Prolog Adalah Pengantar Suatu Cerita, Ketahui Jenis dan Cara Membuatnya

Jum'at, 11 Desember 2020 09:11 Penulis: Puput Saputro
Prolog Adalah Pengantar Suatu Cerita, Ketahui Jenis dan Cara Membuatnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Bagi orang yang hobi baca, pasti sudah tidak asing dengan istilah prolog. Pasalnya, prolog adalah hal yang cukup sering dijumpai pada bagian awal novel. Selain dalam buku novel, prolog juga sering kali muncul dalam suatu pementasan drama. Keberadaan prolog di bagian pembuka buku novel atau pementasan drama bisa jadi satu cara untuk membuat pembaca atau penonton tertarik.

Prolog adalah bagian pengantar dari suatu naskah, baik itu teks buku atau pun naskah pada drama. Bagian ini akan memberikan gambaran sekilas mengenai cerita yang akan ditampilkan dalam novel atau drama tersebut. Keberadaan prolog dalam suatu karya memang bukanlah hal yang bersifat wajib. Di keseharian, kita juga akan banyak menjumpai novel-novel tanpa prolog di bagian awal.

Meski demikian, prolog bisa menjadi nilai tambah pada suatu karya. Sebab, dengan prolog pembaca akan tertarik dan penasaran dengan jalan cerita novel atau drama tersebut. Agar lebih paham apa itu prolog, kalian bisa menyimak ulasannya yang telah dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Pengertian Prolog Adalah

Kata prolog diambil dari kata bahasa Yunani 'prologos' yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti 'bagian perkenalan isi karya sastra'. Berdasarkan penjelasan kata tersebut secara umum, prolog adalah bagian penting yang berada di awalan suatu karya sastra, khususnya novel atau drama.

Sebagai bagian pengantar, prolog memunculkan sekilas gambaran mengenai keseluruhan cerita dalam karya sastra. Bagian-bagian yang biasa muncul di prolog antara lain, tokoh dan konflik yang dihadapi. Khusus bagian konflik, biasanya akan dibuat secara singkat dan sekilas. Sehingga prolog bisa memancing rasa penasaran pembaca untuk menikmati karya secara keseluruhan.

2. Perbedaan Prolog dan Kata Pengantar

Walaupun sudah jadi hal yang cukup umum, nyatanya tak sedikit orang yang masih kurang memahami apa itu proloog. Bahkan, tak sedikit orang yang masih menganggap prolog dan kata pengantar suatu hal yang sama. Padahal keduanya, jelas-jelas berbeda. Berikut beberapa poin perbedaan antara prolog dan kata pengantar.

Prolog adalah bagian pengantar dari suatu cerita yang bisa muncul dalam bentuk karya novel, cerpen, bahkan drama. Sementara kata pengantar merupakan pengantar dari suatu karya bisa karya sastra bisa juga bukan. Kata pengantar juga ditulis untuk mengawali karya keseluruhan, bukan sebatas pada cerita seperti prolog.

Selain itu prolog merupakan bagian dari cerita, sehingga bentuknya adalah cerita. Sementara itu, kata pengantar sering kali berbentuk kalimat-kalimat sapaan. Kata pengantar seolah personal, menjadi sapaan dari penulis pada pembacanya.

Dari segi isi prolog adalah bagian dari cerita yang memberikan gambaran mengenai karakter, peristiwa, latar belakang cerita dan lain sebagainya. Sedangkan kata pengantar lebih berisi hal-hal yang bersifat personal dari penulis, seperti informasi pribadi serta kisah di balik proses pembuatan karya tersebut.

3. Fungsi Prolog

Keberadaan prolog di bagian depan dari cerita tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, penulisan dan keberadaan prolog mempunyai fungsi tersendiri. Adapun fungsi dari prolog adalah sebagai berikut.

1. Sebagai kata awalan atau pembuka dari suatu karya sastra, khususnya yang berbentuk cerita.

2. Memperkenalkan para tokoh, pemeran, latar belakang, gambaran konflik, dan sinopsis cerita secara sekilas dan singkat.

3. Menarik perhatian pembaca, agar semakin penasaran dengan isi cerita keseluruhan.

4. Jenis-Jenis Prolog

Seiring dengan perkembanganya, ternyata terdapat beberapa jenis prolog. Setiap jenis prolog ini mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, tergantung pada cara penyajian lakon. Sehingga, kemunculannya juga akan menyesuaikan dengan jenis cerita atau karya tersebut. Berikut beberapa jenis prolog.

1. Tragedi
Tragedi merupakan satu jenis drama dengan cerita penuh kesedihan. Drama tragedi bisa menyuguhkan kisah karakter yang penuh duka dan kesedihan di sepanjang jalannya cerita. Menjumpai prolog jenis ini bisa menimbulkan rasa iba dan simpati dari pembaca.

2. Komedi
Berkebalikan dengan tragedi, komedi merupakan jenis drama yang menggambarkan suasana suka cita. Cerita komedi biasanya didominasi lelucon. Jenis drama ini cukup populer dan menjadi salah satu jenis drama yang cukup digemari banyak orang.

3. Opera
Opera merupakan drama yang dialog antar tokoh diiringi dengan alunan musik. Selain iringan musik, pemain opera juga membawakan lagu. Bahkan lagu yang dinyanyikan pemain satu dan lainnya akan berbeda. Bisa dibilang drama ini lebih menonjolkan unsur musik dan nyanyian, sedangkan keberadaan tokoh yang terlibat hanya sebagai sarana penggambaran suasana dalam cerita.

4. Melodrama
Melodrama merupakan jenis drama yang dialognya diucapkan dengan iringan melodi atau musik. Dalam pementasan melodrama, para tokohnya juga ikut bernyanyi.

5. Cara Membuat Prolog

Meski bukan hal yang wajib ada, prolog adalah bagian yang cukup penting dalam karya. Oleh karena itu, membuatnya juga tak boleh sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat prolog.

1. Prolog harus dibuat semenarik mungkin. Sebab, salah satu tujuan pembuatan prolog adalah untuk menarik perhatian pembaca, serta membuat pembaca penasaran dengan isi cerita keseluruhan.

2. Sertakan bagian konflik dalam cerita yang paling menarik, namun cukup ceritakan secara sekilas saja.

3. Buatlah prolog secara singkat.

4. Pastikan isi dari prolog sesuai dengan jalan cerita keseluruhan.

5. Kalimat yang digunakan dalam proloh tidak harus terikat. Namun pastikan, kalimat-kalimat dalam prolog tetap saling berhubungan satu sama lain.

Itulah di antaranya beberapa penjalasan mengenai prolog adalah bagian pengantar dari suatu cerita. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan.

(kpl/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI