Penyebab Kencing Nanah, Gejala dan Faktor Risiko, Perlu Diwaspadai Penularannya

Jum'at, 15 Januari 2021 10:44 Penulis: Nurul Wahida
Penyebab Kencing Nanah, Gejala dan Faktor Risiko, Perlu Diwaspadai Penularannya
Penyebab kencing nanah (credit: freepik.com)


Kapanlagi Plus - Kencing nanah dikenal juga dengan penyakit gonore. Ini disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyerang organ intim baik pria ataupun wanita. Meski utama penyebab kencing nanah terjadi akibat infeksi, sejumlah orang dapat rentan berisiko mengalami penyakit ini dengan beragam pemicu.

Kencing nanah cukup familiar di masyarakat yang ditandai dengan gejala nyeri atau perih saat buang air kecil bahkan terkadang muncul nanah. Tak banyak yang tahu bahwa gangguan kesehatan ini termasuk penyakit menular yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit ini menyerang area yang lebih lembab termasuk organ intim meliputi, uretra, tuba, leher rahim, vagina, dubur, ataupun mata dan tenggorokan.

Tidak dapat dianggap sepele, kencing nanah dapat berisiko memicu komplikasi apabila terlambat dilakukan pengobatan atau pencegahan. Misalnya saja seperti gangguan kehamilan ataupun gangguan kesuburan. Namun penyembuhan kencing nanah bisa saja hanya memakan waktu singkat apabila diobati secara tepat dan sedini mungkin.

Untuk itulah ada baiknya mengetahui penyebab kencing nanah agar mencegah tingkat risiko lebih lanjut. Adapun penyebab kencing nanah dapat kalian simak melalui ulasan di bawah ini. Berikut telah dirangkum kapanlagi.com dari berbagai sumber.

 

1. Infeksi Bakteri

Penyebab kencing nanah atau penyakit gonore seperti ulasan sebelumnya bahwa utamanya disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri tersebut dapat menyerang area yang lebih lembab seperti organ intim yang memicu beragam gejala. Pada sebagian besar pria umumnya penyakit gonore dapat menimbulkan gejala seperti keluarnya nanah pada penis ataupun nyeri saat buang air kecil. Sedangkan perempuan jarang sekali bahkan tidak menunjukkan gejala.

Meski begitu kondisi tersebut dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan apabila tidak mendapat pengobatan segera. Konsultasi dengan dokter diperlukan jika mengalami gejala atau pernah melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang mungkin menunjukkan gejala kencing nanah.

2. Hubungan Intim

Kencing nanah termasuk penyakit menular seksual yang dapat ditularkan melalui hubungan intim baik anal ataupun oral. Dalam hal ini penyebab kencing nanah dan faktor risikonya dapat terjadi melalui hubungan intim dengan pasangan yang mengalami infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Kalian mungkin dapat tertular bakteri penyebab kencing nanah apabila kontak langsung dengan area tertentu organ intim seperti mulut, penis, vagina, ataupun dubur. Melansir dari webmd.com, bakteri Neisseria gonorrhoeae diketahui tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Sehingga penularan hanya terjadi melalui hubungan intim atau hubungan seksual.

3. Faktor Usia

Faktor risiko kencing nanah diketahui lebih berisiko terhadap seseorang dengan rentang usia muda. Melansir dari mayoclinic.org, perempuan yang melakukan hubungan seksual atau secara aktif berhubungan seksual kurang dari 25 tahun dengan pasangan terinfeksi bakteri penyebab kencing nanah, maka risikonya akan lebih tinggi. Sehingga konsultasi dan pemeriksaan dapat dipertimbangkan untuk mencegah risiko lebih lanjut terkena penyakit gonore atau kencing nanah.

4. Pernah Mengalami Kencing Nanah

Risiko terkena kencing nanah juga rentan terhadap seseorang yang pernah mengalami riwayat penyakit ini. Sebab mungkin di kemudian hari mereka bisa terkena penyakit kencing nanah kembali. Untuk itu menjaga aktivitas seksual dengan satu pasangan ataupun tidak berganti pasangan perlu dipertimbangkan agar mencegah gangguan kesehatan ini. Selain itu melakukan kontrol kesehatan juga bisa menjadi pilihan kalian untuk mencegah infeksi penyakit kencing nanah di kemudian hari.

5. Gejala Kencing Nanah

Setelah memahami beberapa penyebab dan faktor risiko kencing nanah, kalian juga dapat mengenali beberapa gejala kencing nanah. Gejala kencing nanah dapat muncul dalam waktu 2 hingga 14 hari setelah terinfeksi. Namun sejumlah orang tidak menunjukkan gejala penyakit kencing nanah, akan tetapi tetap berisiko menularkan bakteri.

Pada pria dan wanita gejala kencing nanah memiliki perbedaan yang perlu dipahami. Adapun gejala kencing nanah pada pria sebagai  berikut:

- Nyeri dan terasa panas seperti terbakar saat buang air kecil.

- Keluarnya nanah dari penis, dapat berwarna putih, kuning, krem ataupun agak kehijauan.

- Mengalami bengkak ataupun kemerahan pada penis.

- Bengkak dan nyeri area testis.

- Sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh.

Adapun gejala penyakit kencing nanah pada wanita sebagai berikut:

- Keluarnya cairan dari vagina berwarna agak hijau, lembut ataupun sedikit berair.

- Terasa nyeri dan panas saat buang air kecil.

- Peningkatan frekuensi buang air kecil.

- Terasa sakit saat berhubungan seksual.

- Merasakan nyeri pada perut bagian bawah.

- Mengalami demam.

- Mengalami sakit tenggorokan.

6. Cara Mencegah Penyakit Kencing Nanah

Cara mencegah penyakit kencing nanah seperti terdapat pada ulasan di bawah ini mudah untuk dilakukan. Adapun cara mencegah penyakit kencing nanah sebagai berikut dilansir dari healthline.com:

- Menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.

- Tidak berganti pasangan seksual untuk mencegah risiko penularan.

- Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui memiliki riwayat infeksi menular seksual ataupun tidak.

- Hindari melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang memiliki gejala atau risiko infeksi bakteri penyebab kencing nanah.

- Pemeriksaan rutin untuk mencegah infeksi bakteri penyebab kencing nanah.

Nah itulah penyebab kencing nanah, gejala dan faktor risiko yang perlu diwaspadai. Konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter dapat dipertimbangkan untuk membantu mengatasi masalah kesehatan tersebut secara tepat dan sesuai.

(kpl/nlw)

Editor:

Nurul Wahida



MORE STORIES




REKOMENDASI