Keluarga Anggap Ada Kejanggalan dari Hasil Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 01 Desember 2022 08:08
Keluarga Anggap Ada Kejanggalan dari Hasil Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan
Hasil autopsi korban tragedi kanjuruhan diumumkan. (credit: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)


Kapanlagi Plus - Keluarga korban menilai aneh dengan hasil autopsi jenazah korban Tragedi Kanjuruhan Malang. Devi Athok Yulfitri (43), ayah sekaligus ahli waris dari jenazah yang diautopsi juga menganggap janggal dengan pengumuman hasil autopsi yang disampaikan oleh Ketua Tim Autopsi melalui konferensi pers.

"Seharusnya kuasa hukum saya, Pak Imam Hidayat mengetahui hasilnya. Alasannya kan akan dirilis di Pengadilan, tapi kenapa kok dr Nabil sudah bicara di media dengan penyebab kematian anak saya," ungkap Devi Athok Yulfitri di Kantor Pengacaranya Imam Hidayat, Rabu (30/11).

Hasil autopsi dua jenazah korban Tragedi Kanjuruhan telah diumumkan oleh dr. Nabil Bahasuan, Ketua Tim sekaligus Ketua Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur. Pengumuman digelar dalam sebuah konferensi pers atas persetujuan penyidik Polda Jatim.

1. Hasil Autopsi

Hasil autopsi menyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat benda tumpul. Kedua almarhumah mengalami patah di tulang iga dan tulang dada. Tidak ditemukan penyebab kematian akibat gas air mata.

"dr Nabil bilang bahwa anak saya meninggalnya karena tulang rusuk patah, si Natasha itu beberapa tulang rusuk patah dan tidak ada gas air mata. Dan si Nayla cuma satu yang patah," ungkap Devi Athok.

Jazad dua korban tragedi Kanjuruhan Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13) diperiksa secara forensik. Kedua almarhumah merupakan anak perempuan dari Devi Athok Yulfitri.

"Ini tidak masuk akal sama sekali dengan kondisi fisik waktu Natasya dan Nayla dibantai di Kanjuruhan. Saya katakan dibantai karena, kok hasilnya tidak sama. Ini mungkin rekayasa dari oknum kepolisian, titipan kan tidak tahu. Ini sudah tidak bener, kasus ini sudah tidak bener," ungkapnya.

2. Temukan Kejanggalan

Devi Athok, sambil memperlihatkan foto-foto jenazah putrinya mengaku tidak menemukan ciri fisik yang memperlihatkan putrinya patah tulang iga. Jenazah putrinya masih lengkap dengan baju yang masih bersih, sehingga merasa aneh dengan hasil autopsi tersebut.

"Kalau sesuai dengan foto anak saya ini, dengan kondisi yang katanya patah-patah dan pukulan-pukulan ini anak saya tidak ada bekas injak-injakan. Tidak ada sama sekali bekas injakan," ungkapnya.

"Waktu itu Stadion kan hujan seharusnya, (seadainya terjadi) pukulan oknum kepolisian dan injak-injakan pasti ada ini. Ini tidak ada. Bersih bajunya, tidak ada (bekas)," ungkapnya.

3. Lihat Jenazah Sang Anak

Saat autopsi, kata Devi Athok, melihat kepala anaknya ditemukan bekas luka pecah tidak beraturan. Devi menduga luka tersebut akibat tembakan gas air mata yang mengenai putrinya langsung.

"Ini dokter sudah nggak bener. Nayla ini berbusa, masak diinjak-injak itu sampai berbusa. Kan tidak masuk akal. Kalau nggak karena racun gas air mata yang kedaluwarsa itu," katanya.

"Ini saya foto terakhir di RS Wava, masih keluar busa dan masih bau amoniak masih ada. Nggak bener ini," katanya.

4. Proses Ekshumasi

Ekshumasi dilaksanakan di TPU Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, pada Sabtu (5/11). Sampel yang diambil dibawa ke laboratorium untuk diteliti sesuai dengan kebutuhan penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium independen.

Tim independen melakukan autopsi dengan beranggotakan dua penasehat enam operator. Tim terdiri dari tiga elemen institusi pendidikan kedokteran dan empat dari fasilitas kesehatan.

Anggota Tim Kedokteran berasal dari Fakultas Kedokteran Hang Tuah Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

(kpl/dar/lou)



MORE STORIES




REKOMENDASI