Akibat Sembarangan Nge-Tweet, 5 Orang Ini Dipecat Tanpa Hormat
© merdeka.com
Kapanlagi.com - Jarimu jerujimu, istilah ini sangat pas bagi manusia modern saat ini. Salah-salah beropini atau membagikan sesuatu di sosial media bakal menjadi petaka. Mulai dari dimusuhi teman, dipecat dari perusahaan, atau bahkan dituntut di ranah hukum. Oleh sebab itu, berhati-hati dalam menggunakan sosial media dan memperhatikan etika adalah kunci agar hidup tenang dan nyaman.
Namun beberapa orang tidak menganggap penting sebuah etika dalam menggunakan sosial media. Akhirnya mereka justru mendapatkan kesialan karena tindakan mereka sendiri. Dalam penggunaan Twitter contohnya, jejaring sosial berlogo burung biru ini memang populer sebagai tempat sampah netizen. Namun curhat atau nge-tweet hal-hal yang bodoh justru akan berdampak buruk bagi para pengguna sendiri. Seperti orang-orang ini, mereka kehilangan pekerjaannya hanya karena menulis keluhan di akun twitter mereka. Siapa saja ya?
1. Justine Sacco
Advertisement

Direktur sebuah perusahaan komunikasi InterActive Corp, Justine Sacco, ini dipecat akibat cuitannya yang bernada rasis ketika berkunjung ke Afrika. Wanita ini menjadi viral pada Desember 2013 lalu setelah menulis "Pergi ke Afrika. Semoga gak kena AIDS. Bercanda. Aku berkulit putih!". Tweet ini seketika menjadi viral dan berujung pada pemecatan wanita yang akhirnya memilih untuk men-deactivate akun sosial medianya. Pelajaran bagi kita untuk tidak menyinggung SARA saat menggunakan sosmed ya KLovers.
2. Jon Barret Ingels

Jon Barret Ingels berprofesi sebagai seorang pelayan di sebuah restoran mewah di Beverly Hills, Amerika Serikat. Tidak ada yang salah dengan pria ini hingga dia mengeluh via Twitter bahwa seorang bintang serial Televisi, Jane Adams, tidak membayar makanan yang dipesannya di restoran tempatnya bekerja dan tidak memberinya tip. Merasa kesal, pelayan ini akhirnya mengeluh via Twitter. Keluhannya ini sampai di telinga agen Jane Adams yang segera membayarkan tagihan sang artis. Tak hanya sang artis, petinggi restoran membaca twit Ingles dan langsung memecatnya. Karena kejadian ini, sebagai pengguna sosmed yang baik rasanya harus kurang-kurangin mengeluh ya.
3. Connor Riley

Seorang mahasiswi yang lulus dari perguruan tinggi bergengsi, University of Berkeley, California, Amerika Serikat, harus rela melepaskan kesempatan emas bekerja di perusahaan bonafide dunia. Mahasiswi pascasarjana ini dipecat oleh raksasa teknologi, Cisco, setelah men-tweet keengganannya bekerja di Cisco. Parahnya, Riley sudah dipecat sebelum memulai hari pertama kerja. Duh!
4. Jofi Joseph

Jofi Joseph adalah orang yang cukup beruntung karena memiliki kesempatan menjadi karyawan Gedung Putih, markas kepresidenan Amerika Serikat. Sayang karena tabiatnya sebagai 'tukang ember', pria ini dipecat. Tak heran, sebab Jofi seringkali memposting informasi terkait sistem keamanan Gedung Putih pada akun twitter @NetSecWonk. Kalau yang satu ini sih gak bisa menjaga rahasia ya KLovers?
5. Damian Goddard

Menjadi seorang publik figur, meski hanya seorang komentator olahraga, harusnya memang mampu mengendalikan apapun yang ditulis di Twitter ya KLovers? Salah-salah nge-tweet bakal dihujat masyarakat dan dipecat perusahaan! Seorang penyiar olahraga Damian Goddard dipecat dari stasiun TV tempatnya bekerja karena terlalu banyak nge-tweet yang menjurus ke 'anti-gay'.
Dari orang-orang tersebut, kita dipaksa belajar bahwa menggunakan sosial media juga harus memperhatikan etika dan perasaan orang lain kalau tak ingin sial. Memang sih Twitter adalah jejaring sosial yang membebaskan seseorang berekspresi dan mengatakan apapun. Namun sekali lagi, kalau pernyataan tersebut menyindir atau bahkan menyinggung golongan tertentu urusannya akan jadi runyam! Oleh sebab itu berhati-hatilah menggunakan sosial media ya KLovers.
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
(mdk/agt)
Advertisement
