Seru Abis, Peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 Kagumi Wisata di Tanjungpinang

Kamis, 07 November 2019 21:23 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Seru Abis, Peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 Kagumi Wisata di Tanjungpinang
(c) kemenpar

Kapanlagi Plus - Pariwisata di Tanjungpinang lagi mengalami perkembangan signifikan nih, KLovers. Salah satu penyebabnya tentu saja penyelenggaraan Festival Bahari Kepri yang baru saja dibuka secara resmi beberapa waktu lalu. Menariknya, usai agenda tersebut para peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 lantas diajak buat menjelajahi kota Tanjungpinang dalam sebuah City Tour.

Para yachter yang berasal dari 16 negara seperti Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Belanda, Jerman, New Zealand, dan lainnya melewatkan pengalaman wisata tak terlupakan. Mereka diajak mengeksplorasi deretan wisata religi, sejarah, belanja, hingga spot-spot terkenal di Tanjungpinang. Salah satu professional yachter bernama Raymond T. Lesmana bahkan mengungkapkan kekagumannya.

“Potensi dan daya tarik yang dimiliki Tanjungpinang sangat luar biasa. Setiap destinasi yang dikunjungi sangat khas. Para yachter mancanegara dibuat kagum. Mereka sangat enjoy menikmati berbagai kekayaan budaya dan alam di sini. Momentum terbaik ini diabadikan melalui foto dan video. Nantinya akan disebar dan itu bisa jadi promosi wisata,” ungkap Raymond.

Vihara Avolokitesvara Graha merupakan satu dari sekian destinasi yang dikunjungi para yachter. Situs ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di ASEAN dan menjadi pusat pendidikan Agama Buddha bagi masyarakat Singapura, Malaysia, dan Tiongkok. Lokasinya sekitar 14 kilometer dari pusat kota dan berada di wilayah Air Raja.

Di sana para peserta Wonderful Sail to Indonesia 2019 dibikin terkagum pada patung Dewi Kwan Im setinggi 16,8 meter. Berada di Vihara Maitri Graha, patung ini berlapis emas 22 karat dengan berat total 40 ton. Di sisi kanan dan kiri ada patung dewa-dewi setinggi 3,5 meter hingga 4 meter. Setiap hari, vihara ini beroperasi pukul 07.00-18.00 WIB. Rata-rata tiap minggunya, total ada ratusan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sini.

Kunjungan ke destinasi religi makin lengkap dengan trip ke Klenteng Tao Sa Kong, Senggarang, Tanjungpinang. Destinasi ini menawarkan keunikan Klenteng berusia 208 tahun yang kondisinya terlilit akar Pohon Ara atau Beringin. Mengalami beberapa kali renovasi, Klenteng ini menjadi bukti eksistensi budaya Tionghoa di Tanjungpinang dan sekitarnya.

“Destinasi wisata religi di Kota Tanjungpinang sangat kuat. Melalui City Tour, kami yakin promosi destinasi di Tanjungpinang semakin naik. Popularitasnya tinggi dengan potensi arus kunjungan wisman yang bagus. Sebab, para peserta City Tour juga ikut mem-branding setiap spot yang dikunjungi,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar.

City Tour semakin lengkap dengan trip ke Pulau Penyengat. Ditempuh melalui jalur laut sekitar 15 menit, destinasi ini merupakan suaka beragam budaya Melayu dan pusat Kerajaan Riau-Lingga-Johor-Pahang. Imperium Melayu tersebut berkuasa selama 120 tahun dan kini artefaknya masih bisa dinikmati secara utuh.

Total ada 46 situs cagar budaya di Pulau Penyengat. Di antaranya Mesjid Raya Sultan Riau, Rumah Hakim, Gedung Tabib, Istana Kantor, Gedung Mesiu, dan lainnya. Semakin menarik karena Imperium Melayu ini juga mengenal tradisi tulis. Salah satu karya sastranya yang fenomenal adalah Gurindam XII. Aktivitas di Pulau Penyengat dijamin lengkap karena destinasi ini juga didukung oleh berbagai paket wisata.

Seluruh warna ekotis Pulau Penyengat bisa dinikmati melalui paket Your Great Escape. Paket wisata ini menawarkan 8 konten menarik. Misalnya saja, paket wisata Tur Mesjid Raya Sultan Riau, Tur Sejarah Pulau Penyengat, Tur Literatur, Pengalaman Berbusana Melayu, Pengalaman Gurindam, Membuat Tanjang, dan Kelas Memasak.

“City Tour ini memang menjadi treatment promosi yang ideal. Sebab, jaringan para yachter ini kuat di mancanegara. Tanjungpinang adalah destinasi menarik untuk berlibur. Dan liburan ke Tanjungpinang belum lengkap kalau tidak berkunjung ke Pulau Penyengat,” tegas Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Experience peserta City Tour semakin lengkap dengan wisata belanja. Lokasi yang dipilih Tanjungpinang City Center (TCC). Mall ini berada di kawasan Batu IX, Bukit Bestari, Tanjungpinang. Berada di lahan seluas 30 hektare, pusat perbelanjaan tersebut punya beragam kawasan bisnis. Ada banyak tenant besar yang bergabung di sini seperti zona permainan anak, foodcourt, hingga bioskop.

Selain kawasan shopping center, Tanjungpinang juga memiliki ikon Laman Boenda. Berada di kawasan ini, para peserta city tour terlihat menikmati suasana laut. Laman Boenda memberikan view suasana laut terbaik, apalagi fasilitas pendukung sangat lengkap. Destinasi ini juga punya landmark berupa Gedung Gonggong. Sudutnya semakin kekinian dengan tulisan ‘I Love Kota Tanjungpinang'.

“Rangkaian City Tour ini akan menaikan arus kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang. Apalagi, destinasi ini didukung oleh poros laut yang bagus. Kota Tanjungpinang terhubung langsung dengan Singapura dan Malaysia. Pergerakan wisatawannya dari poros ini menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir,” papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenparekraf, Dessy Ruhati.

Melalui jalur laut, pergerakan wisman di Tanjungpinang cukup kompetitif. Sepanjang Januari-September 2018, Tanjungpinang dikunjungi 102.744 orang wisman. Angka ini naik 24,83% dari periode sama tahun 2017 dengan angka riil 82.304 orang. Wisman Singapura mendominasi dengan 44.693 orang. Selain itu, ada 39.739 orang Tiongkok dan 9.086 wisatawan Malaysia.

“Setelah festival dan program City Tour ini, arus wisman di Tanjungpinang pasti naik. Arus itu akan terus membesar dalam jangka panjang. Sebaran paspor wisman dominannya juga makin beragam. Untuk itu, kami terus merekomendasikan Tanjungpinang sebagai destinasi untuk berlibur. Alam dan budayanya eksotis,” tutup Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani.

(kpl/zki)



MORE STORIES




REKOMENDASI