'Snow On The Sahara', Fenomena Cuaca Unik Wujudkan Lagu Anggun?

Rabu, 10 Januari 2018 15:17 Penulis: Tyssa Madelina
'Snow On The Sahara', Fenomena Cuaca Unik Wujudkan Lagu Anggun?
Credit: Zineddine Hashas/Geoff Robinson

Kapanlagi Plus - Gurun Sahara dikenal sebagai padang pasir terbesar saat ini. Terbentang dari Samudra Atlantik sampai ke Laut Merah rasanya wajar apabila Gurun Sahara menjadi salah satu lokasi yang paling terik dan panas di dunia. Namun, baru-baru ini ada satu kejadian unik yang terjadi di gurun yang terletak di utara Afrika tersebut. Akibat kondisi cuaca yang ekstrem, hamparan Gurun Sahara kini diselimuti oleh salju! Kok bisa ya?

Fenomena unik ini nampaknya akan mengingatkanmu kembali tentang penyanyi legendaris Anggun C. Sasmi. Di albumnya yang rilis pada tahun 1997, Anggun pernah menyanyikan sebuah lagu berjudul Snow on the Sahara. Meski di akun Twitter pribadinya Anggun mau bertanggungjawab atas kejadian tersebut namun fenomena alam itu tentu saja bukan salah Anggun ataupun penciptanya lagunya!

Cuitan Anggun menanggapi fenomena salju di Gurun Sahara. (Credit: Twitter/anggun_cipta)Cuitan Anggun menanggapi fenomena salju di Gurun Sahara. (Credit: Twitter/anggun_cipta)

Setelah ditelisik, ternyata peristiwa tersebut bermula karena adanya tekanan tinggi di wilayah Eropa. Tekanan tersebut akhirnya menyebabkan udara dingin bergerak dari Afrika Utara ke Gurun Sahara. Hal tersebut sontak membuat penduduk di Ain Sefra, Aljazair yang terletak di barat laut Gurun Sahara menyaksikan pemandangan yang tidak biasa.

Berada tepat di "pintu gerbang padang pasir", di hari biasa suhu kota Ain Sefra berkisar antara 37,6 derajat celcius. Kini mendadak mereka harus menerima perubahan cuaca yang sangat ekstrim. Dilansir dari Forbes, akibat tidak adanya persiapan menghadapi cuaca dingin beberapa jalan terpaksa ditutup dan banyak kendaraan ditemukan mogok di pinggir jalan akibat cuaca yang terlalu dingin.

Penampakan salju setebal 40 cm di Gurun Sahara. (Credit: Zineddine Hashas/Geoff Robinson)Penampakan salju setebal 40 cm di Gurun Sahara. (Credit: Zineddine Hashas/Geoff Robinson)

Meski fenomena ini terbilang unik namun turunnya salju di Gurun Sahara ternyata bukan yang pertama kali. Dalam kurun waktu 37 tahun terakhir, salju sudah turun di Gurun Sahara sebanyak tiga kali. Yang pertama di tahun 1979, lalu tahun 2016 dan terakhir di tahun 2018.

Namun sayang, keindahan salju tersebut tidak berlangsung lama. Pasalnya menjelang siang hari cuaca di sekitar naik hingga 5 derajat celcius. Meskipun begitu, penduduk sekitar tidak mau kehilangan momen berharga begitu saja. Saat salju belum mencair, para anak-anak yang kegirangan memanfaatkan waktu mereka untuk bermain-main dan membuat boneka salju.

(for/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI