Syair Adalah Jenis Puisi Lama, Ketahui Ciri-Ciri dan Jenis-Jenisnya

Rabu, 13 Januari 2021 12:22 Penulis: Puput Saputro
Syair Adalah Jenis Puisi Lama, Ketahui Ciri-Ciri dan Jenis-Jenisnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Puisi menjadi salah satu jenis karya sastra yang banyak digemari. Seperti yang kita tahu, puisi juga mempunyai beragam jenis. Berdasarkan masanya, puisi terbagi menjadi puisi lama dan puisi baru atau puisi modern. Kebanyakan puisi yang kita temukan saat ini merupakan jenis puisi baru. Padahal, ada banyak sekali jenis puisi lama. Syair adalah salah satunya.

Sebagai puisi lama, syair memang tidak sepopuler puisi baru. Meski begitu, syair juga tak kalah indah. Pesan-pesan atau makna yang terkandung dalam syair juga dapat menggugah perasaan. Layaknya jenis puisi lama lainnya, syair adalah puisi lama yang masih terikat pada syarat-syarat tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri dari syair.

Selain ciri-ciri, syair juga mempunyai beberapa jenis. Untuk mengetahui seluk beluk syair tersebut, simak ulasan berikut yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Pengertian Syair Adalah

Sebagaimana yang disinggung sebelumnya, syair merupakan karya sastra yang tergolong sebagai puisi lama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata syair adalah puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik (baris) yang berakhir dengan bunyi yang sama. Pengertian dalam KBBI, tersebut menunjukkan beberapa syarat yang harus dipenuhi suatu syair di antaranya terkait jumlah baris, bait. dan bunyi di bagian akhir.

Jika ditinjau dari asal mulanya, syair sebenarnya bukanlah puisi atau karya sastra asli dari Nusantara. Syair berasal dari tradisi Arab. Di asalnya sana, syair dikenal dengan istilah Syi'ir atau Syu'ur yang berarti perasaan menyadari. Namun ada pula yang mengartikan syair dari kata Syi'ru yang berarti puisi.

Meski bukan karya sastra asli Nusantara, seiring dengan perkembangannya syair dimodifikasi sehingga kini bisa sesuai dengan budaya Melayu. Dalam budaya Melayu syair sama halnya karya sastra lain yang mempunyai nilai kegunaan untuk menyampaikan suatu cerita, nasihat, agama, cinta, dan sebagainya.

2. Unsur-Unsur Syair

Tak jauh berbeda dengan puisi atau karya sastra jenis lainnya, syair juga tersusun atas unsur-unsur. Sama seperti karya sastra pada umumnya, unsur-unsur dalam syair juga terdiri atas dua macam yaitu, unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Adapun bagian-bagian dari kedua unsur intrinsik dan ekstrinsik syair adalah sebagai berikut.

1. Unsur Intrinsik Syair
Unsur-unsur intrinsik dalam syair, meliputi:

1) Tema yaitun ide pokok atau gagasan yang ingin disampaikan penyair melalui karyanya.

2) Amanat yaitu makna, pesan, atau nasehat yang ingin disampaikan penyair melalui karyanya.

3) Perasaan yaitu unsur keinginan penyair untuk mengungkapkan suatu cara perasaan, pandang, karakter dan lain sebagainya.

4) Nada yaitu suatu intonasi atau penekanan dalam syair. Nada dalam syair dapat berupa mengejek, menasehati, bergurau, bergembira,mengkritik, berbelas kasihan, dan sebagainya.

2. Unsur Ekstrinsik Syair
Sementara itu, unsur ekstrinsik dalam syair, meliputi:

1) Latar belakang kehidupan penyair, seperti latar belakang keluarga, pendidikan, dan sebagainya.

2) Latar belakang budaya dan sosial yang mempengaruhi proses serta karya syair.

3) Adat atau juga kebiasaan masyarakat setempat yang mempengaruhi proses serta karya syair.

3. Ciri-Ciri Syair

Syair adalah bagian dari puisi lama. Artinya, karya sastra ini masih terikat pada suatu aturan-aturan tertentu. Aturan atau syarat ini di antaranya tampak dalam ciri-ciri dari syair di bawah ini.

1. Satu Bait Terdiri atas Empat Baris
Salah satu ciri-ciri utama dari syair adalah mempunyai jumlah empat baris dalam satu baitnya. Meski begitu perlu dipahami bahwa, syair bisa saja terdiri atas beberapa bait.

2. Satu Baris Terdiri atas 4-6 Kata dan 8-12 Suku Kata
Jumlah kata dalam satu baris pada suatu syair juga dibatasi, yaitu 4-6 kata tidak boleh lebih. Selain itu, jumlah suku kata dalam satu barisnya juga dibatasi 8-12 suku kata saja.

3. Setiap Baris Merupakan Isi
Meski sama-sama puisi lama, syair dan pantun mempunyai perbedaan. Salah satunya dalam hal isi. Dalam syair setiap baitnya merupakan isi, sedangkan dalam pantun terdapat bagian baris yang disebut sampiran, yaitu pada baris pertama dan kedua di setiap baitnya.

4. Berima a-a-a-a
Ciri-ciri sekaligus syarat syair yang selanjutnya yaitu mempunyai rima a-a-a-a di setiap akhir barisnya. Hal ini berbeda dengan pantun yang berima a-b-a-b.

5. Mengandung Pesan sekaligus Cerita
Isi dalam syair biasanya berupa sebuah cerita atau kisah. Cerita tersebut dapat berupa mitos, sejarah, agama, filsafat, bisa pula rekaan belaka. Yang jelas, cerita dalam syair biasanya mengandung petuah atau nasihat bijak.

4. Jenis-Jenis Syair

Sebagaimana yang sudah disinggung di awal, terdapat beberapa jenis syair. Jenis-jenis syair ini di antaranya bisa dikategorikan berdasarkan tema yang diangkat. Adapun jenis-jenis syair adalah sebagai berikut.

1. Syair Panji
Syair panji adalah jenis syair yang isinya bercerita tentang keadaan dalam istana (kerajaan), situasi orang-orang yang ada atau berasal dari kalangan istana.

2. Syair Agama
Jenis lain dari syair adalah syair agama. Sesuai dengan namanya, syair agama mengangkat tema keagamaan, seperti ajaran ilmu tasawuf. Secara garis besar, syair agama terbagi menjadi 4, yakni syair sufi, syair mengenai ajaran Islam, syair riwayat Nabi, serta syair nasihat.

3. Syair Romantis
Syair romantis merupakan jenis syair yang berisi tentang kisah percintaan. Syair ini biasa ditemukan pada hikayat, maupun cerita rakyat.

4. Syair Sejarah
Jenis syair yang keempat yaitu syair sejarah. Syair ini merupakan syair yang diangkat dari peristiwa sejarah terpenting, contohnya terkait peperangan.

5. Syair Kiasan
Syair kiasan adalah syair yang menceritakan kisah percintaan dalam wujud perumpamaan. Kisah cinta yang diceritakan bisa saja terjadi antara ikan, burung, bunga, lalu buah-buahan. Kiasan dalam hal ini bisa pula berupa sindiran atas suatu peristiwa tertentu.

Itulah di antaranya ulasan mengenai syair adalah salah satu puisi lama. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI