Perintah Puasa di 4 Ayat Surat Al Baqarah, Pahami Agar Ramadhan Makin Banyak Berkah

Sabtu, 09 Mei 2020 11:44 Penulis: Puput Saputro
Perintah Puasa di 4 Ayat Surat Al Baqarah, Pahami Agar Ramadhan Makin Banyak Berkah
Ilustrasi (credit: pixabay)


Kapanlagi Plus - Puasa Ramadhan menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat islam yang sudah akil baligh. Perintah tentang puasa Ramadhan langsung turun dari Allah Swt. Setidaknya, ada pada 4 ayat di surat Al Baqarah yang berisikan perintah puasa.

Dalam agama islam, selain puasa Ramadhan ada pula berbagai jenis puasa sunnah, seperti puasa senin kamis, puasa Nabi Daud, puasa Arafah, puasa Syawal, dan sebagainya. Namun, puasa Ramadhan menjadi spesial sebab ibadah puasa ini hanya bisa dilakukan secara khusus pada saat bulan Ramadhan saja.

-----------------------
Kabar Ramadan: Mau Buka Puasa Ditemani Artis?

Gabung KapanLagi Buka Bareng, event buka puasa online bersama Jirayut dan Rara LIDA 9 Mei ini. Bakal ada Chef Norman, Danilla, dan Adhitia Sofyan juga. Caranya? Daftar dulu di sini, dan isi data diri kamu. Semuanya GRATIS. Baca panduan lengkap di sini.

Daftar sekarang ya. Kalau bukan sekarang, kapanlagi?
-----------------------

Berikut beberapa ayat dalam surat Al Baqarah yang membahas tentang perintah puasa dan keistimewaan puasa Ramadhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. Surat Al Baqarah Ayat 183

Surat Al Baqarah ayat 183 mungkin menjadi ayat yang paling sering dikutip untuk menjelaskan perintah puasa. Berikut bunyi dari ayat tersebut:

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa

Berdasarkan terjemahan ayat tersebut, bahwa ibadah puasa sebenarnya sudah ada sejak sebelum zaman Nabi Muhammad Saw. Selain itu, arti ayat tersebut juga menjelaskan bahwa yang diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa adalah mereka yang termasuk golongan orang-orang yang beriman.

 

 

 

 

 

2. Surat Al Baqarah Ayat 184

Kelanjutan dari Surat Al Baqarah ayat 183, yaitu ayat 184 ternyata juga masih membahas tentang puasa. Berikut penggalan arti dari ayat 184, Surat Al Baqarah:

(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberikan makan bagi seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Penggalan arti dalam surat Al Baqarah 184 ini menjelaskan berbagai kondisi yang berkaitan dengan ibadah puasa Ramadhan. Di antaranya, keadaan diperbolehkannya tidak berpuasa namun harus menggantinya dengan puasa di luar bulan Ramadhan. Selain itu, dijelaskan pula bahwa golongan orang yang memang tidak memungkinkan berpuasa bisa mengganti puasa dengan membayar fidyah.

 

 

 

 

 

3. Surat Al Baqarah Ayat 185

Tidak berhenti di ayat 183 dan 184 saja, nyatanya penjelasan mengenai puasa juga terdapat pada ayat 185, sebagai mana yang artinya sebagai berikut:

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Pada surat Al Baqarah ayat 185, Allah menjelaskan bahwa keistimewaan bulan Ramadhan di antaranya adalah diturunkannya kitab suci Al Quran. Puasa menjadi satu ibadah yang semakin menambah keistimewaan bulan Ramadhan. Dalam ayat ini, juga dijelaskan bahwa diperbolehkan tidak puasa Ramadhan bagi umat islam yang sedang dalam perjalanan atau sedang sakit. Namun, tetap diwajibkan menggantinya dengan puasa di hari lain.

 

 

 

 

 

4. Surat Al Baqarah 187

Satu lagi ayat dalam surat Al Baqarah yang membahas tentang puasa, yaitu ayat 187. Ayat tersebut mempunyai arti sebagai berikut:

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Surat Al Baqarah ayat 187 lebih menjelaskan bahwa batasan waktu berpuasa dalam agama islam adalah mulai dari terbit fajar sampai datangnya malam. Selain itu, ayat ini juga menjelaskan berbagai hal yang dilarang selama berpuasa dan diperbolehkan lagi untuk dilakukan setelah tiba waktu waktu berbuka atau di waktu malam hari.

Nah, itulah 4 ayat dalam surat Al Baqarah yang membahas tentang perintah ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Semoga dengan mempelajari ayat-ayat di atas bisa semakin menambah keimanan dan ketaqwaan dalam menjalankan ibadah puasa.

 

 

 

 

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI