Hasad Adalah Perbuatan Serupa Dengki, Ketahui Larangan dan Dampak Buruknya

Kamis, 28 Januari 2021 17:11
Hasad Adalah Perbuatan Serupa Dengki, Ketahui Larangan dan Dampak Buruknya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Islam adalah agama yang mengedepankan akhlak umatnya. Terdapat berbagai ajaran dan anjuran untuk membuat umat muslim mempunyai akhlak yang mulia. Umat muslim diperintahkan Allah SWT untuk menjauhi berbagai perbuatan yang tercela dan merugikan. Hasad adalah salah satunya. Bagi sebagian orang, perilaku hasad mungkin masih terdengar cukup asing. Padahal, hasad jadi salah satu sifat yang harus dijauhi.

Menurut ulama, hasad adalah perbuatan serupa dengan dengki. Artinya, pemilik sifat ini merasa tidak suka apabila orang lain memperoleh nikmat. Bahkan saking tidak sukanya, orang hasad juga punya keinginan agar nikmat yang diperoleh orang lain tersebut musnah. Tentu, sifat semacam ini akan menjauhkan seseorang dari ridho Allah SWT.

Hasad adalah perbuatan yang dibenci Allah SWT. Oleh karena itu, penting untuk memahaminya agar kita tidak terjerumus ke dalamnya. Dilansir dari liputan6.com, berikut ulasan mengenai perbuatan hasad.

1. Mengenal Apa Itu Hasad

Seperti yang disinggung sebelumnya, hasad adalah perbuatan tercela serupa dengan dengki, yang membuat seseorang merasa tidak suka saat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah SWT. Hasad bisa bermula dari perbuatan yang enggan bersyukur dan merasa senang saat orang lain mendapatkan nikmat. Selebihnya, hasad dapat memunculkan perasaan ingin agar nikmat yang didapat orang lain tersebut hilang.

Sementara itu, menurut jumhur ulama Syarh Al-Arba'in An-Nawawiyyah, hasad adalah kondisi hati seseorang ketika menginginkan nikmat orang lain hilang. Dalam hal ini, nikmat bisa berarti banyak hal, seperti kedudukan, ilmu, harta, dan sebagainya. Pandangan lain mengenai hasad diungkapkan Ibnu Taimiyah. Menurutnya, hasad adalah perbuatan membenci dan tidak menyukai orang lain yang sedang berada dalam keadaan baik.

Meski termasuk sifat yang dibenci Allah SWT, ada beberapa yang beranggapan bahwa hasad bisa saja diperbolehkan selama berkaitan dengan urusan agama dan akhirat. Artinya, hasad dalam hal ini akan menuntun seseorang untuk lebih tekun beribadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

2. Dalil tentang Hasad

Hasad adalah satu perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT. Larangan bagi umat Islam untuk mempunyai sifat ini langsung turun dari Allah SWT. Hal tersebut, tampak langsung dari beberapa dalil. Salah satunya, dalam surah An-Nisa, ayat 32 yang artinya seperti di bawah ini:

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. An-Nisa, ayat 32).

Selain dari penggalan ayat di atas, dalil atau bahasan mengenai sifat hasad dalam kitab suci Al-Quran juga ditemukan pada surah An-Nisa ayat ke-54. Adapun dalil mengenai hasad tersebut, berbunyi sebagai berikut.

Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar (QS. An-Nisa, ayat 54).

3. Manusia dengan Sifat Hasad

Dalam praktiknya, sebenarnya sangat sulit bagi manusia untuk menjuahi sifat hasad. Sebab, dalam praktiknya hasad meliputi beberapa perbuatan, antara lain sebagai berikut.

1. Adanya keinginan untuk menghilangkan nikmat orang lain. Hal ini bisa saja diwujudkan melalui berbagai upaya, perkataan, dan perbuatan.

2. Sifat hasad hanya ada dalam hati dan pikiran, tidak dilakukan dengan perkataan dan perbuatan yang melampaui batasan.

3. Mempunyai sifat hasad, tapi tidak ingin menghilangkan nikmat milik orang lain. Orang semacam ini biasanya justru akan termotivasi untuk berusaha agar mendapat nikmat serupa.

4. Merasa mempunyai sifat hasad atau dengki dalam hati dan pikiran, namun selalu berupaya menghapusnya.

4. Dampak Buruk dari Sifat Hasad

Tentu bukan tanpa alasan, mengapa hasad menjadi sifat yang harus dijauhi. Bukan saja karena dibenci oleh Allah SWT, hasad ternyata juga membawa sejumlah dampak buruk. Adapun dampak buruk dari perbuatan hasad adalah sebagai berikut.

1. Menjadikan seseorang kufur nikmat, mengingkari segala nikmat yang telah Allah SWT berikan padanya.

2. Dapat melahap habis semua kebaikan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam hal ini, hasad dapat membuat orang lain membenci dan merendahkan martabatnya.

3. Membuat seseorang melupakan cara berdoa yang benar untuk meminta nikmat atau karunia dari Allah SWT.

4. Hasad bertolak belakang dengan iman yang sempurna. Hal ini sebagaimana yang diucapkan Rasulullah, bahwa seseorang tidak akan dikatakan beriman saat dia menginginkan sesuatu dari saudaranya yang dia inginkan untuk dirinya sendiri.

5. Hasad dapat membuat seseorang meremehkan nikmat yang sudah didapatkan. Hal ini dikarenakan adanya kebiasaan orang hasad yang akan selalu membanding-bandingkan.

6. Sifat hasad hanya akan menimbulkan kesengsaraan, alih-alih kepuasan. Dada orang yang hasad akan terasa sesak dan tidak tenang.

Itulah di antaranya ulasan mengenai hasad adalah perbuatan tercela serupa dengki. Semoga bermanfaat, serta semoga kita selalu dijauhkan dari sifat tercela tersebut. Amiin!

(kpl/psp)



MORE STORIES




REKOMENDASI