Reka Ulang Pembunuhan Balita di Malang Jadi Tontonan, Warga Gregetan Lihat Pelaku

Jum'at, 08 November 2019 11:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Reka Ulang Pembunuhan Balita di Malang Jadi Tontonan, Warga Gregetan Lihat Pelaku
Ery Ege Anwar © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Reka ulang atau rekonstruksi kasus pembunuhan balita oleh ayah tiri di Kota Malang menjadi pelampiasan warga. Warga yang gregetan dengan kekejaman tersangka Ery Age Anwar (36), meneriaki dengan sumpah serapah.

"Wanine ambek arek cilik, iku sing gundul (Beraninya sama anak kecil, itu yang gundul)," teriak seorang warga diikuti lainnya, Kamis (14/11).

Reka ulang menjadi tontonan warga yang sejak siang menunggu di lokasi kejadian perkara, Perumahan Tlogowaru, D 14 Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kendati demikian, rekonstruksi berlangsung lancar dengan pengawalan petugas kepolisian bersenjata laras panjang.

 

1. Keluarga Ingin Pelaku Dihukum Berat

Warga yang penasaran pun menyaksikan dengan jarak tertentu dari lokasi kejadian. Teriakan bernada jengkel ditujukan kepada pelaku muncul saat tersangka turun dari mobil. Tersangka dibawa masuk ke rumah dan menjalani adegan demi adegan. Suasana riuh kembali terjadi, saat tersangka berjalan digiring menuju kendaraan.

Reka ulang berlangsung sekitar 15 menit. Tersangka memperagakan 20 adegan dari mengangkat korban hingga dibawa ke rumah sakit. Reka ulang berlangsung di antaranya di kamar mandi, dapur dan rumah sakit, tempat tersangka berusaha meminta pertolongan setelah bayinya meninggal dunia.

"Inginnya dihukum seberat-beratnya, hukuman mati. Itu keinginan keluarga," kata Rendra Aziz Kurniawan, paman korban di lokasi.

2. Kronologi Kematian Korban

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengatakan tersangka melakukan 20 adegan yang semakin memperjelas perbuatan tersangka. Hanya saja memang ditemukan sedikit perbedaan antara kejadian dengan berita acara pemeriksaan. Sehingga memang perlu dilakukan penyesuaian.

"Pada adegan keempat, yaitu saat tersangka menggendong korban yang membawa ke kamar mandi, di situ kondisinya awalnya terlentang. Sementara keterangan dalam berita acara, awalnya tengkurap," katanya usai memimpin reka ulang.

Korban, kata Dony, dalam posisi terlentang, kemudian tersangka menginjak di perut korban satu kali. Kemudian korban berbalik dan diinjak kembali sebanyak dua kali di punggung korban.

Hal itu yang mengakibatkan pendarahan, yaitu robeknya usus besar korban dan kemudian terjadi pendarahan. Saat itu, korban menggigil, dan menangis.

"Kemudian dibawa ke kamar tersangka dengan posisi korban menggigil, kemudian dilumuri dengan minyak telon," katanya.

Karena masih tetap menggigil, selanjutnya digendong ke kamar sebelah dan diberikan teh panas. Korban kemudian mulai ngorok dan digendong kembali. Kemudian kaki korban dipanggang di atas kompor agar lebih hangat.

Setelah tidak ada perubahan, korban dipakaikan baju, dan dibawa ke Rumah Sakit. Namun sesampainya di Rumah Sakit Reva Husada, korban sudah tidak tertolong lagi.

(kpl/dar/phi)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI