Demen Gowes? Patuhi Aturan Tak Tertulis Ini Biar Nggak Digunjing Netizen

Selasa, 07 Juli 2020 14:27
Demen Gowes? Patuhi Aturan Tak Tertulis Ini Biar Nggak Digunjing Netizen
(c) Shutterstock


Kapanlagi Plus - Gowes jadi salah satu hobi baru yang lagi ngetren selama masa pandemi ini. Selain memang dirasa dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus kesehatan tubuh, gowes juga bisa menjadi penghilang stres akibat beberapa bulan lamanya di rumah saja. Nggak heran, saat new normal diberlakukan, jumlah pegowes atau pesepeda kini makin meningkat dan hampir mendominasi jalanan di berbagai daerah di Indonesia.

Hanya saja, beberapa ulah oknum pegowes kerap bikin kesal dan resah masyarakat. Bahkan, nggak sedikit yang merasa jengkel, sampai-sampai jadi obrolan panas di media sosial. Nah, biar kamu nggak dibilang ‘akhlakless' alias nggak beretika dalam bersepeda oleh netizen dan pengguna jalan lainnya, beberapa aturan nggak tertulis ini wajib banget kamu terapkan saat gowes di jalan.

1. Bersepedalah di Jalur yang Disediakan

Beberapa kota besar sudah menyediakan jalur sepeda sendiri, sehingga biar tetap teratur dan aman, bersepedalah di jalur yang sudah disediakan. Lalu, bagaimana dengan jalan raya yang nggak memiliki jalur khusus pesepeda? Mengambil lajur kiri adalah cara teraman. Sebab, lajur kanan diperuntukkan kendaraan dengan laju lebih cepat. Sementara, secepat-cepatnya laju sepeda, masih lebih cepat kendaraan bermotor. Jika sampai bersinggungan, tentu bisa mencelakakan satu sama lain.

2. Pakai Perlengkapan Bersepeda yang Lengkap dan Aman

Sudah semestinya, semua kendaraan yang melalui jalan raya perlu menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, nggak terkecuali sepeda. Hal ini penting banget untuk menjaga keselamatan diri. Sebab, jika terjadi kecelakaan di jalan, tentu yang bakal disalahkan adalah pengendara motor atau mobil. Padahal, kesalahan bermula dari ketidakdisiplinan diri saat bersepeda di jalan raya, bukan?

3. Pakai Penerangan saat Bersepeda Malam-Malam

Jika sepeda motor maupun mobil mudah ditandai saat melintas di jalan raya, berkat adanya lampu depan, belakang, hingga sein, maka lain halnya dengan sepeda. Nggak semua sepeda dilengkapi lampu, padahal keberadaan lampu sepeda ini penting banget saat berkendara di malam hari di jalan raya. Sebab, jarak pandang akan semakin menurun, jika lampu jalan kebetulan kurang terang, bersepeda malam-malam pun jadi berisiko saat melintasi jalan raya tanpa penerangan yang memadai.

4. Tetap Patuhi Rambu-Rambu, Termasuk saat Menyeberang

Bisa jadi karena nggak terbiasa bersepeda di jalan raya, beberapa pengguna jalan masih belum memahami satu sama lain cara berkendara. Lebih-lebih saat menyeberang jalan, kadang aksi belok tiba-tiba para pegowes di jalan ini sering menyebabkan para pengendara motor hingga mobil mengelus dada. Nah, biar lebih aman, tetap patuhi rambu-rambu. Jika ingin belok, maka ikutilah lampu lalu-lintas. Selain itu, gunakan tangan sebagai penanda saat menyeberang, agar kendaraan di belakang bisa mengurangi laju dan memberi jalan.

5. Jangan Bergerombol Kayak Lomba Balap Sepeda

Bersepeda ramai-ramai memang seru, tetapi akan lain ceritanya jika dilakukan secara bergerombol di jalan raya. Kamu dan teman-teman tidak sedang dalam rombongan balap sepeda yang dikawal petugas jalan raya, bukan? Bergerombol saat bersepeda dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Apalagi jika lajur jalan sempit dan banyak persimpangan, maka bisa membuat kendaraan yang mungkin perlu buru-buru, jadi ikut terhambat.

Lagi pula, di masa new normal ini aturan physical distancing masih perlu diterapkan, jadi akan lebih baik untuk memilih bersepeda sendiri. Namun, jika memang ingin ramai-ramai untuk menumbuhkan semangat berolahraga, cobalah bersepeda secara tertib, misalnya melaju segaris lurus dan tetap menjaga jarak.

Apabila semua aturan nggak tertulis tersebut yakin bisa kamu aplikasikan dengan baik, itu artinya kamu memang siap #BikinJadiBiasa untuk memulai gowes ‘berakhlak’ di masa new normal ini. Tinggal siapkan sepeda andalanmu untuk menjaga tubuh tetap fit. Jika memang belum punya sepeda, kamu bisa membeli secara online di e-commerce seperti Lazada, agar nggak perlu repot-repot pergi ke tokonya langsung. Di Lazada juga tersedia berbagai aksesori sepeda keren dari helm dan sarung tangan, lampu sampai bottle holder biar gayamu makin beda.

(c) Instagram/dana.id(c) Instagram/dana.id

Apalagi ada Bonus Voucher Diskon 70% jika kamu register Lazada di DANA App. Periode promo berlangsung selama 3-9 Juli 2020. Selain itu, nikmati juga beragam penawaran menarik dari Lazada Mid Year Supersale di mana kamu bisa mendapatkan voucher diskon DANA di aplikasi Lazada. Mulai dari Voucher Diskon Lazada 20% maksimal Rp15 ribu yang bisa diambil pengguna mulai tanggal 3-6 Juli 2020.

Voucher ini bisa kamu gunakan pada 7-9 Juli 2020. Selain itu, bagi yang sempat mengumpulkan voucher diskon Lazada 10% maksimal Rp50 ribu pada event live streaming Lazada tanggal 2,3, dan 5 Juli 2020 lalu, bisa juga mulai digunakan belanja pada 7-9 Juli 2020. Buruan deh borong berbagai items kebutuhan gowes sekarang juga!

Untuk dapetin vouchernya tinggal buka aplikasi Lazada, klik ikon Mid Year Super Sale di aplikasi Lazada, Tap “Koleksi” pada voucher yang berlogo DANA. Tinggal belanja pilih barang yang kamu inginkan, lalu klik “Buat Pesanan”, pilih metode pembayaran dengan DANA. Voucher Diskon Lazada akan otomatis memotong transaksi. Menarik bukan? Cek lebih lanjut dengan klik di sini, ya.

(adv/tmi)



MORE STORIES




REKOMENDASI