Pria Ini Menggugat Mantan Pacarnya Karena Mensabotase Karir Musiknya

Selasa, 10 Juli 2018 15:18 Penulis: Natanael Sepaya
Pria Ini Menggugat Mantan Pacarnya Karena Mensabotase Karir Musiknya
Eric Abramovitz © YouTube/Greatest Night Ever

Kapanlagi Plus - Cinta memang sanggup membuat siapapun melakukan hal-hal yang menakjubkan, bahkan di luar akal sehat. Seperti yang dialami oleh seorang calon musisi muda asal Kanada ketika mantan kekasihnya menghapus email yang ia terima dari salah satu sekolah musik ternama dan menggantinya dengan catatan penolakan palsu.

Adalah Eric Abramovitz, pria yang hampir putus asa ketika impiannya melanjutkan karir di dunia musik ditolak oleh Colburn Conservatory of Music di Los Angeles. David Corbett selaku hakim dari Pengadilan Tinggi Ontario menemukan kalau mantan kekasih Eric yang bernama Jennifer Lee terbukti menggagalkan usahanya di tahun 2014 kala mereka masih bersama di McGill University di Montreal.

Jadi di tahun 2013 silam, Eric mengajukan surat untuk melanjutkan studi di Colburn Conservatory Music di bawah arahan Yehuda Gilad. Masalahnya guru klarinet ternama itu hanya menerima 2 siswa baru setiap tahunnya, di mana masing-masing murid akan menerima beasiswa penuh termasuk uang sekolah, kamar, makan, uang dan berbagai pengeluaran lain.

Eric sendiri harus melalui proses seleksi yang ketat di tahun 2014, meskipun ia tetap percaya diri kalau dirinya akan diterima. Namun beberapa minggu kemudian ia menerima email kalau dirinya ditolak dan membuatnya merasa hancur sebelum kemudian memilih untuk menyelesaikan pendidikannya di Universitas McGill.

Barulah setelah 2 tahun kemudian Eric menyadari kalau sebenarnya ia diterima di Colburn dan mantan kekasihnya, Jennifer Lee, yang dipacari selama 5 bulan itu lah yang mengirimkan surat penolakan. Eric mengatakan pada hakim kalau Jennifer punya akses emailnya dan menghapus surat penerimaan dari Colburn sebelum ia melihatnya. Alasannya pun sederhana, Jennifer tidak ingin Eric pergi jauh.

Setelah menyelesaikan pendidikan di McGill, Eric masih bertekad untuk belajar dari Yehuda Gilad dan memasuki program sertifikasi 2 tahun di University of Southern California. Lewat jalur ini, Eric masih bisa belajar dengan ahli klarinet tersebut meski tidak dengan beasiswa penuh.

Gilad dan Eric sendiri sama-sama bingung karena mereka mengira satu sama lain telah menolak tawaran yang ada. Pada momen inilah Eric sadar kalau ada sesuatu yang tidak beres dan memulai investigasinya dari komputer yang pernah ia pakai bersama mantan kekasihnya. Pada momen ini, Eric mendapat bukti kuat kalau Jennifer memang mengirim catatan penolakan palsu pada emailnya.

"Awalnya Jennifer menolak untuk mengakuinya, tapi bukti yang aku punya benar-benar kuat. Kemudian dia memblokirku di social media dan kami hanya bicara satu sama lain lewat pengacara," ujar Eric. Setelah melalui proses persidangan, akhirnya Eric mendapat hadiah sebesar US$ 260 ribu atau sekitar 3,7 miliar rupiah atas kemenangannya.

Bukan cuma itu saja, sekarang ini Eric juga mendapat posisi sebagai kepala sekolah dan klarinet terpandang di Toronto Symphony. Hal terbaiknya? Kini Eric punya kekasih baru yang membuat hidupnya jauh lebih baik.

(huf/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya



MORE STORIES




REKOMENDASI