Diterbitkan:
Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, banyak orang merasakan perubahan pada pola makan dan gaya hidup mereka. Kebiasaan makan yang teratur selama Ramadan sering kali berubah drastis begitu Lebaran tiba, dengan konsumsi makanan berlemak dan manis yang cenderung tidak terkendali. Kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan, mulai dari peningkatan berat badan hingga gangguan pencernaan.
Pasca-Ramadhan sebenarnya adalah waktu yang tepat untuk memulai kembali gaya hidup sehat. Mengembalikan pola makan yang seimbang, memperbaiki rutinitas tidur, dan mulai berolahraga menjadi langkah-langkah penting untuk menjaga tubuh tetap sehat. Puasa selama Ramadan bisa menjadi awal untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang perlu dilanjutkan dengan pola makan dan gaya hidup yang lebih baik setelahnya.
Lalu, bagaimana cara memulai gaya hidup sehat setelah Ramadhan? Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan secara bertahap untuk membantu tubuh kembali bugar dan sehat dalam jangka panjang.
Advertisement
Penting untuk mengatur kembali pola makan setelah Ramadan untuk mencegah gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan gula selama Lebaran.
Salah satu cara terbaik untuk mengembalikan keseimbangan tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan sehat secara rutin. Makanan khas Lebaran yang mengandung banyak santan dan minyak sebaiknya mulai dikurangi dan diganti dengan sayuran, buah-buahan, serta sumber protein sehat seperti ikan dan kacang-kacangan.
Selain itu, menerapkan aturan pola makan 80/20 dapat membantu mengatur porsi makanan. Artinya, 80% dari makanan yang dikonsumsi harus terdiri dari makanan bergizi, sementara 20% sisanya boleh lebih fleksibel, tetapi tetap dalam batas yang wajar.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Konsumsi air putih yang cukup sangat penting untuk mendukung metabolisme tubuh setelah sebulan berpuasa. Selama Ramadan, tubuh beradaptasi dengan pola konsumsi cairan, jadi setelah Lebaran, kita perlu menjaga hidrasi tubuh dengan baik.
Menurut WHO, seseorang disarankan untuk mengonsumsi minimal 2-3 liter air putih per hari. Hindari minuman manis seperti sirup, soda, atau minuman kemasan karena dapat meningkatkan kadar gula darah dan menyebabkan penambahan berat badan.
Sebagai alternatif, jika bosan dengan air putih, Anda bisa mencoba infused water atau jus buah alami tanpa tambahan gula. Selain lebih sehat, minuman ini juga membantu proses detoksifikasi tubuh dari makanan berat yang dikonsumsi selama Lebaran.
Advertisement
Pola tidur sering kali berubah selama Ramadan akibat kebiasaan sahur dan ibadah malam. Hal ini bisa berlanjut setelah Lebaran, menyebabkan gangguan tidur seperti insomnia atau rasa lelah sepanjang hari.
Untuk mengembalikan pola tidur yang sehat, tentukan waktu tidur yang konsisten setiap malam, misalnya tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 06.00. Tidur selama 7-8 jam per hari adalah waktu yang ideal untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak.
Mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga dapat membantu tidur menjadi lebih nyenyak. Cahaya biru dari layar ponsel dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari penggunaan ponsel atau menonton TV setidaknya 30 menit sebelum tidur.
Selama bulan puasa, banyak orang yang mengurangi aktivitas fisik karena merasa lemas. Namun, setelah Lebaran, saatnya untuk kembali berolahraga.
Jika tubuh tidak bergerak aktif, kita akan cenderung merasa lapar dan kurang berenergi. Oleh karena itu, penting untuk mulai berolahraga setidaknya 3-4 kali dalam seminggu dengan intensitas ringan hingga sedang.
Berbagai jenis olahraga yang bisa dilakukan antara lain jalan santai, jogging, yoga, atau latihan kekuatan dengan beban ringan. Bagi yang baru memulai, olahraga selama 15-30 menit per hari bisa menjadi langkah awal yang baik, dan durasi tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Banyak perokok yang mengurangi frekuensi merokok selama Ramadan karena hanya bisa merokok setelah berbuka. Namun, setelah Ramadhan berakhir, kebiasaan ini sering kembali muncul, bahkan terkadang berlebihan.
Momen setelah Ramadhan bisa dijadikan kesempatan untuk berhenti merokok secara bertahap. Salah satu caranya adalah dengan menggantikan kebiasaan merokok dengan aktivitas lain, seperti mengunyah permen karet tanpa gula atau meningkatkan aktivitas fisik untuk mengurangi stres.
Selain itu, menghindari makanan cepat saji juga sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Setelah sebulan mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka, sebaiknya jangan kembali ke kebiasaan makan yang buruk dengan sering mengonsumsi junk food. Makanan cepat saji mengandung lemak trans dan natrium yang tinggi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan hipertensi.
Q: Mengapa banyak orang mengalami kenaikan berat badan setelah Ramadhan?
A: Hal ini biasanya disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi lemak dan gula selama Lebaran, serta kurangnya aktivitas fisik setelah puasa berakhir.
Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk kembali menyesuaikan pola makan setelah Ramadhan?
A: Biasanya tubuh membutuhkan sekitar 1-2 minggu untuk kembali ke pola makan normal dengan kebiasaan yang lebih sehat.
Q: Apa olahraga terbaik untuk memulai kembali kebugaran setelah Ramadhan?
A: Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga, atau senam ringan sangat disarankan untuk memulai kembali aktivitas fisik secara bertahap.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
(kpl/rmt)
Advertisement
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas
8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera