5 Aturan Pakai Hand Sanitizer Cegah Virus Corona Covid-19 Menurut BPOM RI

Jum'at, 24 April 2020 13:44 Penulis: Puput Saputro
5 Aturan Pakai Hand Sanitizer Cegah Virus Corona Covid-19 Menurut BPOM RI
Ilustrasi (credit: pixabay)


Kapanlagi Plus - Hand sanitizer sempat menjadi barang langka beberapa waktu yang lalu. Produk kebersihan ini banyak diburu karena disebut-sebut bisa menggantikan peran mencuci tangan pakai sabun untuk mencegah penularan penularan virus corona covid-19. Namun, ada yang perlu dipahami bahwa sebenarnya ada aturan pakai hand sanitizer yang harus ditaati.

Banyak orang yang menggunakan hand sanitizer selain efektif, melainkan juga praktis. Wujudnya dalam kemasan membuatnya praktis untuk dipakai di mana saja dan kapan pun. Tapi, ternyata penggunaan hand sanitizer yang tidak sesuai aturan pakai, ternyata justru bisa berdampak tidak baik untuk kesehatan kulit.

Beberapa waktu yang lalu Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), melalui akun instagram resminya mengeluarkan imbauan terkait aturan pakai hand sanitizer. Ada beberapa poin yang dijelaskan dalam imbauan aturan pakai hand sanitizer tersebut.

Berikut kapanlagi.com coba rangkumkan imbauan aturan pakai hand sanitizer menurut BPOM RI.

 

1. Tidak Lebih Efektif dari Cuci Tangan Pakai Sabun

Meski diyakini bisa membunuh virus corona covid-19, ternyata WHO dan kemenkes tetap lebih menyarankan untuk cuci tangan pakai sabun. Sabun dinilai lebih efektif dalam membunuh virus corona covid-19. Hal ini berdasarkan pada sejumlah alasan.

Berikut alasan yang membuat penggunaan hand sanitizer tidak lebih efektif dari cuci tangan pakai sabun.

1) Residu kuman dan virus yang sudah mati masih menempel di tangan. Sebab, seperti yang kita tahu penggunaan han sanitizer sangat berbeda dengan sabun. Saat cuci tangan pakai sabun, ada sebuah tahapan membilas dengan air mengalir. Tahap ini berfungsi untuk menghilangkan residu tersebut. Sementara pada penggunaan hand sanitizer tidak ada tahapan membilas.

2) Hand sanitizer mempunyai sifat alkohol yang mudah menguap, terlebih jika diletakkan di luar ruangan atau tempat yang bersuhu tinggi. Padahal, proses penguapan ini bisa mempengaruhi kadar konsentrasi alkohol 70% pada hand sanitizer. Jika hal itu terjadi, maka bisa mengakibatkan hand sanitizer tidak lagi ampuh untuk membunuh kuman dan virus. Tentu hal ini akan sangat merugikan.

2. Dipakai untuk Tangan yang Tidak Tampak Kotor

Aturan pakai hand sanitizer berikutnya berkaitan dengan cara pemakaiannya pada tangan. Ternyata, hand sanitizer tidak bisa digunakan di sembarang tangan. Produk pembersih tangan berbentuk cair atau gel ini tidak bisa dipakai di tangan yang benar-benar terlihat kotor.

Hal ini karena hand sanitizer sebenarnya memang berfungsi untuk membuat tangan jadi steril dari kuman dan virus. Dengan begitu, artinya hand sanitizer tidak akan cocok digunakan untuk tangan terlalu kotor seperti kena lumpur, oli, atau lainnya.

3. Maksimal Dipakai 5 Kali Berturut-turut

Aturan pakai hand sanitizer berikutnya berkaitan dengan batasan pemakaian. Jadi ternyata, hand sanitizer tidak bisa dipakai berulang kali dengan terlalu sering. Penggunaan hand sanitizer sebaiknya dibatasi maksimal sebanyak 5 kali berturut-turut.

Jika sudah digunakan untuk kelima kalinya, artinya tangan harus dibasuh dengan menggunakan air mengalir. Hal ini berfungsi untuk mencegah terjadinya resistensi antiseptik. Sebab, jika hal ini terjadi bisa membuat bakteri, kuman, dan virus yang menempel di tangan jadi lebih kebal.

4. Efektif Dipakai pada Waktu Tertentu

Selama ini hand sanitizer memang dipercaya bisa menjadi mengganti cuci tangan pakai sabun. Hand sanitizer bisa digunakan dengan efektif pada saat tertentu, seperti saat sedang berada jauh dari air dan tempat cuci tangan atau saat berpergian.

Artinya, sebisa mungkin cukup menggunakan hand sanitizer saat berada di kedua kondisi tersebut. Di luar kedua kondisi itu, sebisa mungkin sebaiknya kita mencuci tangan dengan benar pakai sabun dan air mengalir. Selain agar lebih efektif membunuh virus, hal ini juga berfungsi untuk menghindari terjadinya resistensi antiseptik seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya.

5. Hand Sanitizer Handmade Tidak Boleh Dijual Tanpa Izin

Setelah produk hand sanitizer menjadi susah ditemukan di pasaran, WHO mengeluarkan panduan cara membuat hand sanitizer. Berdasarkan panduan tersebut masyarakat bisa membuat hand sanitizer dengan bahan yang diracik sendiri.

Hand sanitizer handmade bisa digunakan dengan aturan pakai yang sama dengan hand sanitizer pada umumnya. Namun, BPOM RI menghimbau bagi masyarakat yang membuat hand sanitizer agar tidak menjualnya secara bebas tanpa seizin kemenkes.

Nah, itulah 5 aturan pakai hand sanitizer menurut BPOM RI. Jadi mulai sekarang, sebaiknya gunakan hand sanitizer sesuai dengan kebutuhan. Perhatikan aturan-aturan di atas demi kebaikan dan kesehatan.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI