Staf Hotel Bali Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Karena Kendala Bahasa?

Selasa, 06 Februari 2018 13:14 Penulis: Tyssa Madelina
Staf Hotel Bali Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Karena Kendala Bahasa?
© Facebook/Aneta Baker

Kapanlagi Plus - Curhatan seorang wanita yang bernama Aneta Baker mendadak viral dalam sekejap. Wanita asal Melbourne, Australia itu menuliskan bahwa dirinya baru saja dilecehkan oleh salah satu oknum pegawai hotel tempatnya menginap. Kejadian tersebut bermula saat Aneta dan teman-temannya meminta refund kamar untuk satu malam karena sebelumnya terjadi miskomunikasi.

Bukannya mendapat refund, Aneta justru menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dari staf hotel tersebut. Tanpa disadari, pria itu minta dilayani kebutuhan seksualnya yang serta merta ditolak mentah-mentah oleh Aneta. Kejadian itu sontak mendapat simpati publik, pasalnya Aneta menduga, oknum staf tersebut sudah terbiasa dalam melakukan aksinya.

Pernyataan Aneta yang viral. © Facebook/Aneta BakerPernyataan Aneta yang viral. © Facebook/Aneta Baker

Tak butuh waktu lama, menurut penuturan Aneta Baker, General Guest Services Manager akhirnya mengetahui hal itu dan berjanji akan menetapkan sanksi pada pegawainya. Hal tersebut dibuktikan melalui postingan Ramada Bali Sunset Road Kuta, lokasi hotel tempat Aneta menginap.

Dalam tulisannya, Ramada Bali Sunset Road telah memberlakukan saksi dengan memberhentikan staf tersebut dari pekerjaannya. Kejadian yang terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 lalu ini dinilai tidak pantas dan mereka meminta maaf sebesar-besarnya terhadap Aneta. Proses investigasi masih berlanjut hingga kini, meskipun begitu, pihak hotel tidak menutup saran dan kritik untuk ke depannya demi pelayanan yang lebih baik.

Permohonan maaf dari hotel setempat. © FacebookPermohonan maaf dari hotel setempat. © Facebook

Namun, penuturan berbeda justru disampaikan oleh Jerinx personil Superman is Dead. Dilansir dari akun Instagram pribadinya, Jerinx meminta publik untuk mendengarkan secara seksama pernyataan staf hotel tersebut pada detik ke-9. Menurutnya, staf tersebut tidak berniat untuk mengatakan b***job, melainkan voucher. Selain itu, Jerinx menilai wajah staf tersebut terlalu lempeng dan innocent.

Asumsi dari Jerinx semakin kuat tatkala membaca sebuah postingan dari akun Facebook Ditta Triwidianti yang menduga kejadian tersebut hanya salah paham antara staf hotel dan turis. Kendala bahasa bisa jadi salah satu penyebabnya. Jerinx menambahkan, persepsi antara turis dan staf hotel yang berbeda menimbulkan kesalahpahaman yang fatal.

"Kabarnya staf hotel ini sudah dipecat oleh manajemen dan penikahannya terancam gagal gara gara kasus ini. Kasihan banget kalau ini terjadi. Jadi inget film ATONEMENT, gara gara salah persepsi, hancur sudah nasib dua anak manusia," tulis Jerinx SID di akun Instagram-nya.

Sementara itu, sosok Aneta Baker yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan tersebut nyatanya bukan sosok sembarangan. Ia adalah pendiri dan owner dari kampanye yang bertajuk She is Called. Kampanye itu diwujudkan dalam sebuah situs website yang bergerak menyuarakan kemajuan dan kebebasan kaum perempuan di negaranya.

Aneta adalah aktivis perempuan yang getol menyuarakan perihal pelecehan seksual. © Facebook/Aneta BakerAneta adalah aktivis perempuan yang getol menyuarakan perihal pelecehan seksual. © Facebook/Aneta Baker

Maka tak heran apabila Aneta yang juga seorang aktivis ini, getol menyuarakan pendapatnya tentang pelecehan perempuan di sebuah tulisan. Tak sekali ini ia sukses memviralkan kejadian yang merugikan kaum perempuan. Ia kerap menyampaikan pesan bagi wanita korban pelecehan seksual di luar sana.

"Tidak ada yang pantas mengalami hal ini, dan aku cukup senang itu terjadi padaku, sehingga aku bisa menyuarakan keluhan ini, mewakili mereka yang takut untuk bersuara," tulis Aneta di sebuah pernyataan.

(kpl/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI