Sempat Batal, Akhirnya Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Digelar Pekan Ini
Credit:KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Kapanlagi.com - Ekshumasi dan autopsi korban Tragedi Kanjuruhan Malang bakal dilaksanakan Sabtu (5/11). Dua korban meninggal dunia bakal diautopsi setelah sebelumnya sempat mengalami pembatalan pengajuan oleh pihak keluarga.
"Nanti autopsi dilaksanakan tanggal 5 November, hari Sabtu jam 09.00 WIB. Kawan-kawan media silakan kawal ini. Karena bukan eksekusi di pemakaman saja tetapi autopsi kemudian diperiksa di laboratorium, itu harus kita kawal," ungkap Imam Hidayat, kuasa hukum keluarga korban, Senin (31/10).
Advertisement
1. Pemeriksaan Forensik
Dua korban Tragedi Kanjuruhan yang akan diperiksa secara forensik jasadnya adalah Natasya Deby Ramadhani (16) dan Nayla Deby Anggraeni (13).
Keduanya merupakan warga RT 1 RW 1 Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang dan dimakamkan di Wajak, Kabupaten Malang.
(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)
2. Mengajukan Surat Permohonan
Almarhumah merupakan anak perempuan dari Devi Athok Yulfitri (43), yang sebelumnya sempat batal mengajukan permohonan autopsi. Belakangan, Devi kembali mengajukan surat permohonan dan pernyataan kesediaan autopsi.
"Autopsi langsung di TKP. Saya besok dipanggil ke Polda untuk bicara hal teknisnya bagaimana," tegas Imam.
3. Melibatkan 6 Orang
Imam menguraikan autopsi melibatkan 6 orang dokter forensik dari internal Polri dan eksternal. Satu orang dari dokter polisi (dokpol) sementara lainnya dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia.
"Dokter forensik itu ada 6 orang, kemarin mas Devi khawatir kalau hanya dari Dokpol. Ternyata Dokpolnya hanya satu yang lain dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia. Bisa dari Universitas, UM, UMM maupun UB, pokoknya enam jumlahnya," urainya.
4. Perlindungan Dari LPSK
Imam juga menyampaikan, kliennya kembali mengajukan permohonan autopsi setelah didampingi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Kliennya saat ini mendapat perlindungan keamanan dari LPSK guna mengantisipasi adanya intimidasi.
"Dia mendapatkan perlindungan melekat dari LPSK, karena itu kemana-mana dikawal petugas LPSK. Makanya dia kemudian berani menyatakan kesediaan kembali untuk autopsi kedua anaknya," pungkasnya.
Jangan lewatkan yang satu ini!
- Datangi Kejaksaan, Aremania Desak Penerapan Pasal 338 dan 340 Dalam Tragedi Kanjuruhan
- Tragedi Itaewon Telan 156 Korban Jiwa, 6 Teori dan Spekulasi Penyebab Terjadinya Insiden Menurut Saksi Mata
- Korea Selatan Berduka, 13 Rilis Konten Hingga Album K-Pop yang Ditunda Rilis Selama Masa Berkabung Nasional Pasca Tragedi Itaewon
- Oktober Kelabu, 4 Insiden Mematikan di Berbagai Negara Makan Ratusan Korban Jiwa - Dari Tragedi Kanjuruhan Hingga Itaewon
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
Berita Foto
(kpl/DAR/dyn)
Advertisement
-
Teen - Fashion Kasual Celana Jeans Ala Anak Skena: Pilihan Straight sampai Baggy yang Wajib Dicoba
