7 Macam Puasa Sunnah Ini Punya Makna Luar Biasa dalam Hidup Manusia

Selasa, 04 Mei 2021 14:22 Penulis: Dhia Amira
7 Macam Puasa Sunnah Ini Punya Makna Luar Biasa dalam Hidup Manusia
Ilustrasi (credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Puasa merupakan salah satu ibadah yang dilaksanakan oleh seluruh umat muslim. Ibadah puasa sendiri memiliki 2 jenis, ada puasa sunnah dan ada pula puasa wajib. Puasa wajib yang banyak diketahui yaitu ada puasa Ramadan. Namun, ada banyak sekali jenis puasa sunnah yang dapat dikerjakan.

Puasa atau yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah shaum ini merupakan sebuah ibadah yang dengan menahan lapar daun haus dari terbit hingga tenggelam matahari. Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunnah tidak akan mendapatkan sebuah dosa bila tidak dikerjakan, namun akan mendapatkan pahala yang luar biasa bagi mereka yang mengerjakan.

Bagi kalian yang ingin melaksanakan ibadah puasa sunnah, berikut ini dilansir dari berbagai sumber, ada 7 jenis puasa sunnah yang bisa kalian kerjakan. Yuk langsung saja dicek KLovers.

 

1. Manfaat Puasa Sunnah

Sebelum mengetahui apa saja jenis puasa sunnah, sebaiknya kalian mengetahui terlebih dahulu manfaat dari puasa sunnah itu sendiri. Ya, puasa sunnah bisa dilakukan oleh umat muslim yang ingin melakukannya. Puasa ini baik dilakukan dan akan mendapatkan pahala besar, namun tidak akan mendapatkan dosa bila tidak dilakukan. Ada banyak sekali kebaikan dalam melaksanakan puasa sunnah, al ini disampaikan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berisi:

"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang setimpal. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya, karena seseorang itu telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sesungguhnya aroma mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada harum minyak kasturi."

Ada banyak sekali jenis puasa sunnah yang bisa kita lakukan. Bahkan dengan banyak melaksanakan puasa tersebut, tubuh juga mendapatkan pahala yang luar biasa pula. Berikut ini beberapa manfaat puasa sunnah yang dapat kalian ketahui:

- Melatih diri mengendalikan hawa nafsu

- Melatih kesederhanaan hidup

- Menjaga kesehatan tubuh

- Membiasakan diri untuk taat beribadah

- Mendapatkan banyak kebaikan karena meniru kebiasaan mulia Rasulullah SAW.

 

2. Waktu yang Dilarang saat Puasa Sunnah

Walau puasa sunnah, namun kalian juga harus mengetahui bahwa ada beberapa waktu yang dilarang untuk melakukan kegiatan puasa sunnah. Dan berikut ini beberapa waktu yang dilarang saat akan melaksanakan puasa sunnah:

- Puasa Arafah dianjurkan untuk orang-orang yang sedang tidak berhaji.

- Hanya berpuasa di hari Jumat saja (kecuali jika hari Jumat bertepatan dengan jatuhnya hari saat kita berpuasa Daud).

- Berpuasa di akhir bulan Sya'ban (kecuali harinya bertepatan dengan pelaksanaan puasa Daud atau puasa Senin Kamis).

- Berpuasa di dua hari besar, Idul Fitri dan Idul Adha. Khusus untuk Idul Adha, kita dianjurkan untuk tidak makan dan minum sampai kembali dari sholat hari raya.

- Berpuasa di pertengahan bulan Dzulhijjah (tanggal 11, 12 dan 13).

- Puasa yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah jatuh pada 10 hari pertama saja.

- Wanita yang sedang menstruasi atau nifas (setelah melahirkan).

- Berpuasanya seorang wanita tanpa izin suami.

- Seseorang yang sakit sehingga membahayakan keselamatan dirinya.

 

3. Puasa Senin Kamis

Jenis puasa sunnah yang pertama yaitu ada puasa Senin Kamis. Ibadah puasa sunnah yang paling umum dan paling sering kita dengar adalah puasa Senin Kamis. Puasa yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Kamis ini merupakan ibadah puasa sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Ada beberapa hadis yang menyebutkan tentang puasa Senin Kamis.

Dari Abu Qotadah Al Anshori RA, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, lantas beliau menjawab, "Hari tersebut adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus atau diturunkannya wahyu untukku." (HR. Imam Muslim No. 1162).

Kemudian ada pula keutamaan puasa di hari Senin dan Kamis yang disebutkan dalam hadis lain yakni:

"Pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Setia hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang sedang bermusuhan atau memiliki masalah dengan saudaranya. Kelak akan dikatakan pada mereka, 'Akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai'." (HR. Imam Muslim No. 2565).

Ada dua keutamaan yang bisa kita dapatkan dengan melakukan puasa Senin Kamis. Yang pertama adalah mendapatkan pahala karena beramal di waktu yang diutamakan (hari Senin dan Kamis merupakan hari dimana catatan amal kita dilaporkan kepada Allah SWT) dan yang kedua adalah kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat setiap minggunya.

 

4. Puasa Daud

Kemudian jenis puasa sunnah yang lainnya yaitu ada puasa Daud. Puasa Daud dikatakan sebagai puasa sunnah yang paling berat. Ibadah ini dicontohkan oleh Nabi Daud AS dan juga dilakukan oleh Rasulullah SAW. Caranya yakni dengan melakukan selang-seling dalam berpuasa (sehari berpuasa dan sehari tidak).

Puasa Daud juga merupakan ibadah puasa sunnah yang paling disukai Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dan hadis tersebut berbunyi:

"Sebaik-baik sholat di sisi Allah adalah sholatnya Nabi Daud 'alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dulu tidur di pertengahan malam dan beliau sholat di sepertiga malamnya kemudian tidur lagi di seperenamnya. Sedangkan puasa Daud adalah puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya."

Karena puasa Daud dilakukan hampir setiap hari, Rasulullah tidak menganjurkan kita untuk menambah puasa sunnah lainnya (jika sudah melakukan puasa Daud).

 

5. Puasa Syawal

Seperti namanya, puasa sunnah ini adalah puasa yang dilakukan di bulan Syawal, yaitu tepatnya setelah bulan Ramadan. Puasa syawal dilakukan sebanyak 6 hari, boleh berturut-turut dan boleh tidak. Salah satu keutamaan puasa syawal disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang berbunyi:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka pahala yang dia dapatkan seperti orang yang berpuasa setahun penuh."

Keutamaan lainnya disebutkan dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, yang berbunyi:

"Dari Tsauban, bekas budak Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, 'Barangsiapa berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan yang sama besarnya'."

 

6. Puasa Ayyamul Bidh

Ibadah puasa sunnah lain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah puasa yang dikerjakan sebanyak 3 hari di bulan Hijriyah. Puasa yang dikenal dengan nama Ayyamul Bidh ini dilakukan setiap tanggal 13, 14 dan 15. Karena dilaksanakan saat bulan bersinar penuh, puasa ini juga disebut dengan puasa hari putih. Adapun hadis yang menjadi referensi dalam pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh adalah:

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah)." Dan beliau bersabda, "Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun." (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434).

 

7. Puasa Dzulhijjah

Dzulhijjah merupakan ibadah puasa sunnah yang dilakukan sebanyak 10 hari di bulan Dzulhijjah. Puasa ini dilakukan sebanyak 9 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Di hari kesepuluh yang bertepatan dengan pelaksanaan hari raya kurban, kita hanya diminta untuk berpuasa hingga selesai melaksanakan sholat hari raya Idul Adha. Setelahnya, kita tidak diperbolehkan melanjutkan puasa karena hukumnya adalah haram.

Keutamaan puasa Dzulhijjah bisa kita temukan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang berbunyi, "Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk dipakai beribadah lebih dari sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan sholat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan sholat pada malam Lailatul Qadar."

 

8. Puasa Muharram

Puasa Muharram pada dasarnya merupakan sebutan untuk semua ibadah puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Muharram. Di zaman dulu orang-orang Yahudi dan Nasrani juga melakukan puasa setiap tanggal 10 Muharram. Agar tidak sama dengan ibadah mereka, Rasulullah lantas menganjurkan umat Islam untuk mengiringi puasa Asyura dengan puasa tambahan sehari sebelum atau sesudahnya.

Hal ini merupakan bagian dari puasa Muharram. Keistimewaan berpuasa di bulan Muharram disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang berbunyi, "Puasa Muharram adalah puasa yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadan."

 

9. Puasa Sya\'ban

Jenis puasa sunnah yang terakhir yaitu ada puasa Sya'ban yang dilakukan pada bulan Sya'ban. Bulan Sya'ban adalah bulan yang istimewa karena setelahnya umat Islam menyambut datangnya Ramadan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak banyak berpuasa di bulan-bulan lain kecuali bulan Sya'ban. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh An Nasa'i disebutkan:

"Bulan Sya'ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, tuhan semesta alam. Karenanya, aku suka berpuasa saat amalanku dinaikkan ke hadapan-Nya."

Tidak ada tanggal khusus yang dianjurkan untuk melakukan puasa Sya'ban. Kita boleh melakukannya tanggal berapa saja dan dengan jumlah hari yang kita sanggupi. Puasa di bulan Sya'ban juga disebut sebagai ibadah latihan sebelum kita memasuki bulan Ramadan saat umat Islam diwajibkan berpuasa sebulan penuh.

Itulah 7 jenis puasa sunnah yang memiliki makna luar biasa untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Semoga dengan mengetahui semua jenis puasa sunnah dan pengertiannya, kita mampu melaksanakan beberapa puasa sunnah tersebut dengan niat yang tulus karena Allah SWT.

 

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI