Tata Cara Umrah Sesuai Syariat dan Wajib Diketahui Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 15 Desember 2020 18:22 Penulis: Dhia Amira
Tata Cara Umrah Sesuai Syariat dan Wajib Diketahui Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Ilustrasi (credit: Freepik)


Kapanlagi Plus - Umrah merupakan salah satu kegiatan ibadah bagi umat Islam. Ibadah ini sering juga disebut dengan haji kecil. Hal ini karena kita harus menunggu antrian untuk menjalankan ibadah haji, karena antrian untuk melaksanakan ibadah haji sangat lama. Itulah mengapa banyak yang sembari menunggu melangsungkan ibadah haji, mereka melakukan ibadah umrah. Dan tentu saja kalian harus mengetahui tata cara umrah sesuai dengan syariatnya.

Perbedaan antara umrah dan haji sendiri terletak pada waktu dan tempat pelaksanaannya. Jika ibadah haji hanya dapat dilakukan antara tanggal 1 Syawal hingga 13 Zulhijah, maka umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu kecuali pada hari tertentu seperti hari Arafah pada 10 Zulhijah dan hari-hari Tasyrik tanggal 11, 12, 13 Zulhijah. Inti dari proses ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah selepas matahari tergelincir sampai Magrib.

Sedangkan tata cara umrah intinya hanya melakukan thawaf dan sai. Keduanya didahului dengan memakai pakaian ihram di miqat (tempat) yang telah ditentukan dan diakhiri dengan tahallul (bercukur). Bagi kalian yang ingin melaksanakan ibadah umrah maka harus mengetahui bagaimana tata cara umrah yang sesuai dengan sunah dan syariat. Untuk itu, dilansir dari berbagai sumber, inilah beberapa tata cara umrah yang baik dan sesuai dengan syariat islam. Yuk langsung saja dicek KLovers.

1. Persiapan Umrah

Tata cara umrah yang pertama yaitu dengan mempersiapkan diri. Sebelum melaksanakan kegiatan umrah ada baiknya kalian melakukan pembersihan diri dan jauhkan diri dari najis. Dan untuk itu kalian bisa melakukan persiapan seperti yang berikut:

- Mandi junub (mandi besar)

- Menggunakan wewangian terbaik

- Memotong kuku

- Menipiskan kumis

- Mencukur bulu ketiak juga bulu kemaluan

- Mengenakan pakaian ihram baik untuk laki-laki mau pun perempuan

2. Niat

Setelah siap dalam melakukan persiapan, selanjutnya yaitu dengan melakukan niat. Sama seperti kegiatan ibadah yang lainnya, kalian juga wajib melakukan niat untuk melaksanakan kegiatan umrah. Dan berikut ini niat yang perlu kalian ucapkan:

"Labbaikallahumma 'umratan"

Yang artinya: Aku sambut panggilanMu ya Allah untuk menjalankan umrah.

3. Ketentuan Pakaian Ihram

Sebelum membacakan niat, kalian perlu mengenakan pakaian ihram. Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat, dan kain satunya lagi diselendangkan. Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup semua badannya kecuali muka dan telapak tangan. Warna pakaian ihram disunahkan berwarna putih.

Namun setelah mengenakan ihram, jamaah umrah dilarang untuk melakukan beberapa kegiatan atau mengenakan sesuatu di tubuh, seperti:

Larangan untuk Pria:

- Memakai pakaian biasa

- Memakai alas kaki yang menutupi mata kaki

- Menutup kepala dengan peci, topi, dan sebagainya

Larangan untuk Wanita:

- Memakai kaos tangan

- Menutup muka

Larangan untuk Pria dan Wanita:

- Memakai wangi-wangian

- Memotong kuku, mencukur atau mencabut rambut/bulu

- Memburu atau mematikan binatang apa pun

- Menikah, menikahkan atau meminang wanita untuk dinikahi

- Bermesraan atau berhubungan intim

- Mencaci, bertengkar atau mengeluarkan kata-kata kotor

- Memotong tanaman di sekitar Mekah

4. Miqot

Tata cara umroh kedua ialah Miqot. Miqot merupakan tempat yang ditentukan Rasulullah salallahualayhi wa sallam untuk jamaah berucap ihram pertama, bagi yang punya niatan haji atau umroh. Namun, miqot jamaah letaknya berbeda-beda, tergantung dari mana datangnya jamaah tersebut, diantaranya sebagai berikut:

- Jika jamaah datang dari arah Madinah, maka wajib berniat ihram di Dzulhulaifah atau yang dikenal dengan Bir Ali.

- Jika jamaah datang dari Syam, seperti Palestina, Lebanon, Yordania dan lainnya, maka miqotnya di Al Juhfah.

- Jika jamaah datang dari arah Riyadh dan sekitarnya, maka miqotnya di Qornul Manazil (As Sailul Kabiir).

- Sedangkan yang datang dari selatan, atau dari arah Yaman, miqotnya di Yalamlam (As Sadiyah).

- Jika jamaah datang dari Irak, miqotnya di Dzatu Irq (Adh Dhoribah).

Itulah lima tempat miqot yang telah ditetapkan Rasulullah. Jika ada yang melewati miqot tanpa berihram (dengan sengaja), wajib kembali lagi dan berihram dari tempat tersebut. Jika tidak, maka baginya damm (denda) dengan menyembelih satu ekor kambing dan disalurkan pada orang-orang miskin di Mekkah.

5. Menuju Masjidil Haram

Dalam perjalanan menuju masjidil haram, memperbanyak bacaan kalimat talbiyah yang selalu diucapkan Rasulullah SAW ketika umroh dan haji. Dan akhir waktu membaca talbiyah untuk umroh adalah saat akan memulai thawaf. Berikut ini bacaan talbiyah:

"Labbaik Allahumma Labbaik. Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik. Innal Hamda Wan Ni'mata Laka Wal Mulk Laa Syarika Lak"

Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan bagi-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.

6. Tawaf

Selanjutnya tata cara umrah yaitu dengan melakukan tawaf, dan berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan selama tawaf berlangsung:

- Sebelum masuk Masjidil Haram, jamaah dianjurkan berwudhu terlebih dahulu. Jamaah boleh masuk Masjidil Haram lewat pintu mana saja, tapi dianjurkan mengikuti contoh Rasulullah SAW yang masuk melalui pintu Babus Salam atau Bani Syaibah.

- Saat masuk Masjidil Haram, disarankan untuk mengucap doa "Bismillah Wash Sholatu Was Salamu 'Ala Rasulullah. Allahummaftahli Abwaba Rahmatika"

Artinya: Dengan nama Allah, shalawat dan salam untuk Rasulullah. Ya Allah bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.

- Setelah itu turun dan terus menuju tempat thawaf (mataf). Jamaah mulai thawaf dari garis lurus (area dekat Hajar Aswad) antara pintu Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram.

- Di sini jamaah diberi pilihan antara lain:
1. Taqbil yaitu mencium Hajar Aswad
2. Istilam dan Taqbil yaitu mengusap, meraba, dan mencium Hajar Aswad
3. Istilam yaitu mengusap Hajar Aswad dengan tangan atau sesuatu benda yang kita pegang, kemudian benda tersebut dicium
4. Melambaikan tangan atau benda yang kita pegang 3 kali, tidak dicium tapi mengucapkan Bismillah, Allahu Akbar (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar)
5. Salah satu pilihan ritual ini dilakukan setiap kali melewati Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada putaran satu sampai tujuh. Jika tidak mampu mencium Hajar Aswad dan Rukun Yamani karena alasan keamanan akibat banyaknya jamaah yang umroh, maka bisa memilih istilam dengan tangan atau benda, atau hanya melambaikan tangan atau benda yang kita pegang.

- Kemudian pada putaran 1-3 jamaah pria dianjurkan untuk lari-lari kecil. Sedangkan pada putaran 4-7 dengan jalan biasa. Sementara untuk tata cara umroh wanita tidak ada lari-lari kecil saat melakukan thawaf.

- Sepanjang thawaf, membaca doa saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Doa saat thawaf yang selalu dibaca oleh Rasulullah SAW adalah doa sapu jagad, yaitu:

"Rabbana Atina Fiddunya Hasanatan Wa Fil Akhirati Hasanata Wa Qina 'Adzabanar"

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

7. Menuju Maqam Ibrahim

Maqam Ibrahim bukanlah kuburan dan tidak pula tempat yang terkait dengan kuburan lain. Namun di tempat itu Nabi Ibrahim pernah berdiri dalam rangka membangun Kabah. Disinilah kalian akan melaksanakan sholat dua rakaat.

Pada rakaat pertama membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Kafirun. Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Ikhlas. Tuntunan membaca surat ini dijelaskan dalam hadist sahih, dari sholat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu yaitu,

"Nabi shallallahualaihi wa sallam menjadikan Maqom Ibrahim antara dirinya dan Kabah, lalu beliau laksanakan sholat dua rakaat. Dalam dua rakaat tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun)."

Pada saat kalian jalan menuju ke Maqam Ibrahim, jamaah disunatkan membaca:

"Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla"

Artinya: Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat (QS. Al Baqarah: 125)

8. Minum Air Zam-Zam

Kemudian tata cara umroh selanjutnya yaitu dengan mengonsumsi air zam-zam. Sebelum minum air zam-zam, kalian bisa membaca doa:

"Waasi'an Wa Syifaa'an Min Kulli Daa'in Wa Saqomin Bi Romhatika Ya Arhamar Rohimiin"

Artinya: Ya Allah, aku mohon padaMu ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit.

9. Sai

Ada pula Sai sebagai salah satu tata cara umrah. Sai sendiri yaitu melakukan kegiatan Sai dan Tahallul. Sai merupakan berlari-lari kecil di antara Bukit Shafa dan Marwa. Saat di Bukit Shafa, jamaah diperintahkan untuk naik ke atas bukit, lalu menghadap Kabah dari atas.

Sai dimulai dari Safa ke Marwah yang dihitung sebagai satu kali perjalanan. Jadi, Safa ke Marwah 1, Marwah ke Safa 2, dan seterusnya. Sai berakhir di Marwah. Sai dikerjakan dengan berjalan, tapi pada batas di antara 2 lampu hijau, berlari-lari kecil.

Dan saat melakukan Sai kalian bisa mengucapkan doa, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw seperti:

Allahu akbar (3x),

Laa illaha illallahu wahdahulaa syariikalahuu, lahuulmulku wa lahuul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kullii syai'in qadiir

Artinya: Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

10. Tahallul

Dan tata cara umrah yang terakhir yaitu dengan melakukan Tahallul. Tahallul adalah akhir dari pelaksanaan ibadah umroh yang ditandai dengan bercukur. Untuk laki-laki lebih baik dicukur sampai gundul, tapi jika tidak sampai gundul tidak mengapa. Sedangkan untuk tata cara umroh wanita hanya dicukur ala kadarnya. Dengan melakukan tahallul, maka sudah sempurna tata cara ibadah umroh lengkap sesuai sunnah.

Itulah tata cara umrah yang sesuai syariat dan wajib kalian ketahui sebelum pergi ke tanah suci. Semoga dengan mengetahui hal ini akan mempermudah kalian dalam melakukan ibadah umrah dan dapat melaksanakannya dengan khusuk.

(kpl/dhm)

Editor:

Dhia Amira



MORE STORIES




REKOMENDASI