10 Jenis-Jenis Koperasi di Indonesia Berdasarkan Usahanya, Kenali Contohnya

Sabtu, 06 Februari 2021 10:11 Penulis: Dita Tamara
10 Jenis-Jenis Koperasi di Indonesia Berdasarkan Usahanya, Kenali Contohnya
(credit: pixabay)


Kapanlagi Plus - Apakah kalian masih asing ketika mendengar kata koperasi? Kata koperasi berasal dari bahasa Inggris yaitu co-operation, yang berarti kerja sama. Koperasi dipahami sebagai badan hukum yang didirikan berdasarkan asas kekeluargaan dan menganut prinsip ekonomi kerakyatan.  Tujuan dibentuknya koperasi tidak lain hanya untuk mensejahterakan anggotanya. Jadi, seluruh keuntungan yang didapat oleh koperasi akan dikelola untuk kemajuan kinerja koperasi. Siapapun bisa mendirikan sebuah koperasi, baik perorangan maupun badan hukum. Modal dari usaha koperasi ini didapat dari seluruh anggotanya, sehingga jalannya usaha ini harus menyesuaikan aspirasi serta kebutuhan bersama.

Dalam menjalankan usahanya, ada beragam jenis koperasi. Ada tiga kelompok koperasi, yang pertama koperasi Produksi, koperasi Konsumsi, koperasi Simpan Pinjam, dan koperasi Serba Usaha yang dikelompokkan sebagai koperasi berdasarkan jenis usahanya. Kelompok koperasi yang kedua ada koperasi Pegawai Negeri, koperasi Pasar, koperasi Unit Desa, dan koperasi Sekolah yang dikelompokkan berdasarkan keanggotaannya. Dan kelompok koperasi terakhir ada koperasi Primer dan koperasi Sekunder yang dikelompokkan berdasarkan tingkatannya. Untuk lebih mudah dipahami, berikut penjelasan dari 10 jenis koperasi berdasarkan tiga kelompok.

 

 

1. Koperasi Produksi

Koperasi produksi adalah jenis koperasi yang melakukan usaha di bidang produksi atau penghasil barang. Jenis koperasi ini biasanya memiliki anggota para pengusaha mikro dan menengah yang memiliki kegiatan pengadaan bahan baku dan membantu anggotanya dalam memecahkan masalah usaha yang dijalankan. Contohnya koperasi petani dan koperasi nelayan. Dimana jenis koperasi ini akan membantu menyiapkan bahan baku yang dibutuhkan anggotanya dan memasarkan hasil perolehannya.

 

 

2. Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi adalah koperasi yang memiliki kegiatan menyediakan semua kebutuhan para anggota dalam bentuk barang. Barang yang disediakan berupa kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, minyak, telor, tepung, gula, dan lain-lain. Untuk anggota yang membeli, akan menerima harga yang lebih miring dibanding yang bukan anggota.

 

 

3. Koperasi Simpan Pinjam

Jenis koperasi selanjutnya adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam menyediakan pinjaman uang dan juga penyimpanan uang. Koperasi ini banyak dikenal dan banyak diikuti oleh masyarakat karena dengan menjadi anggota koperasi simpan pinjam, bisa mendapatkan pinjaman uang dengan mudah. Sekilas, cara kerja dari jenis koperasi ini memiliki kemiripan dengan bank. Namun perbedaan antara koperasi simpan pinjam dengan bank terletak pada bunga pinjaman.

Koperasi simpan pinjam memberikan bunga pinjaman lebih ringan jika dibandingkan dengan bank. Dan pembayaran dana pinjaman pada koperasi simpan pinjam dapat dilakukan sesuai kesepakatan bersama. Nantinya, bunga pinjaman yang didapat akan dibagikan ke seluruh anggotanya dengan sistem bagi hasil.

 

 

4. Koperasi Serba Usaha

Koperasi serba usaha adalah jenis koperasi yang memiliki berbagai macam usaha. Dapat dikatakan koperasi ini merupakan gabungan dari jenis-jenis koperasi sebelumnya. Contoh koperasi usaha yaitu koperasi angkutan dan koperasi listrik. Bentuk usaha koperasi ini lebih fleksibel, sehingga menjadi salah satu solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara maksimal.

 

 

5. Koperasi Pegawai Negeri

Koperasi pegawai negeri adalah koperasi yang memiliki anggota para pegawai negeri, baik pegawai pusat maupun pegawai negeri daerah. Tujuan utama koperasi pegawai adalah untuk mensejahterakan anggotanya dan pegawai negeri sipil yang terhubung dalam koperasi tersebut.

 

 

6. Koperasi Pasar

Koperasi pasar adalah koperasi yang memiliki anggota para pedagang pasar. Tujuannya adalah untuk mensejahterakan pedagang-pedagang pasar agar memiliki dana pinjaman sebagai modal semua pedagang.

 

 

7. Koperasi Unit Desa

Koperasi unit desa (KUD) adalah koperasi yang memiliki anggota masyarakat pedesaan. Koperasi ini biasanya menjalankan usaha di bidang ekonomi yang berkaitan dengan pertanian atau perikanan.

 

 

8. Koperasi Sekolah

Koperasi sekolah adalah koperasi yang memiliki anggota seluruh warga sekolah, seperti para guru, karyawan, dan juga siswa. Koperasi sekolah akan menyediakan peralatan sekolah dengan harga yang lebih murah sehingga kebutuhan para siswa dan guru dapat terpenuhi.

 

 

9. Koperasi Primer

Koperasi primer adalah koperasi yang memiliki anggota perorangan. Jumlah minimal dari anggota koperasi jenis ini adalah 20 orang. Dalam pelaksanaannya, setiap anggota harus memenuhi syarat anggaran dasar dan memiliki tujuan yang sama.

 

 

10. Koperasi Sekunder

Jenis koperasi yang terakhir adalah koperasi sekunder yang termasuk dalam kelompok koperasi berdasarkan tingkatannya. Koperasi sekunder adalah jenis koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi primer serta memiliki cakupan daerah kerja yang lebih luas dibandingkan koperasi primer. Tiap koperasi harus memiliki kepentingan dan tujuan yang sama agar kegiatan yang dilakukan bisa lebih efisien.

Koperasi pernah menjadi penyelamat ekonomi Indonesia saat krisis moneter tahun 1988. Ketika koperasi dapat membantu masyarakat Indonesia, maka berarti ekonomi negara akan ikut berkembang. Namun saat ini, masyarakat juga harus waspada ketika ingin mendaftar menjadi anggota. Pastikan kalian memilih koperasi yang hanya terdaftar resmi di Kementerian Koperasi dan UKM maupun Otoritas Jawa Keuangan (OJK), untuk menghindari penipuan oleh koperasi-koperasi bodong.

 

 

(kpl/dtm)

Editor:

Dita Tamara



MORE STORIES




REKOMENDASI