Kata Konotasi dan Denotasi: Ketahui Pengertian, Ciri-Ciri, Beserta Contohnya

Jum'at, 17 September 2021 13:44 Penulis: Anik Setiyaningrum
Kata Konotasi dan Denotasi: Ketahui Pengertian, Ciri-Ciri, Beserta Contohnya
Ilustrasi (Credit: Pixabay)


Kapanlagi Plus - Kata konotasi adalah kata yang sebenarnya sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Namun, terkadang kalian tak menangkap makna ini secara konotatif. Hal tersebut wajar terjadi, karena sistem pemaknaan secara denotatif berpeluang lebih besar terjadi dalam masyarakat.

Kata denotasi bisa dikatakan sebagai kata yang lebih mudah ditangkap maknanya karena berada dalam sistem pemaknaan konvensional. Makna yang lugas atau harfiah memudahkan orang dalam komunikasi.

Meski begitu, kata konotasi memiliki fungsi dan nilai rasa yang bisa digunakan untuk memperhalus atau memperindah perkataan. Bahkan tak jarang kata konotasi juga digunakan untuk menyindir seseorang. Nah, agar kalian lebih paham tentang kata konotasi dan denotasi, langsung saja simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

 

1. Pengertian Kata Konotasi dan Denotasi

Pengertian kata konotasi adalah kata yang memiliki makna bukan sebenarnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata konotasi adalah tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata; makna yang ditambahkan pada makna denotasi. Dalam sebuah komunikasi, kata konotasi sering dipakai untuk memperhalus atau memperindah perkataan.

Manusia sendiri sering mengaitkan segala sesuatu dengan makna, terutama dalam berbahasa. Menurut Barthes dalam buku B. H. Hoed yang berjudul "Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya" melihat manusia dalam memaknai suatu hal tidak sampai pada tataran makna denotasi, melainkan manusia menggunakan kognisinya melalui beberapa pemaknaan dan penafsiran sehingga menimbulkan makna konotasi.

Kata konotasi yang dipakai biasanya melibatkan perasaan atau emosi. Dari situ muncul nilai rasa untuk memperhalus atau menekankan sindiran dalam berkomunikasi.

Pengertian kata denotasi adalah kata yang bersifat objektif dan lugas untuk menyatakan sesuatu. Berdasarkan pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif.

Secara singkat, kata denotasi bisa diartikan sebagai kata berada dalam sistem makna yang telah disepakati secara konvensional. Oleh karena itu, dalam percakapan sehari-hari kata denotasi langsung dimaknai secara harfiah berdasarkan makna yang sudah dipahami banyak orang.

Sistem pemaknaan inilah yang membedakan kata konotasi dan denotasi. Sistem itu pula yang menyebabkan makna yang dipahami satu kelompok masyarakat bisa berbeda dengan kelompok lainnya. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang hal ini, simak informasi selengkapnya dalam penjelasan berikut.

 

2. Ciri-Ciri Kata Konotasi dan Denotasi

Ciri-Ciri Kata Konotasi

- Bukan bermakna sebenarnya

- Memiliki nilai rasa, positif maupun negatif

- Punya makna tambahan secara konseptual

- Maknanya bisa berubah dari waktu ke waktu

- Maknanya bisa berbeda dari satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya.

Ciri-Ciri Kata Denotasi

- Maknanya lugas karena bersifat literal atau apa adanya.

- Maknanya sesuai dengan hasil observasi (penglihatan, penciuman, pendengaran, dan seterusnya)

- Acuan dan makna dasarnya jelas.

 

3. Contoh Kata Konotasi dan Denotasi

Contoh Kata Konotasi dalam Kalimat

- Para buruh yang bekerja di sana hanya dijadikan sapi perah oleh perusahaan. ('Sapi perah' bermakna sebagai orang yang dimanfaatkan demi memperoleh keuntungan).

- Sudah menjadi kebiasaan para pejabat itu mencari kambing hitam demi mempertahankan jabatannya. ('Kambing hitam' bermakna orang yang bisa dikorbankan/disalahkan).

- Pak Ahmad menjadi tangan kanan bos di perusahaan tempatnya bekerja. ('Tangan Kanan' bermakna orang kepercayaan).

- Popularitas yang berawal dari sensasi membuat selebritas itu lupa daratan. ('Lupa daratan' bermakna tak peduli/sombong).

- Jono jadi besar kepala setelah dinyatakan menang dan tak mau bergabung dengan kita lagi. ('Besar kepala' bermakna sombong).

- Rian merupakan pembunuh berdarah dingin yang menghabisi banyak korban. ('Berdarah dingin' bermakna tak berperasaan/tak punya rasa kasihan).

- Lisa anak yang ringan tangan dan baik. ('Ringan tangan' bermakna anak yang rajin/suka menolong).

- Sukma merupakan anak emas dalam keluarganya. ('Anak emas' bermakna anak yang paling disayang).

- Dia selalu menghadapi setiap cobaan dengan hati dingin ('Hati dingin' bermakna sabar).

- Sudah seharusnya kita menjadi orang yang melek teknologi di zaman serba canggih seperti sekarang ini. ('Melek teknologi' bermakna paham mengenai kemajuan teknologi).

Contoh Kata Denotasi dalam Kalimat

- Usaha peternakan sapi perah miliknya berkembang pesat. ('Sapi perah' bermakna sapi yang menghasilkan susu).

- Kambing hitam milik Pak Ahmad sudah terjual dengan harga yang pantas di pasar hewan. ('Kambing hitam' bermakna kambing yang berwarna hitam).

- Saat menggoreng ikan, tangan kanan Roni terkena minyak panas tanpa sengaja. ('Tangan kanan' bermakna tangan sebelah kanan).

- Bapak mendapat meja hijau gratis saat membeli beberapa barang elektronik. ('Meja hijau' bermakna sebenarnya, meja berwarna hijau).

- Marina mengangkat tangannya ketika dipanggil ibu guru. ('Mengangkat tangan; bermakna sebenarnya, yaitu melakukan angkat tangan).

- Saya membantu ibu menggulung tikar usai pertemuan keluarga selesai. ('Menggulung tikar' bermakna sebenarnya, yaitu melakukan gulungan pada tikar).

- Adik kecilku sangat suka menggigit jari. ('Menggigit jari' bermakna memasukkan jari ke mulut dan digigit).

- Panci ibu memanas setelah tiga menit diletakkan di atas kompor. ('Memanas' bermakna sebenarnya, yaitu mulai menjadi panas).

Nah, itulah penjelasan beserta contoh kata konotasi dan denotasi dalam kalimat yang bisa membantu kalian dalam memahami.

 

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI