Tak Hanya Karena Makanan, Ini 6 Penyebab Diare Lainnya yang Juga Bisa Dialami

Minggu, 18 Oktober 2020 11:11 Penulis: Nurul Wahida
Tak Hanya Karena Makanan, Ini 6 Penyebab Diare Lainnya yang Juga Bisa Dialami
Ilustrasi (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Gangguan kesehatan pada pencernaan seperti diare bisa terjadi karena beberapa faktor. Salah satu yang paling umum yakni efek samping makanan tertentu yang menyebabkan mengalami diare. Namun selain makanan, ada sejumlah penyebab diare yang juga bisa dialami setiap orang.

Diare merupakan masalah kesehatan yang menyerang pada sistem pencernaan menyebabkan penderitanya mengalami sering buang air besar. Selain itu saat terjadi diare, fases akan terlihat lebih encer hingga menimbulkan beberapa gejala kesehatan lain seperti nyeri, lemas, hingga kehilangan cairan.

Gangguan kesehatan ini dapat terjadi pada siapapun dalam durasi waktu tertentu tergantung dari penyebab sekaligus penanganannya. Selain menyebabkan penderitanya merasakan tak nyaman di perut, diare cukup banyak mengganggu aktivitas harian. Selain itu umumnya diare dapat terjadi karena alergi makanan seperti terkontaminasi bakteri hingga intoleransi jenis hidangan tertentu.

Namun rupanya, penyebab diare tak hanya karena beberapa faktor tersebut melainkan ada sejumlah penyebab lainnya yang mungkin bisa dialami penderitanya. Gaya hidup tidak sehat juga berpotensi menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami diare.

Lalu apa saja penyebab diare?

Adapun penyebab diare yang bisa dialami selain makanan terdapat dalam beberapa poin di bawah ini. Berikut 6 penyebab diare yang perlu diketahui untuk mencegah gangguan kesehatan ini sedini mungkin.

 

1. Idap Penyakit Usus

Penyebab diare yang juga bisa dialami salah satunya adalah mengidap penyakit tertentu. Salah satunya yakni penyakit usus seperti corhn atau colitis ulserativa yang dapat menyebabkan diare. Penyakit tersebut merupakan gangguan kesehatan pada pencernaan karena usus mengalami peradangan. Peradangan tersebut terjadi pada usus kecil ataupun usus besar.

Ada beberapa gejala yang bisa dirasakan penderitanya saat mengalami penyakit usus tersebut yakni nyeri di perut, demam, fases bercampur darah serta diare. Dalam hal ini diare yang terjadi bisa berangsur cukup lama, seperti melansir dari halodoc.com.

2. Efek Samping Obat

Penyebab diare yang juga bisa dialami selanjutnya adalah karena efek samping obat tertentu. Sejumlah obat-obatan tertentu biasanya memiliki efek samping yang dapat memicu konsumsinya mengalami diare. Salah satunya yakni obat antibiotik ataupun kemoterapi yang diketahui bisa memicu tubuh mengalami diare.

Berkaitan dengan obat antibiotik biasanya kasus diare dapat terjadi dengan ditandai beberapa gejala umum yakni fases encer serta sering bab. Meski antibiotik pada dasarnya cukup baik untuk tubuh namun obat tersebut juga bisa membunuh bakteri baik dalam usus yang menyebabkan mengalami diare.

3. Infeksi Bakteri dan Virus

Penyebab diare yang juga bisa dialami lainnya yakni karena infeksi bakteri. Infeksi bakteri tersebut dapat terjadi umumnya karena konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri penyebab diare atau sakit perut. Namun selain itu, infeksi dapat terjadi karena kurangnya menjaga kebersihan tangan yang bisa menyebabkan mengalami diare. Sebut saja seperti menyentuh dan konsumsi makanan tanpa mencuci tangan setelah pergi ke toilet. Kondisi tersebut bisa saja menjadi pemicu mengalami diare karena bakteri yang berpindah pada makanan serta masuk ke dalam tubuh.

4. Kebersihan Kurang Terjaga

Penyebab diare yang juga bisa dialami penderitanya yakni kurangnya menjaga kebersihan. Baik kebersihan toilet, dapur, ataupun tempat makan dapat meningkatkan risiko mengalami diare. Sebab lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya secara tidak langsung menjadi tempat berkembangnya bakteri. Terlebih jika kalian secara tidak sengaja menyentuh daerah tertentu yang telah terkontaminasi bakteri lalu konsumsi makanan tanpa mencucinya lebih dahulu. Kondisi tersebut bisa berpotensi rentan terhadap gangguan pencernaan seperti diare.

5. Mengalami Malabsorbsi Makanan

Malabsorbsi makanan merupakan gangguan kesehatan pada sistem pencernaan yang terjadi saat susu kesulitan untuk menyerap cairan dan nutrisi secara maksimal dalam makanan. Melansir dari klikdokter.com, kondisi tersebut dapat ditandai dengan beberapa gejala seperti rambut rontok, anemia, penurunan berat badan, hingga diare. Dalam kasus malabsorbsi makanan diare dapat terjadi karena sistem pencernaan tubuh mengalami intoleransi terhadap laktosa.

6. Penyakit Tertentu

Setelah sebelumnya penyebab diare dapat terjadi karena mengidap penyakit usus dan malabsorbsi makanan, penyakit tertentu juga bisa memicu diare. Salah satunya adalah gangguan kelenjar tiroid yang merupakan penyakit menyerang sistem kelenjar tiroid. Sejumlah penyakit tertentu bahkan dapat menyertai gangguan kesehatan ini termasuk diare. Melansir dari liputan6.com, jumlah hormon tiroid yang sedikit bisa memicu sembelit begitu juga sebaliknya yang dapat memicu diare apabila hormon tiroid memiliki jumlah yang terlalu berlebihan.

7. Cara Mengatasi Diare

Setelah mengetahui penyebab diare yang bisa dialami selain dari makanan ada cara mengatasi diare secara alami. Sejumlah makanan tertentu bahkan bisa membantu meringankan gejala diare yang menyerang tubuh. Adapun cara mengatasi diare terdapat dalam beberapa poin di bawah ini melansir dari healthline.com.

- Minum air putih untuk mencukupi cairan tubuh.

- Konsumsi makanan mengandung probiotik yang dapat menyehatkan usus.

- Makanan rendah serat namun mengandung karbohidrat.

- Hindari makanan penyebab diare seperti alkohol dan kopi.

Nah itulah 6 penyebab diare ini juga bisa dialami tak hanya karena makanan. Selain itu konsultasi dengan dokter kesehatan perlu dilakukan apabila mengalami diare yang tak kunjung sembuh untuk mendapat sedini mungkin dan penanganan tepat.

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI