra Hindu. Dalam bahasa Tamil (India), gurindam berasal dari kata 'kirindam', yang berarti asal, perumpamaan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) gurindam diartikan sebagai sebuah bentuk karya sastra yang berupa sajak, satu baitnya ada dua baris. Sementara, isinya adalah berupa nasihat atau petuah.

Namun jika dilihat dari bentuknya, gurindam merupakan bentuk puisi lama yang terdiri atas dua bait. Dengan ketentuan, tiap bait terdiri dari dua baris kalimat yang mempunyai kesamaan rima dan merupakan satu kesatuan utuh.

Baris pertama pada gurindam berisi tentang suatu masalah atau persoalan. Sedangkan baris kedua merupakan jawaban atas masalah atau persoalan pada baris pertama. Hubungan baris pertama dan kedua ini biasanya memperlihatkan adanya hubungan sebab-akibat.

 

2. Ciri-Ciri Gurindam

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gurindam merupakan karya sastra lama yang berbeda dengan pantun. Gurindam mempunyai ciri khasnya tersendiri. Adapun ciri-ciri gurindam adalah sebagai berikut.

1. Setiap bait gurindam terdiri atas dua baris kalimat.

2. Dalam setiap baris terdapat 10-14 kata.

3. Setiap baris dalam satu bait gurindam, menunjukkan adanya hubungan sebab-akibat.

4. Setiap baris gurindam mempunyai rima A-A, B-B, C-C, D-D dan seterusnya.

5. Isi atau maksud dari gurindam terdapat pada baris kedua.

6. Isi atau maksud pada gurindam dapat berbentuk nasihat, filosofi, atau sebagainya.

 

3. Perbedaan Gurindam dan Pantun

Meski sama-sama termasuk puisi lama, gurindam dan pantun mempunyai beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut antara lain bisa dilihat pada ciri-ciri gurindam dan pantun, khususnya pada bagian bait.

Dalam satu bait pantun memiliki empat baris dalam setiap baitnya. Sementara gurindam hanya terdiri dari 2 baris dalam setiap baitnya. Selain itu pantun menggunakan rima atau sajak silang A-B-A-B, sementara gurindam tidak justru bersajak sama A-A.

 

4. Nilai-Nilai dalam Gurindam

Sama halnya karya sastra lainnya, gurindam tidak saja menghibur. Gurindam juga mengandung makna atau pesan mendalam yang bisa dipetik untuk dijadikan pelajaran hidup. Adapun nilai-nilai yang biasa terdapat dalam gurindam adalah sebagai berikut.

1. Nilai moral kehidupan manusia dengan diri sendiri, meliputi: kearifan, kesederhanaan, kejujuran, keberanian hidup, dan kewaspadaan hidup.

2. Nilai moral kehidupan manusia dengan orang lain, meliputi: kesetiaan pada sesama manusia, kebersamaan hidup, dan penghormatan kepada orang lain.

3. Nilai moral kehidupan manusia dengan Tuhan, meliputi: kepercayaan kepada Tuhan dan istikamah.

 

5. Jenis dan Contoh Gurindam

Secara garis besar, gurindam dibagi ke dalam dua jenis yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Meski begitu, kedua jenis ini tetap sama-sama mengandung ciri-ciri gurindam yang telah disebutkan sebelumnya. Lantas, apa bedanya gurindam berkait dan berangkai?

1. Gurindam Berkait

Gurindam berkait adalah jenis gurindam yang ditandai dengan adanya keterkaitan bait pertama dengan bait seterusnya. Gurindam jenis ini sangat menekankan adanya keterkaitan antar bait, sehingga pesan atau makna yang ingin disampaikan bisa lebih tergambarkan.

Contoh gurindam berkait:

Siapa tak ingin sesat dunia akhirat
Maka cepatlah taubat sebelum terlambat

Tapi siapa yang lekas bertaubat sebelum kiamat
Maka didapatlah itu yang namanya selamat

2. Gurindam Berangkai
Jenis gurindam berangkai ditandai dengan adanya kesamaan kata pada baris pertama dan tiap baitnya. Sehingga, gurindam jenis ini terasa lebih berima seperti puisi, tapi mempunyai struktur yang lebih mirip dengan pantun.

Contoh Gurindam Berangkai:

Jika bekerja tidak berhati lurus
Pikiran akan menjadi tergerus

Jika pikiran selalu tergerus
Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus

Itulah di antaranya beberapa hal tentang ciri-ciri gurindam, berikut pengertian dan contohnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI