Gunung Agung Berstatus Awas, Ada Pengungsi Terpisah dari Keluarga

Selasa, 26 September 2017 07:58 Penulis: Tyssa Madelina
Gunung Agung Berstatus Awas, Ada Pengungsi Terpisah dari Keluarga
Gunung Agung © Berita Bali

Kapanlagi Plus - Erupsi Gunung Agung menjadi sorotan saat ini. Kekhawatiran pengungsi hingga status terkini seolah menjadi momok tersendiri. Di balik keindahan dan megahnya gunung dengan ketinggian 3031 mdpl ini tersimpan ketakutan tatkala letupan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Paska ditetapkan status awas atau level IV, jumlah pengungsi Gunung Agung terus bertambah. Sebelumnya, gunung tertinggi di Pulau Bali tersebut mengalami peningkatan status dari level normal ke level II (waspada) sejak Kamis (14/9) lalu. Dalam aktifitas tersebut telah terjadi beberapa kali gempa tektonik. Awal mulanya, gempa terjadi sejak Selasa (18/7).

Diterangkan oleh Kepala BPBD Bali, Dewa Made Indra, setelah meletus pada tahun 1963 lalu, Gunung Agung masih berpotensi erupsi. Berdasarkan siklus Gunung Merapi yang sudah meletus sebelumnya, kemungkinan akan terjadi erupsi kembali setelah 40 tahun.

"Memang ada siklus seperti itu (setiap 40 tahun) tetapi itu kan bukan exact, tetapi bisa saja seperti itu namun siklusnya tidak mesti setiap 40 tahun bisa saja lebih. Kalau itu yang bisa menjelaskan kan Balai Vulkanologi," ujar Dwi Made Indra, Rabu (28/9) seperti dilansir dari Merdeka.com

Sudah memasuki status awas © MerdekaSudah memasuki status awas © Merdeka

Sementara itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengungkapkan Gunung Agung memiliki indeks letusan di level 5, setelah tidur sekian lama lebih dari setengah abad. Kasbani memprediksi letusan Gunung Agung akan 10 kali lipat lebih besar dari Gunung Merapi. Kasbani mengimbau agar tidak ada aktivitas di radius 9 hingga 12 kilometer dari kawah gunung yang terletak di kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali ini.

Berdasarkan laporan dari masing-masing daerah, saat ini sudah tercatat lebih dari 30 ribu jiwa pengungsi. Namun dibalik itu semua, terdapat sekelibat cerita duka yang menyelimuti prosesnya. Salah satunya adalah cerita dari Ketut Merta yang terpisah dari istri dan anaknya.

Tatkala panik dan takut akan letusan Gunung Agung, istrinya terpaksa naik mobil rombongan dan meninggalkan dirinya yang saat itu menjemput orangtua di rumah. Tidak kunjung bertemu sang istri, ia pun melaporkannya ke Polsek Rendang. Beruntung sekali, istri dan anaknya ditemukan dalam kondisi selamat di Dusun Kebon, Desa Peninjauan Kabupaten Bangli.

(mdk/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI