Epilog Adalah Bagian Akhir Cerita untuk Menegaskan Amanat, Ketahui Fungsi, Ciri-Ciri dan Bedanya dengan Prolog

Rabu, 08 September 2021 16:11 Penulis: Puput Saputro
Epilog Adalah Bagian Akhir Cerita untuk Menegaskan Amanat, Ketahui Fungsi, Ciri-Ciri dan Bedanya dengan Prolog
Ilustrasi (credit: unsplash)


Kapanlagi Plus - Saat membaca buku atau menonton film, terkadang kita akan menjumpai adanya epilog. Pada umumnya, letak epilog adalah di bagian akhir cerita. Walaupun sudah jadi istilah umum, kenyataannya masih banyak orang yang tak mengetahui apa itu epilog. Padahal, epilog bisa jadi bagian penting dalam suatu cerita dalam buku maupun film.

Pada dasarnya, epilog merupakan bagian dari cerita. Namun terkadang banyak orang yang tak menyadari epilog lantaran pengemasannya yang seolah terpisah dari cerita utama. Secara garis besar, epilog adalah bagian cerita dalam karya sastra, buku, atau film yang menunjukkan kesimpulan atau amanat bagi penikmat cerita.

Untuk memahami lebih dalam tentang epilog adalah bagian penting dalam cerita, simak ulasan berikut yang telah kapanlagi.com rangkum dari berbagai sumber.

 

1. Epilog Adalah

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti dari epilog adalah bagian penutup pada karya sastra, yang fungsinya menyampaikan inti sari atau menafsirkan maksud dari cerita. Merujuk pada arti tersebut, epilog bisa dibilang sebagai hal yang penting kedudukannya dalam suatu karya. Meski begitu, tak setiap karya sastra memiliki epilog. Sehingga, penerapannya tergantung pada gaya dan pilihan dari penulis masing-masing.

Jika dikaitkan dengan konflik dalam suatu cerita, artinya epilog adalah bentuk penyelesaian masalahnya. Oleh sebab itu, epilog selalu diletakkan di bagian akhir cerita. Ada kalanya, epilog juga muncul dalam berbagai bentuk seperti kata-kata bijak, bentuk refleksi, pelajaran moral, amanat, dan nilai-nilai tertentu yang ingin disampaikan pada pembaca.

 

2. Ciri-Ciri Epilog

Epilog sebenarnya cukup sering digunakan dalam suatu karya. Namun, terkadang karena terlarut dalam cerita, seseorang tak menyadari keberadaan epilog. Padahal dalam suatu cerita, epilog bisa ditemukan dengan mengidentifikasi beberapa ciri-ciri. Adapun ciri-ciri epilog adalah sebagai berikut.

1) Terletak di bagian akhir cerita.

2) Umumnya berupa kesimpulan atau menggambarkan keseluruhan cerita secara singkat.

3) Mengandung hikmah, intisari, amanat, nasihat, seringnya dalam bentuk kata mutiara atau kata bijak.

4) Terkadang disertai dengan ucapan terima kasih dari penulis

5) Apabila cerita tersebut berseri, maka epilog akan jadi jembatan kisah yang sudah ada dengan kisah selanjutnya.

6) Memberikan kembali nasib tokoh dalam cerita, utamanya di akhir konflik.

 

3. Ciri-Ciri Epilog

Epilog sebenarnya cukup sering digunakan dalam suatu karya. Namun, terkadang karena terlarut dalam cerita, seseorang tak menyadari keberadaan epilog. Padahal dalam suatu cerita, epilog bisa ditemukan dengan mengidentifikasi beberapa ciri-ciri. Adapun ciri-ciri epilog adalah sebagai berikut.

1) Terletak di bagian akhir cerita.

2) Umumnya berupa kesimpulan atau menggambarkan keseluruhan cerita secara singkat.

3) Mengandung hikmah, intisari, amanat, nasihat, seringnya dalam bentuk kata mutiara atau kata bijak.

4) Terkadang disertai dengan ucapan terima kasih dari penulis

5) Apabila cerita tersebut berseri, maka epilog akan jadi jembatan kisah yang sudah ada dengan kisah selanjutnya.

6) Memberikan kembali nasib tokoh dalam cerita, utamanya di akhir konflik.

 

4. Perbedaan Epilog dan Prolog

Selain epilog, kita juga mengenal adanya istilah prolog. Sama halnya dengan epilog, prolog juga biasa dijumpai di buku atau film. Lantaran terdengar mirip, tak jarang orang salah membedakan keduanya. Padahal, prolog dan epilog adalah dua hal yang jauh berbeda. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui apa itu prolog dan perbedaannya dengan epilog.

Secara garis besar, prolog adalah bagian pembuka atau pendahulu dari karya sastra seperti cerita, drama, dan sebagainya. Prolog juga sering diartikan sebagai perkenalan dari isi suatu karya sastra. Sebagai bagian awal dari suatu cerita, prolog berguna sebagai gambaran secara umum tentang cerita yang ada. Prolog juga harus dibuat semenarik mungkin agar bisa menarik perhatian dan minat pembaca atau penonton.

Berdasarkan pada uraian tentang prolog di atas, dapat disimpulkan beberapa perbedaan prolog dan epilog antara lain sebagai berikut:

1) Dari segi peletakan: prolog terletak di bagian awal cerita, sedangkan epilog berada di akhir cerita.

2) Dari segi fungsi: prolog berguna sebagai awalan atau pengantar cerita, sedangkan epilog berfungsi sebagai kesimpulan atau penegas amanat dalam cerita.

 

5. Contoh Epilog

Agar lebih paham, kalian bisa simak contoh epilog berikut ini (dilansir dari insanpelajar.com):

Epilog Kisah Dian

Akhirnya peluh dan tenaga Dian terbayarkan sudah. Jalan hidupnya yang begitu terjal tak menyurutkan niatnya untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Bagi Dian, menyerah pada keadaan bukan solusi dalam mengarungi derasnya cobaan kehidupan. Terus mengayuh meski bermandikan peluh adalah prinsip hidup yang ia pegang dengan teguhnya.

Kini si miskin Dian telah menjadi CEO perusahaan ternama di negeri ini. Tidak pernah terbayangkan olehnya bahwa hasil usahanya dapat sejauh ini.

Menjadi pemimpin suatu perusahaan dan hidup bergelimang harta tak membuatnya menjadi seorang pemalas Ia tetap berusaha melakukan yang terbaik agar perusahaannya dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja.

Kegigihan dan keuletan Dian dapat kita jadikan pelajaran. Selaras dengan kata pepatah, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.

Setiap usaha yang kita perbuat dengan sungguh-sungguh, pastilah memberikan manfaat. Percayalah, Tuhan Maha Adil. Ia tak akan menyisakan setetes pun keringat hamba-Nya.

Itulah di antaranya ulasan mengenai epilog adalah bagian penegas amanat dalam cerita, berikut ciri-ciri dan perbedaannya dengan prolog. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

 

(kpl/gen/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI