Cara Menghindari Kenaikan Berat Badan Setelah Lebaran, Terbukti Ampuh

Penulis: Silvia Estefina Subitmele

Diterbitkan:

Cara Menghindari Kenaikan Berat Badan Setelah Lebaran, Terbukti Ampuh
Copyright: Berat Badan yang Tidak Wajar | copyright pexels.com/Gustavo Fring

Lebaran selalu menjadi momen istimewa yang penuh dengan kebahagiaan, kebersamaan dan tentunya hidangan lezat. Berbagai sajian khas seperti opor ayam, rendang, ketupat, dan aneka kue kering sering kali menggoda untuk disantap tanpa batas.

Namun, di balik kenikmatan tersebut, banyak orang mengalami kenaikan berat badan yang cukup signifikan setelah Lebaran. Pola makan yang tidak terkontrol dan kurangnya aktivitas fisik selama libur panjang menjadi penyebab utama dari kondisi ini.

Kenaikan berat badan pasca-Lebaran sebenarnya bukan sesuatu yang tak bisa dihindari. Dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa harus khawatir angka di timbangan melonjak drastis.

Penasaran seperti apa caranya? Simak informasi lengkap yang dirangkum pada Rabu (2/4/2025).

1. Cara Menghindari Kenaikan Berat Badan

1. Batasi Konsumsi Makanan Berlemak dan Bersantan

Salah satu penyebab utama kenaikan berat badan setelah Lebaran adalah tingginya konsumsi makanan yang mengandung lemak dan santan. Cobalah untuk mengontrol porsi makanan dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi hidangan khas Lebaran. Sebagai alternatif, pilih makanan yang lebih sehat seperti sayuran, protein tanpa lemak, dan makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus.

2. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah

Sayuran dan buah-buahan kaya akan serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan, Anda dapat mengurangi asupan makanan berkalori tinggi. Selain itu, nutrisi dalam sayur dan buah dapat membantu tubuh tetap sehat dan terhidrasi.

3. Kontrol Porsi Makan

Meskipun makanan Lebaran sangat menggoda, penting untuk tetap mengontrol porsi makan. Hindari makan dalam jumlah besar sekaligus, dan coba untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Menggunakan piring yang lebih kecil juga bisa membantu mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.

4. Jangan Lewatkan Sarapan

Banyak orang berpikir bahwa melewatkan sarapan bisa membantu menurunkan berat badan. Padahal, sarapan adalah waktu makan yang penting untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Pilih menu sarapan yang sehat seperti oatmeal, telur rebus, atau yogurt dengan potongan buah untuk memberi energi tanpa menambah berat badan.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

2. 5. Tetap Aktif dan Berolahraga

Setelah menikmati berbagai hidangan Lebaran, jangan lupa untuk tetap aktif bergerak. Anda bisa mulai dengan olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging, atau bersepeda. Jika tidak memiliki banyak waktu, cukup lakukan aktivitas sederhana seperti naik tangga atau membersihkan rumah agar tubuh tetap aktif dan membakar kalori.

6. Minum Air Putih yang Cukup

Air putih sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan membantu proses metabolisme. Hindari minuman bersoda dan minuman manis yang tinggi kalori. Minumlah minimal 8 gelas air putih per hari untuk membantu mengeluarkan racun dalam tubuh dan menjaga berat badan tetap stabil.

7. Kurangi Konsumsi Gula dan Karbohidrat Sederhana

Makanan manis seperti kue kering, sirup, dan minuman kemasan sering kali dikonsumsi berlebihan saat Lebaran. Gula dan karbohidrat sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan nafsu makan. Cobalah untuk mengurangi konsumsi makanan ini dan pilih sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau roti gandum.

8. Tidur yang Cukup

Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan hormon yang merangsang nafsu makan. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup, yaitu sekitar 7-8 jam per malam, agar tubuh tetap sehat dan berat badan tetap terkendali.

3. ​ Penyakit yang Mengintai Selama Lebaran

Berikut adalah beberapa penyakit yang umum muncul selama dan setelah Lebaran:

1. Kolesterol Tinggi

Hidangan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, gulai, dan berbagai makanan bersantan lainnya mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi secara berlebihan, makanan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung, serta memicu serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol porsi makanan dan menyeimbangkan dengan konsumsi sayur dan buah.

2. Diabetes

Selama Lebaran, konsumsi makanan dan minuman manis seperti kue kering, sirup, serta minuman bersoda sering kali tidak terkontrol. Lonjakan kadar gula darah akibat asupan gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes bagi orang yang belum memiliki riwayat penyakit ini. Sementara itu, bagi penderita diabetes, pola makan yang tidak terkendali dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka. Untuk menghindari risiko ini, disarankan untuk memilih makanan rendah gula, membatasi konsumsi kue kering, dan memperbanyak asupan serat dari sayuran dan buah-buahan.

3. Asam Urat

Makanan tinggi purin seperti daging merah, jeroan, seafood, serta kacang-kacangan yang sering dihidangkan saat Lebaran dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh. Hal ini dapat memicu serangan asam urat, yang ditandai dengan nyeri sendi, bengkak, dan peradangan, terutama di area kaki. Untuk mencegahnya, sebaiknya batasi konsumsi makanan tinggi purin dan perbanyak minum air putih agar kadar asam urat dalam tubuh tetap stabil.

4. Gangguan Pencernaan

Perubahan pola makan yang drastis selama Lebaran, terutama dengan meningkatnya konsumsi makanan berlemak dan bersantan, dapat menyebabkan berbagai gangguan pencernaan. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain diare, sembelit, kembung, serta naiknya asam lambung (maag). Untuk menghindari gangguan ini, sebaiknya tetap mengatur porsi makan, mengunyah makanan dengan baik, dan menghindari makan dalam jumlah berlebihan dalam satu waktu.

5. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Makanan yang tinggi garam dan lemak, seperti opor ayam, sambal goreng hati, serta makanan olahan lainnya, dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi. Jika tekanan darah tidak terkontrol, risiko penyakit jantung dan stroke akan meningkat. Oleh karena itu, disarankan untuk membatasi asupan garam, menghindari makanan yang terlalu asin, serta menjaga pola makan yang sehat dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah.

6. Obesitas

Lebaran sering kali menjadi momen di mana pola makan menjadi tidak terkontrol, sementara aktivitas fisik cenderung berkurang. Kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh, yang berujung pada obesitas. Obesitas sendiri merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, serta gangguan pernapasan. Untuk menghindari hal ini, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik, misalnya dengan rutin berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan setelah Lebaran.

(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)

(kpl/ses)