Viral Tamu Hanya Menginap 15 Menit, Ini Klarifikasi Pemilik Hotel Niagara Malang yang Disebut Angker

Kamis, 25 Maret 2021 15:58 Penulis: Luthfia Miranda Putri
Viral Tamu Hanya Menginap 15 Menit, Ini Klarifikasi Pemilik Hotel Niagara Malang yang Disebut Angker
Hotel Niagara Lawang Malang © YouTube/R.R.E.S OFFICIAL


Kapanlagi Plus - Media sosial diramaikan dengan sebuah video TikTok dari akun @hmie. Dalam videonya, ia mengatakan hanya bisa menginap selama 15 menit di hotel Niagara Malang. Hal ini lantaran dirinya merasa takut dengan aura hotel yang terasa angker.

General Manager Hotel Niagara Malang, Ongko Budihartanto memberikan klarifikasi. Ongko mengaku kalau dirinya adalah ahli waris sekaligus anak dari Ong Kie Tjay, pemilik Hotel Niagara. Ongko mengatakan kalau hotel yang dikelolanya sama sekali tak berhantu.

"Saya menjelaskan bahwa pengelola hotel yang sekaligus sebagai cagar budaya yang dilindungi oleh UU memang bukan hal yang mudah. Apalagi hotel ini sudah mendapat pencitraan yang negatif dari masyarakat sekitar seperti hotel berhantu, tempat ajang bunuh diri dan hal-hal negatif lainnya," ujar Ongko, dikutip dari akun YouTube R.R.E.S OFFICIAL (25/3).

 

1. Tak Berhantu

Ongko menjelaskan kalau selama lebih dari 20 tahun, dirinya tidak pernah mendapatkan gangguan apapun. Bahkan, disebutkan kalau pengunjung juga tidak pernah mengeluhkan adanya hal-hal mistis.

"Itu semua hanya isu dan omong kosong belaka. Karena lebih dari 20 tahun saya mengelola hotel ini, saya tidak pernah mendapatkan gangguan apapun. Bahkan pengunjung pun tidak pernah mengeluhkan hal-hal semacam itu," jelasnya.

 

2. Dipuji Wisatawan Asing

Pengunjung yang pernah menginap di hotel tersebut disebutkan malah memberikan pujian tentang kehebatan dan keunikan hotel Niagara.

"Misalnya dari bangunannya yang klasik, arsiteknya yang merupakan perpaduan dari Hindia Belanda serta ornamen-ornamen yang kita bisa temukan di setiap pojok dari hotel ini. Bahkan kita banyak mendapat pesan tertulis dari para wisatawan asing. Jadi, saya tekankan lagi bahwa isu tentang hotel Niagara sebagai hotel berhantu ataupun tempat ajang bunuh diri itu merupakan hanya omong kosong belaka," sambungnya.

 

3. Dibangun Orang Belanda

Pemilik hotel Niagara itu menjelaskan kisah awal hotel Niagara dibangun. Dulunya, hotel ini adalah villa pribadi milik orang Belanda.

"Dulunya hotel ini merupakan villa pribadi milik Liem Sian Joe. Liem Sian Joe adalah orang Belanda yang ingin membangun sebuah tempat peristirahatan keluarganya di area Lawang sini. Karena dulu area Lawang itu merupakan daerah yang dingin, sepi, dan sangat nyaman untuk tempat peristirahatan.

Sementara untuk arsitek hotel ini adalah Fritz Joseph Pinedo. Beliau juga orang Belanda sama seperti Liem Sian Joe. Hotel ini dibangun kurang lebih selama 15 tahun mulai dari tahun 1918 dan pada tahun 1920, Liem Sian Joe sang pemilik hotel itu kembali ke negara asalnya, yaitu Belanda dan hotel ini dipercayakan ke ahli warisnya. Karena jarang dipakai akhirnya hotel ini terbengkalai sampai masa kemerdekaan," tambahnya.

 

4. Sempat Terbengkalai

Setelah masa kemerdekaan, Ong mengatakan kalau hotel ini sempat ditempati beberapa keluarga dan tidak jelas bagaiman status kepemilikannya. Pada tahun 1960, ahli waris dari Liem Sian Joe itu menjual villa ini ke pengusaha dari Tiongkok yang tinggal di Surabaya bernama Ong Kie Jay atau biasa disapa Baba Hong.

"Kita mengenalnya dengan sebutan Baba Hong. Semenjak pengelolaan villa ini dialihkan ke Baba Hong, para penghuni villa mulai keluar satu per satu dan pada saat itu Baba Hong mulai membenahi villa ini. Dan pada tahun 1964, Baba Hong mengubah villa ini menjadi hotel dan diberi nama Hotel Niagara," jelasnya.

 

5. Kehebatan Hotel Niagara

Mengutip dari beberapa sumber, keramik dinding dan bahan untuk lantai diimpor langsung dari Belgia. Ada juga lift kuno merek ASEAN yang diproduksi Swedia tahun 90an. Selain itu, bahan kayu untuk jendela, pintu plafon, dan sebagainya dibuat dari kayu jati kelas satu.

"Hotel ini monumen, harus dijaga dengan baik. Perlu renovasi dengan arsitek yang benar-benar ahli. Kalau itu dilakukan, Hotel Niagara jadi bintang seperti Hotel Raffles di Singapura," ujar Henk Nos, turis asal Belanda, dikutip dari Ngalam.co.

 

(kpl/lmp)



MORE STORIES




REKOMENDASI