Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Diare merupakan gangguan kesehatan yang menyerang sistem pencernaan dengan gejala frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya. Kondisi ini juga diikuti dengan gejala lain seperti mulas, nyeri perut, bahkan kekurangan cairan. Penyebab diare umumnya diakibatkan oleh kuman, meski begitu ada penyebab lain yang bisa memicu seseorang mengalami diare,
Menjaga kesehatan pencernaan tentunya penting dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan tertentu. Menjaga asupan makan atau pola makanan sehat tak ketinggalan jadi rutinitas paling wajib agar sistem pencernaan tetap sehat. Namun sayangnya meski kalian sudah menjaga asupan makanan sehat, seringkali makanan terkontaminasi sejumlah bakteri dan kuman yang jadi penyebab mengalami gangguan kesehatan pada sistem pencernaan.
Salah satu gangguan sistem pencernaan yang paling umum terjadi karena kuman dan bakteri adalah diare. Ya, penyebab diare sebagian besar lebih sering dialami sejumlah orang makanan terkontaminasi bakteri dan kuman. Alhasil pengidapnya mengalami diare yang membuat frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya, lebih encer disertai gejala lain.
Advertisement
Gangguan kesehatan pencernaan tersebut dapat menyerang siapa saja tanpa batas usia dan berlangsung dalam beberapa waktu. Jangan dianggap sepele, diare bisa menyebabkan kesehatan tubuh menurun seperti lemas, dehidrasi, pusing, dan nyeri perut. Bahkan diare juga dapat menjadi tanda tubuh mengalami penyakit tertentu.
Lalu apa saja penyebab diare?
Adapun penyebab diare terdapat dalam beberapa poin di bawah ini. Untuk lebih lengkapnya simak ulasan di bahwa ini terkait penyebab diare yang perlu diwaspadai dirangkum dari berbagai sumber.
(credit: freepik.com)
Penyebab diare yang pertama adalah bisa disebabkan karena infeksi bakteri. Infeksi bakteri tersebut dapat terjadi saat kalian mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi. Saat makanan tersebut telah memasuki sistem pencernaan, bakteri akan memicu tubuh mengalami diare. Sehingga pengidapnya menjadi lebih sering buang air besar serta memiliki feses yang lebih encer dari biasanya. Beragam bakteri penyebab diare diantaranya yakni Escherichia coli, salmonella, shigella, campylobacter, serta vibrio cholerae.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(credit: freepik.com)
Sama-sama sebagai mikroorganisme dengan ukuran yang sangat kecil, virus dan kuman juga dapat menjadi penyebab diare. Infeksi virus tersebut akan membuat pengidapnya merasakan beberapa gejala gangguan kesehatan yang mengganggu. Virus dapat merusak bahkan berkembang biak pada tubuh tertentu yang memicu mengalami penyakit.
Dalam hal ini infeksi virus dan kuman bisa diperoleh seseorang melalui makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi juga bisa terjadi apabila menggunakan barang pribadi yang sama atau menyentuh benda tidak steril yang sebabkan diare.
Advertisement
(credit: freepik.com)
Penyebab diare karena intoleransi makanan juga dapat dialami oleh sejumlah orang. Sebab ada beberapa orang mungkin mengalami intoleransi makanan yang membuatnya bisa rentan terhadap gangguan kesehatan seperti diare.
Sejumlah makanan dan minuman yang biasanya menyebabkan intoleransi seperti susu dan produk susu lainnya, gluten, kafein, serta fruktosa. Intoleransi makanan yang terjadi karena susu dan produk lain dikenal juga dengan intoleransi laktosa dan kasein.
Penyebab diare selanjutnya juga bisa terjadi karena efek samping dari obat. Seperti diketahui sejumlah obat tertentu dapat menimbulkan efek samping salah satunya mengalami diare. Kondisi ini bisa terjadi dalam kurun waktu beberapa saat setelah konsumsi obat tersebut. Salah satu jenis obat yang bisa sebabkan efek samping diare seperti antibiotik. Konsultasi dengan dokter kesehatan diperlukan untuk mendapat penanganan segera.
(credit: freepik.com)
Penyebab diare juga bisa disebabkan oleh alergi makanan tertentu. Kondisi ini dialami oleh sejumlah orang yang ternyata memiliki alergi terhadap makanan. Diare alergi makanan dapat terjadi setelah konsumsi makanan tertentu hingga sebabkan perut merasa mulas, frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya, serta feses yang lebih encer. Penyebab ini berbeda dari diare karena intoleransi makanan. Sebab ada gejala tertentu yang bisa ditandai karena diare alergi makanan seperti muncul ruam merah bahkan sesak nafas. Pemeriksaan segera perlu dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut.
(credit: freepik.com)
Penyebab diare karena gangguan kesehatan pada pencernaan seperti mengalami radang juga bisa terjadi. Beberapa kondisi radang pencernaan diantaranya seperti penyakit crohn, oilitis ulseratif, serta oilitis mikroskopik. Konsultasi dengan dokter perlu dilakukan agar kondisi bisa tertangani dengan tepat.
Penyakit usus juga berpotensi rentan terhadap diare dengan sejumlah gejala yang menyertai. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti konsumsi antibiotik, bakteri, penyakit penyerta lain, serta kerusakan jaringan pada lapisan usus. Penanganan lebih lanjut diperlukan jika memiliki riwayat penyakit usus.
(credit: freepik.com)
Kantung empedu berada pada bagian perut kanan atas yang berfungsi untuk menampung cairan empedu di hati. Kantung empedu bisa jadi mengalami masalah hingga diharuskan melakukan pengangkatan. Namun proses operasi kantung empedu tersebut ternyata bisa menimbulkan dampak lain salah satunya diare seperti melansir dari healthline.com. Bukan hanya operasi kantung empedu, operasi pada bagian perut juga berpotensi memicu diare
Penyebab diare dapat terjadi karena terapi radiasi yang tengah dijalankan. Efek samping dari terapi tersebut menimbulkan diare terutama pada terapi radiasi pengidap kanker. Untuk itu setelah melakukan terapi konsumsi pisang, bubur dan makanan serat tinggi bisa dihindari agar membantu meringankan gejala diare.
(credit: freepik.com)
Penyebab diare juga bisa terjadi karena mengalami malabsorbsi makanan. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam menyerap zat nutrisi dari makanan. Salah satu gejala yang bisa timbul karena malabsorbsi makanan adalah mengalami diare terus menerus. Pemeriksaan diperlukan untuk mengatasi diare yang diidap.
(credit: freepik.com)
Diare juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan seperti kelenjar tiroid. Kondisi ini bisa memicu seseorang mengalami diare akibat jumlah hormon tiroid dalam tubuh. Kelebihan hormon tiroid tersebut dapat menyebabkan frekuensi buang air besar lebih sering serta feses yang encer atau bisa disebut dengan diare.
Seperti diketahui sebelumnya, diare dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh. Infeksi bakteri, kuman atau virus tersebut tak hanya bisa diperoleh dari makanan, melainkan juga gaya hidup sehari-hari. Dalam hal ini jika kebersihan kurang terjaga bisa memicu mengalami diare. Sebab lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya secara tidak langsung menjadi tempat berkembangnya bakteri. Terlebih jika kalian secara tidak sengaja menyentuh daerah tertentu yang telah terkontaminasi bakteri lalu konsumsi makanan tanpa mencucinya lebih dahulu.
Nah itulah 12 penyebab diare yang perlu diwaspadai, salah satunya rentan karena kuman. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mencegah dan mengatasi diare secara tepat.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Advertisement
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas
8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera