7 Tanda Tubuh Keracunan Makanan, Salah Satunya Alami Diare

Rabu, 16 September 2020 09:44 Penulis: Nurul Wahida
7 Tanda Tubuh Keracunan Makanan, Salah Satunya Alami Diare
Ilustrasi (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Saat tubuh keracunan makanan secara alamiah akan menunjukkan berbagai gejala yang timbul karena efek samping dari makanan tersebut. Sebab tidak semua makanan dapat diterima baik oleh tubuh termasuk dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan tertentu. Biasanya kondisi tersebut kerap muncul sebagai tanda tubuh keracunan makanan baik terkontaminasi bakteri atau justru karena mengandung bahan kimia tinggi.

Keracunan makanan merupakan kondisi tubuh yang terjadi saat tubuh memberikan respon terhadap berbagai asupan yang dikonsumsi dengan berbagai tanda dan gejalanya. Biasanya keracunan makanan tersebut dapat terjadi saat makanan atau minuman yang dikonsumsi mengandung bakteri atau bahan kimia berbahaya. Bakteri yang muncul tersebut dapat berasal saat pengolahan hidangan ataupun ketika bahan yang digunakan telah mencapai masa kadaluarsa.

Namun beberapa orang mungkin mengalami alergi makanan tertentu yang bisa menyebabkan mereka memiliki gejala serupa seperti tanda tubuh keracunan makanan. Untuk itu penting mengetahui tanda tubuh keracunan makanan agar bisa mendapat penanganan tepat.

Lalu apa saja tanda tubuh keracunan makanan?

Adapun tanda tubuh keracunan makanan terdapat dalam beberapa poin di bawah ini. Salah satu yang paling umum terjadi saat tubuh keracunan makanan adalah mengalami diare hingga muntah. Namun terdapat juga beberapa tanda lainnya yang bisa menjadi patokan apabila tubuh alami keracunan makanan. Berikut 7 tanda tubuh keracunan makanan yang dirangkum dari healthline.com.

 

1. Diare

Salah satu tanda tubuh keracunan makanan yang pertama adalah mengalami diare. Seperti diketahui diare merupakan gangguan kesehatan yang menyerang sistem pencernaan. Saat mengalami diare biasanya fases akan lebih cair dari biasanya serta mengalami perut mulas. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, penderitanya dapat kehilangan cukup banyak cairan hingga menyebabkan pusing serta lemas.

Biasanya tanda tubuh keracunan makanan yang ditunjukkan dengan mengalami diare dapat dikarenakan makanan yang dikonsumsi telah terkontaminasi bakteri. Kondisi ini dapat muncul beberapa jam setelah konsumsi makanan. Untuk mengatasi diare karena keracunan makanan dapat dilakukan dengan cara alami seperti perbanyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh serta konsumsi kaldu untuk menambah energi.

2. Nyeri di Perut

Tanda tubuh keracunan makanan selanjutnya adalah mengalami nyeri di perut dan terasa kram. Kondisi ini bisa dirasakan di bagian bawah tulang rusuk tetapi di atas panggul. Tanda tubuh tersebut terjadi saat makanan juga telah terkontaminasi bakteri yang selanjutnya menyebabkan iritasi pada sistem pencernaan seperti lambung serta usus hingga menimbulkan nyeri

Selain nyeri, penderitanya juga dapat alami kram perut karena otot perut bereaksi dengan cepat untuk mencegah bakteri di dalamnya. Akan tetapi tidak semua nyeri dan kram perut menjadi tanda tubuh keracunan makanan. Sehingga perlu dipelajari lebih lanjut mengenai penyebab yang timbul akibat rasa nyeri yang dialami tubuh.

3. Sakit Kepala

Tanda tubuh keracunan makanan juga bisa menyebabkan rasa sakit pada kepala. Keadaan ini memang terbilang cukup umum dan sering dialami banyak orang. Namun beberapa makanan dan minuman diketahui bisa menimbulkan rasa sakit kepala jika dikonsumsi secara berlebihan. Salah satunya adalah konsumsi alkohol berlebihan yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Namun yang perlu diketahui saat tubuh keracunan makanan biasanya akan mengalami rasa lelah hingga dehidrasi serta diare. Kondisi tersebutlah yang juga menjadi salah satu faktor munculnya sakit kepala saat tubuh keracunan makanan. Meski begitu tidak semua sakit kepala timbul akibat keracunan makanan sehingga perlu dipelajari lebih lanjut dan melakukan pemeriksaan.

4. Muntah dan Mual

Tanda tubuh keracunan makanan juga dapat ditandai dengan gejala muntah dan mual. Dimana keadaan ini merupakan kondisi tersebut terjadi karena makanan terkontaminasi bakteri hingga bahan kimia berbahaya. Rasa mual dan muntah timbul saat otot perut dan diafragma berkontraksi kuat untuk mengeluarkan isi perut yang telah terinfeksi bakteri. Selain itu muntah dan mual cukup sering menjadi tanda awal ketika tubuh keracunan yang terjadi selama beberapa saat setelah konsumsi makanan atau minuman. Jika keadaan tersebut tak segera membaik konsultasi dengan dokter sangat disarankan untuk mendapat penanganan segera.

5. Demam

Demam juga menjadi tanda tubuh keracunan makanan yang bisa dialami sebagian orang. Suhu tubuh yang meningkat lebih dari 37 derajat celcius menjadi keadaan saat seseorang mengalami demam tinggi yang perlu mendapat penanganan segera. Kondisi ini bisa muncul saat tubuh keracunan makanan yang juga disertai dengan beberapa kondisi lain seperti diare, sakit kepala, serta muntah. Selain itu demam dapat muncul ketika tubuh terinfeksi bakteri yang menyebabkan sistem imun menurun.

6. Tubuh Panas Dingin

Selain demam tubuh juga akan mengalami panas dingin seperti menggigil karena tanda tubuh keracunan makanan. Tubuh yang menggigil tersebut dapat menaikkan suhu badan hingga sebabkan demam terjadi. Meski tubuh panas dingin tak selalu berkaitan dengan keracunan makanan, namun kondisi ini dapat terjadi pada tubuh yang disertai dengan demam.

7. Lelah dan Lemah

Tanda tubuh keracunan makanan selanjutnya adalah merasa lemah dan lelah. Keadaan tersebut bisa muncul akibat beberapa efek yang ditimbulkan sebelumnya seperti muntah, diare, serta sakit kepala. Namun perlu dipahami juga lelah dan lemah dapat menjadi gejala sakit lainnya. Sehingga pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan agar mengetahui secara pasti penyebabnya.

Nah itulah 7 tanda tubuh keracunan makanan, salah satunya alami diare. Beberapa kondisi di atas dapat menimbulkan reaksi berbeda pada setiap orang. Sehingga untuk mengetahui secara pasti apakah tubuh benar-benar keracunan makanan, melakukan pemeriksaan dengan dokter kesehatan perlu dilakukan.

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI