Pengertian Puisi Lama dan Baru Beserta Unsur-Unsurnya, Pahami Juga Ciri-Ciri - Jenis-Jenisnya

Senin, 14 Desember 2020 14:55 Penulis: Puput Saputro
Pengertian Puisi Lama dan Baru Beserta Unsur-Unsurnya, Pahami Juga Ciri-Ciri - Jenis-Jenisnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Puisi jadi salah satu jenis karya sastra yang tetap populer sampai saat ini. Banyak orang yang menulis puisi sebagai ungkapan perasaannya yang mendalam. Pasalnya, puisi memang identik dengan kata-kata indah. Oleh karena itu, puisi sering kali hadiah yang romantis untuk pasangan atau orang terkasih. Meski begitu populer, nyatanya tak banyak yang paham pengertian puisi.

Dari tahun ke tahun, puisi selalu punya penggemarnya tersendiri. Dalam dunia sastra, kita mengenal nama-nama penyair besar seperti Chairil Anwar, WS Rendra, Taufik Ismail, Sapardi Djoko Damono, hingga Joko Pinurbo. Mereka merupakan sosok-sosok besar yang paham betul pengertian puisi. Tak heran jika karya-karya mereka begitu penuh makna, sehingga sangat dikagumi.

Memang sangat penting untuk mengerti pengertian dari puisi. Sebab dengan begitu, kita akan lebih paham arti dan tujuan dalam menulis puisi. Nah, dirangkum dari berbagai sumber, berikut uraian mengenai pengertian puisi dan seluk-beluk lainnya.

 

1. Pengertian Puisi secara Umum

Pengertian puisi adalah salah satu bentuk karya sastra, selain prosa. Puisi adalah karya sastra yang ditulis secara indah baik dalam hal pemilihan kata maupun penerapan rima. Sama halnya karya sastra lainnya, puisi juga diciptakan melalui proses kreatif dan imajinatif. Tak serta-merta, indah puisi juga jadi wadah bagi penciptanya untuk menyampaikan suatu makna dan pesan mendalam untuk pembaca. 

 

2. Pengertian Puisi Menurut Ahli

Selain pengertian puisi secara umum, beberapa ahli sastra juga menyampaikan pendapat dan penjelasan mengenai puisi dari sudut pandang mereka. Berikut ini beberapa penjelasan puisi menurut ahli.

1. Muhammad Hj. Salleh
Pengertian puisi menurut Muhammad Hj. Salleh adalah bentuk karya sastra yang kental dengan bahasa, serta menunjukkan kebijaksanaan dari si penyair dan tradisinya. Oleh karena itu, membaca puisi diyakini bisa menjadikan kita lebih bijaksana.

2. Putu Arya Tirtawirya
Menurut Putu Arya Tirtawirya puisi adalah ungkapan implisit dengan makna yang tersirat, serta menggunakan kata-kata yang cenderung konotatif.

3. Herbert Spencer
Pengertian puisi menurut Herbert Spencer adalah bentuk penyampaian gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan nilai keindahan.

4. James Reevas
Menurut James Reevas, puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya akan daya pikat.

 

3. Pengertian Puisi Lama dan Ciri-Cirinya

Puisi merupakan karya sastra yang sudah ada sejak lama. Oleh karena itu, kita mengenal adanya istilah puisi lama. Pengertian puisi lama adalah puisi yang penulisannya terikat oleh aturan-aturan atau pakem-pakem lama. Misalnya jumlah baris, jumlah bait, bunyi sajak atau rima, jumlah suku kata pada tiap baris, dan irama.

Adapun beberapa ciri-ciri lama adalah sebagai berikut.

1. Puisi lama memiliki ciri-ciri puisi yang biasanya berisi puisi rakyat dan tidak ada nama pengarangnya.

2. Masih terikat aturan seperti jumlah baris setiap bait, sajak, serta jumlah suku kata pada setiap baris.

3. Biasanya disampaikan dari mulut ke mulut atau disebut sastra lisan.

4. Menggunakan majas tetap dan klise.

5. Berisi cerita kerajaan, fantastis, serta istanasentris.

 

4. Jenis-Jenis Puisi Lama

Puisi lama adalah jenis puisi yang sudah ada sejak dahulu kala. Sebelumnya, puisi lama sering kali dipakai pada berbagai acara adat sebagai doa-doa dan mantra-mantra. Puisi lama juga terdiri atas beberapa jenis, sebagaimana di bawah ini.

1. Pantun yaitu bentuk puisi lama dengan ciri khas sajak berpola a-b-a-b, dengan tiap baris terdiri 8-12 suku kata, terdiri atas 4 baris dengan ketentuan baris pertama kedua merupakan sampiran dan baris ketiga keempat merupakan isi.

2. Gurindam yaitu jenis puisi lama yang satu baitnya terdiri dari dua baris dengan sajak a-a a-a, dan mengandung nasihat-nasihat.

3. Syair yaitu jenis puisi lama yang berasal dari tanah Arab, ciri khas syair setiap baitnya terdiri 4 baris dengan sajak a-a-a-a. Syair bisa berisi nasihat atau sebuah cerita.

4. Talibun yaitu jenis puisi lama dengan ciri-ciri puisi seperti sebuah pantun genap. Tiap bait terdiri dari sebuah bilangan genap seperti 6, 8, maupun 10 baris.

5. Mantra yaitu sajak yang berisi ucapan-ucapan yang dianggap mempunyai suatu kekuatan yang bersifat gaib.

6. Karmina yaitu jenis pantun lebih pendek.

 

5. Pengertian Puisi Baru dan Ciri-Cirinya

Selain puisi lama, ada pula yang disebut dengan puisi baru. Bertolak belakang dengan puisi lama, pengertian puisi baru adalah puisi yang sudah tidak terikat pada aturan-aturan dalam hal penulisan, seperti jumlah baris, suku kata, maupun rima. Artinya puisi baru lebih bebas dalam hal penulisan, gaya bahasa, bahkan gaya penyampaian pesan. Sehingga, puisi baru tidak mempunyai ciri-ciri khusus, selain bentuk penulisannya yang bebas dari aturan-aturan. 

 

6. Jenis-Jenis Puisi Baru

Puisi baru mempunyai bentuk yang bebas sehingga mudah mengalami perkembangan atau pembaruan. Oleh karena itu, jenis puisi ini terus berkembang, sehingga mempunyai beberapa jenis. Berikut ini beberapa jenis dari puisi baru:

1. Balada adalah sebuah puisi yang berisi cerita-cerita. Balada terdiri dari 3 bait, masing-masing bait terdiri dari 8 larik, larik pertama memiliki skema rima a-b-a-b-b-c-c-d, kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c, dan skema rima yang terakhir dalam satu bait pertama digunakan sebagai referensi dalam bait-bait selanjutnya.

2. Himne adalah puisi baru yang digunakan sebagai pujaan untuk Tuhan, tanah air, pahlawan, dan Lembaga.

3. Ode adalah puisi baru yang berisi sanjungan bagi orang yang berjasa. Nada dan gaya Ode sangatlah resmi, bernada anggun, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi maupun suatu peristiwa.

4. Kuatrain adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 4 baris.

5. Kuint adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 5 baris.

6. Satire adalah puisi yang berisi sindiran atau kritikan.

7. Septime adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 7 baris.

8. Oktaf atau Stanza adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 8 baris.

9. Elegi adalah puisi yang berisi sebuah kesedihan.

10. Distikon adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 2 baris atau puisi seuntai.

11. Soneta adalah jenis puisi baru yang memiliki ciri-ciri puisi terdiri dari 14 baris yang dibagi menjadi 2, pada 2 bait pertama terdiri 4 baris, dan pada 2 bait kedua terdiri 3 baris.

12. Terzina adalah puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 3 baris.

13. Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup.

14. Romansa adalah puisi yang berisi luapan perasaan penyair tentang cinta kasih.

15. Sektet adalah puisi yang tiap baitnya terdiri dari 6 baris.

 

7. Unsur-Unsur Puisi

Apapun jenisnya, baik puisi lama maupun baru pasti mengandung unsur-unsur yang harus terpenuhi. Hal ini sama halnya, bentuk karya sastra lain seperti cerpen atau novel. Puisi juga harus mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik. Keberadaan unsur-unsur ini dapat mempengaruhi keindahan dan kedalaman makna dari suatu karya puisi. Berikut penjelasan mengenai unsur-unsur dalam puisi.

1. Unsur Intrinsik Puisi
Unsur intrinsik dalam puisi tentu berbeda dengan pada cerpen atau novel. Namun, unsur intrinsik dalam puisi juga sangat memengaruhi puisi posisi sebagai karya sastra. Unsur intrinsik puisi, meliputi diksi, imaji, majas atau gaya bahasa, bunyi, rima, ritme, dan tema.

2. Unsur Ekstrinsik Puisi
Unsur ekstrinsik puisi merupakan berbagai aspek yang bisa mempengaruhi proses kepenulisan puisi oleh penyair. Aspek-aspek tersebut antara lain, aspek historis, aspek psikologis, aspek filsafat, dan aspek religius.

 

8. Cara Menulis Puisi

Tak akan lengkap rasanya jika belajar pengertian puisi, namun tidak belajar cara membuatnya. Menulis puisi sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Hanya saja memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat menulis puisi.

1. Memilih Tema
Memilih tema yang jelas dan dekat dengan kehidupan sehari-hari akan mempermudah proses penulisan. Selain itu, tema-tema semacam ini juga akan lebih mudah tersampaikan.

2. Perhatikan Diksi dan Rima
Puisi identik dengan kata-kata yang indah dan bunyi yang enak didengar atau dibaca. Jadi, perhatikan pemilihan kata atau diksi dan penerapan rima di bagian akhir.

3. Proses Merangkai Kata
Selain diksi dan rima, perhatikan proses merangkai kata. Pertimbangkan dan rasakan, apakah kata-kata pilihan kalian sudah berhasil menggambarkan perasaan atau makna yang kalian ingin ungkap.

4. Mencari Judul
Mencari judul bisa jadi proses terakhir atau di awal sebelum menulis puisi. Semua tergantung kebiasaan dan kenyamanan masing-masing penyair. Namun, pastikan judul menarik dan bisa mewakili isi dari puisi.

Itulah di antaranya penjelasan mengenai pengertian puisi baik puisi lama, maupun baru. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

 

 

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI